KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#344 I²C Bus, Ketika Teknologi Menjadi Lebih Simpel dan Efisien Berkat Belanda

Leave a comment

Oleh Rahmat Hidayat

Anda pasti tahu smartphone kan? kira-kira ada komponen apa saja di dalamnya? Umumnya, smartphone tersebut memiliki mikroprosesor yang berfungsi sebagai “otak” dari smartphone tersebut. Mikroprossesor ini mengendalikan banyak komponen, contohnya Kamera, WiFi, Bluetooth, speaker, touchscreen, serta masih banyak lagi yang akan panjang ceritanya jika kita bahas satu-satu.

alarms 300x258 I²C Bus, Ketika Teknologi Menjadi Lebih Simpel dan Efisien Berkat Belanda

Gambar 1. Smartphone dan fitur-fiturnya

Komponen-komponen sistem ini terintegrasi kedalam sebuah IC (Integrated Circuit) atau bisa juga disebut chip. Jadi, ada chip untuk WiFi, bluetooth, kamera, touchscreen dan setiap komponen lainnya. Chip ini jugalah yang membuat smartphone memiliki banyak fungsi, namun dengan ukuran yang tetap kecil.

 ic photo 300x220 I²C Bus, Ketika Teknologi Menjadi Lebih Simpel dan Efisien Berkat Belanda

Gambar 2. Contoh IC (Integrated Curcuit) atau disebut juga Chip

Nah, dalam dunia elektronika digital, komponen pengendali seperti Mikroprosesor disebut sebagai Master, sedangkan komponen yang dikendalikan seperti misalnya chip sensor, disebut Slave. Master dan Slave ini saling berhubungan. Satu Master akan terhubung ke banyak Slave melalui suatu jalur data.

Secara konvensional, setiap satu buah komponen Slave membutuhkan satu jalur data ke Master. Jika ada 100 komponen Slave, otomatis akan dibutuhkan 100 jalur data. Banyaknya jalur data ini akan memboroskan Pin yang terpakai di Mikroprosesor. Banyaknya Pin yang dibutuhkan juga akan mempengaruhi ongkos produksi Mikroprosesor dan rangkaian sistem secara keseluruhan. FYI, Pin adalah kaki-kaki yang ada di Mikroprosesor dan komponen IC lainnya.

Untungnya, jauh sebelum komputer dan smartphone berjaya seperti saat ini, tepatnya pada awal era 1980-an, sebuah perusahaan asal Belanda telah menemukan solusi untuk masalah tersebut. Philips Semiconductor, perusahaan yang didirikan oleh Philips, menemukan sebuah teknologi yang mereka namakan I2C Bus. Teknologi ini memberi kemudahan dalam menghubungkan komponen Master dan beberapa Slave dengan hanya menggunakan 2 buah jalur data saja. Dua buah jalur data ini disebut SDA (Serial Data) dan SCL (Serial Clock). Dengan hanya menggunakan 2 buah jalur data ini, sebuah komponen Master dapat terhubung dengan 127 komponen Slave lainnya. Jika di Indonesia kita mengenal slogan “2 Anak cukup”, maka Philips juga punya slogan “2 Jalur Data Cukup”, he..he..

I2clogo I²C Bus, Ketika Teknologi Menjadi Lebih Simpel dan Efisien Berkat BelandaGambar 3. Logo I2C Bus

Nama I2C sendiri merupakan singkatan dari Inter-Integrated Circuit. Nama yang menggambarkan fungsi I2C itu sendiri sebagai penghubung antar komponen IC.

i2c 300x156 I²C Bus, Ketika Teknologi Menjadi Lebih Simpel dan Efisien Berkat Belanda

Gambar 4. Ilustrasi hubungan Master dan Slave yang terhubung melalui I2C Bus (Klik Gambar untuk memperbesar)

Philips Semiconductor yang saat ini berganti nama menjadi NXP Semiconductor mengembangkan teknologi I2C dengan tujuan awalnya adalah menemukan cara termudah untuk menghubungkan CPU ke Chip Peripheral yang ada di TV-Set. Seiring perkembangan teknologi yang semakin maju, I2C ternyata cocok diterapkan hingga ke perangkat modern yang dapat kita jumpai saat ini, seperti Laptop, Smartphone, Tablet, Kamera DSLR, dan PC. I2C benar-benar membuat penggunaan jalur data menjadi lebih simpel dan efisien. Rangkaian sistem juga akan lebih sederhana dan konfigurasi hardware bisa diubah-ubah dengan lebih mudah.

New Picture 3 300x201 I²C Bus, Ketika Teknologi Menjadi Lebih Simpel dan Efisien Berkat Belanda

 Gambar 5. Teknologi I2C Bus digunakan berbagai macam perangkat

Saat ini, produsen-produsen chip ternama di dunia, seperti Xicor, ST Microelectronics, Infineon Technologies, Intel, Texas Instruments, Maxim, Atmel, Analog Devices and lainnya telah mengadopsi teknologi I2C Bus, bahkan tipe Bus komputer ini telah dijadikan standar de-facto di dunia industri modern.

Sekali lagi, Belanda telah membuktikan diri sebagai pioneer di bidang teknologi yang hasilnya telah diakui dunia. Kebiasaan mereka untuk selalu berinovasi dan menciptakan solusi baru untuk berbagai permasalah yang ada di dunia terus mendorong para inovatornya untuk berkarya. Bagi mereka “Problem is not a problem”, karena justru masalah tersebut lah yang membuat mereka semakin maju seperti saat ini.

Referensi

http://www.nxp.com/campaigns/i2c-bus/
http://www.totalphase.com/support/kb/10037/#history
http://en.wikipedia.org/wiki/I%C2%B2C
http://siliconvalleygarage.com/i2c-history.html
http://www.esacademy.com/en/library/technical-articles-and-documents/miscellaneous/i2c-bus/general-introduction/history-of-the-i2c-bus.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Bus_komputer

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s