KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#336 The Dutch Ideas of Life

Leave a comment

Oleh Erwinton Simatupang 

Health is not everything, but without health everything is nothing

Ungkapan di atas jelas menggambarkan begitu pentingnya kesehatan. Tanpa kesehatan, kita tidak bisa menikmati indahnya hidup. Lantas, apa hubungannya dengan bangsa Belanda? Karena Orang Belanda memiliki andil yang begitu besar dalam dunia kesehatan. Anda tidak percaya? Mari kita telusuri gagasan dan penemuan Orang Belanda di bidang kesehatan.

Anda tau mikroskop? Yups, alat untuk melihat benda tidak kasat mata ini merupakan langkah awal peranan Orang Belanda dibidang kesehatan. Zacharias dan Hans Jansen menjadi pelopor penemuan ini pada tahun 1590.

Foto Zacharias Jansen

Sumber foto : http://www.history-of-the-microscope.org/images/Zacharias-Jansen.jpg

Mereka menempatkan beberapa lensa di dalam sebuah tabung dan menemukan obyek dekat ujung tabung tampak lebih besar, jauh lebih besar daripada kaca pembesar sederhana.[1]Meskipun belum sesempurna mikroskop modern, ini jadi kemajuan penting dari pembesaran lensa tunggal.

Mikroskop Pertama

Sumber foto : http://www.history-of-the-microscope.org/hans-and-zacharias-jansen-microscope-history.php

Hingga pada akhir abad 17, Anton van Leeuwenhoek, yang masih merupakan Orang Belanda, melakukan pengembangan pengamatan terhadap mikrobiologi.[2]

Foto Anton van Leeuwenhoek

Sumber foto : http://www.ucmp.berkeley.edu/history/leeuwenhoek.html

Berkat penemuannya, kita sekarang sadar bahwa dunia ini dikerumuni oleh monster kecil dalam jumlah yang tak terhingga namun tidak kentara dengan mata telanjang. Sehingga, kita dapat mengamati mikroba-mikroba yang merugikan dan mencari cara untuk mengatasi efek negatif yang ditimbulkannya. Atas jasanya, Anton van Leeuwenhoek akhirnya dianggap sebagai the Father of Microbiology. 

(dari kiri ke kanan) 1. Eubakteria 2. Virus

Sumber foto : http://www.med.unhas.ac.id/fkuhmikro/index.php?option=com_content&view=article&id=56:mikro

Masih tidak jauh-jauh dari mikroskop, Jan Swammerdan juga menggunakan mikroskop dalam mengidentifikasi dan mencatat tiap jenis sel-sel darah kira-kira tahun 1658.[3] Sejak saat itu, mikroskop menjadi jendela untuk melihat dunia miniatur butir darah merah dan putih, sel-sel darah platelet, dan bagian cairan yaitu plasma. Perlu untuk diketahui, ternyata setetes darah terdiri dari 6 juta sel dalam setiap millimeter kubik dan tidak seorang pun yang melihat sel-sel tersebut sampai ditemukannya mikroskop. Bahkan, sebelum ditemukanya mikroskop, darah dianggap sesuatu yang dipuja serta dianggap misterius. Malahan, para tabib kuno mengecap darah dan ternyata terasa manis, dan mereka menduga darah mengandung gula.[4]

(Dari kiri ke kanan) 1. Jan Swammerdan 2. Sel darah merah

Sumber foto : http://www.nndb.com/people/334/000098040/

http://base.detik.com/static/a/50b5627af726cc25ed011956/original/darah%20merah%20ts.jpg

Nah, sekarang beralih ke tokoh yang menemukan dan mengembangkan ginjal buatan. Siapa lagi kalo bukanWillem Kolff, seorang dokter paling berpengaruh di abad ke-20.

 

Foto Willem Kolff

Sumber foto : http://graphics8.nytimes.com/images/2009/02/13/us/13kolff_190.jpg

Ginjal buatannya berevolusi menjadi mesin dialisis modern untuk membersihkan darah orang yang mengalami gagal ginjal. Bahkan, jasa beliau berdampak luas pada pengembangan organ buatan, termasuk mata, jantung, telinga dan anggota badan lainnya. Berkat penemuannya, beliau secara luas dinobatkan sebagai bapak organ buatan.[5]

Jantung buatan Willem Kolff

Sumber foto : http://img2.findthebest.com/sites/default/files/718/media/images/Willem_Kolff.jpg

Bahkan, Mesin elektrokardiogram (EKG) merupakan karya seorang lelaki Belanda yang lahir di Semarang, Indonesia. Mesin ini berfungsi untuk mendeteksi kelainan pada fungsi jantung, dengan mendeteksi sinyal-sinyal listrik yang diciptakan oleh gerakan otot jantung.[6]  Penemunya ialah Willem Einthoven, seorang peraih nobel kedokteran, tahun 1924.

(Dari kiri ke kanan) 1. WillemEinthoven 2. Awal mesin EKG

Sumber foto : http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/49/Willem_Einthoven.jpg/220px-Willem_Einthoven.jpg

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/1c/Willem_Einthoven_ECG.jpg/220px-Willem_Einthoven_ECG.jpg

Berbekal pengetahuan tersebut, dokter dapat membuat pengukuran yang detil terhadap aktivitas listrik jantung dengan menempelkan elektroda pada titik-titik tertentu tubuh pasien misalnya di bagian dada, lengan, dan kaki. Hasil yang tercatat, disebut elektrokardiogram, dapat mengidentifikasi kerusakan jantung. Beberapa kerusakan atau kelainan yang dapat diketahui adalah kerusakan cacat bawaan lahir, serangan jantung, dan penyakit sejenis rematik.[7]

Berdasarkan penjelasan di atas, apa yang dapat disimpulkan? Ternyata, kita sehat pun tidak lepas dari peranan Orang Belanda. Tidak salah apabila menyebut Orang Belanda sebagai pionir sejati yang mengubah hidup manusia menjadi lebih baik.

Referensi

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s