KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#339 Si Bundar dari Belanda yang Merambah Mancanegara

Leave a comment

Oleh Rizkyana Dipananda

Ternyata yang menarik dari negeri kincir angin ini tidak hanya melulu seputar teknologi, lingkungan, pendidikan maupun budaya. Belanda juga dikenal mahsyur menggoyang lidah para pecinta kuliner. Berbicara mengenai pengaruh cita rasa pada makanan Belanda, maka keju adalah tokoh utama dalam pembahasan kita kali ini. Menilik Belanda sebagai entitas geografis, daerah Holland Utara, Holland Selatan, Zeeland, Utrecht, dan Betuwe adalah daerah yang dikenal dengan melimpahnya produk susu. Sehingga beragam keju lezat dan terkemuka lahir dari kawasan ini. Kalian tahu tidak, bahwa produksi keju di Belanda mencapai 30 juta pound per minggu!

Dapat dipastikan bahwa keju dan produk olahan susu telah menjadi produk andalan bagi proses ekspor negeri Belanda. Keju Edam, Krenhem, Gouda maupun Leiden adalah jenis-jenis keju yang berasal dari Belanda. Kebanyakan keju produksi Belanda, memiliki nama sesuai dengan kota tempat mereka dihasilkan. Dari sekian banyak jenis keju yang terdapat di Belanda, Edam adalah jenis yang paling terkenal. Keju Edam ternyata mengandung kalsium tinggi, sodium serta vitamin A. Sungguh sarat dengan gizi sekali ya! Si bundar juga acapkali ditemukan sedang berpasangan di meja makan dengan champagne, buah apricot, melon atau cherry.

 Sumber: http://www.freefoto.com/preview/1450-11-76/Edam-Cheese—Holland

Dari abad 14 sampai ke 18, melalui aktifitas pelayaran para pelaut Belanda, Keju Edam telah diperdagangkan di jalur perdagangan internasional dan menjadi produk yang digunakan di berbagai negara. Keju Edam yang tidak mudah busuk, memiliki rasa yang ketika tua menjadi semakin lezat serta bentuk yang praktis untuk dibawa bepergian adalah andalan bekal makanan para pelaut ini. Di Indonesia, Keju Edam dapat ditemukan berlapis paraffin berwarna merah menyala. Hal ini diperuntukan guna melindungi Keju Edam dari kebusukan, serta menjadi ciri khas dari Keju Edam saat dijual di luar negeri. Namun, jika kalian menemukan Keju Edam yang berbungkus paraffin hitam, maka keju ini telah matang lebih dari 17 minggu. Sedangkan di Perancis, kepopuleran Keju Edam membuat masyarakat Perancis menghasilkan Keju Edam ala mereka sendiri. Keju ini bernama ‘Mimolette’, keju berukuran besar dan terkenal di kalangan pelaut Perancis Utara.

Sumber: http://www.thebettermousetrap.me/cuisine-dining/say-cheese-then-say-moet-et-chandon/

Keju Edam juga memiliki berbagai trivia menarik. Pada masa lampau, si bundar ini diproduksi dengan sebuah cetakan kayu yang berbentuk lingkaran. Cetakan kayu ini kerapkali digunakan sebagai pelindung kepala pada saat terjadi kerusuhan di Belanda. Berkat hal tersebut, populasi masyarakat Belanda disebut sebagai ‘cheese-heads’ atau kepala keju. Kemudian fakta yang paling menarik adalah ternyata pada zaman dahulu, Keju Edam yang berbentuk bulat dan sangat keras ini seringkali digunakan sebagai pengganti peluru meriam disaat para prajurit kehabisan peluru!

Luar biasa sekali, Keju Edam ini. Sekali lagi, Belanda tidak hanya menacapkan pengaruhnya melalui sektor pengetahuan dan penemuan. Namun, kemahsyuran Keju Edam menjadi bukti bahwa Belanda memang memiliki pengaruh magis di mata maupun lidah masyarakat dunia. Terbukti dengan banyaknya resep masakan dari berbagai negara yang menggunakan si bundar sebagai bahan baku. Seperti misalnya, kue kering bernama Kastangel yang menghiasi toples kalian pada saat Hari Raya Lebaran. Panganan ini berbahan baku Keju Edam lho. Lezat sekali bukan!

Nah, apakah kalian menitikan air liur ketika membaca artikel ini?

Yuk, ke Belanda dan mencicipi Keju Edam!

Sumber: http://www.expatica.com/nl/life-in-netherlands/lifestyle/Taste-and-say-Cheese_18531.html

Taste and Say Cheese!

Referensi

http://www.edam.com/edam_cheese.htm

http://prezi.com/f6uxrgctngrt/edam-cheese/

http://www.gadling.com/2012/04/03/edam-is-much-more-than-cheese-in-holland/

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s