KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#346 Leyden Jar : Konsep Dasar Kapasitor Modern

Leave a comment

Oleh Handika Sandra Dewi

Kapasitor adalah piranti yang berguna untuk menyimpan muatan dan energi. Kapasitor terdiri dari dua konduktor yang berdekatan tetapi terisolasi satu sama lain dan membawa muatan yang sama besar dan berlawanan. Kapasitor yang biasa digunakan adalah kapasitor keping sejajar yang menggunakan dua keping konduktor sejajar.
 
Ruang antara konduktor pada kapasitor biasanya diisi dengan bahan isolator yang dinamakan dielektrik, misalnya kaca, kertas, mika, atau bahan dielektrik lainnya. Proses pengisian kapasitor itu sendiri dilakukan dengan menghubungkan kapasitor dengan beda potensial. Selain untuk menyimpan muatan, prinsip kerja kapasitor ini juga digukan pada beberapa jenis keyboard komputer.
Ada beberapa jenis keyboard yang digunakan pada komputer menggunakan skalar kapasitansi. Suatu keping logam yang ujungnya dihubungkan dengan tombol  keyboard berfungsi sebagai salah satu keping konduktor dari suatu kapasitor. Ketika tombol ditekan, jarak pemisah antara keping kapasitor bagian atas dan bagian bawah berubah sekitar 5 mm sampai 0.3 mm dan kapasitansi bertambah. Perubahan kapasitansi memicu sirkuit elektronik untuk memasukkan informasi  pada komputer.
Seluruh teknologi di atas, berawal dari Leyden Jar. Leyden Jar merupakan kapasitor pertama untuk menyimpan muatan yang besar. Leyden Jar ditemukan oleh ilmuwan Belanda bernama Pieter van Musschenbroek  pada tahun 1745 di Leiden . Penemuan tersebut diberi nama sesuai dengan tempat ditemukannya, yaitu Leiden.
Leyden Jar terdiri dari tabung kaca yang setengahnya diisikan air dan dibungkus oleh logam tipis di bagian dalam dan luarnya. Tabung kaca tersebut berfungsi sebagai dielektrik. Biasanya terdapat kawat logam yang menembus gabus di atas tabung. Kemudian, rantai disambungkan pada sesuatu yang dapat mengalirkan listrik. Setelah disambungkan, tabung tersebut akan menyimpan dua muatan yang berlawanan dengan keseimbangan, hingga tabung dihubungkan dengan kawat lain yang menghasilkan sedikit kejutan atau percikan.
Oleh karena itu, sepertinya kita harus berterima kasih kepada Pieter van Musschenbroek, yang telah menemukan Leyden Jar ini, karena tanpa Leyden Jar dan segala konsep dasarnya, kapasitor dan teknologi modern tentang listrik belum tentu bisa seperti sekarang.
Referensi
Tipler.1998.Fisika Untuk Sains dan Teknik.Jakarta:Penerbit Erlangga.

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s