KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#335 Superhero Abad 21

Leave a comment

Oleh Erwinton Simatupang 

Bumi sedang dalam bahaya. Penyebabnya apalagi kalo bukan perubahan iklim, yang menjadi musuh besar dan berpotensi mengancam peradaban manusia abad ini. Semua negara, tanpa terkecuali, telah “diserang” berbagai dampak dari perubahan iklim, sebut saja seperti musim kering yang berkepanjangan, peningkatan frekuensi cuaca ekstrim, banjir, serta naiknya permukaan air laut merupakan sebagian kecil permasalahan yang timbul dari perubahan iklim. Perubahan ini ternyata erat kaitannya dengan air. Kenapa? Karena dampak perubahan iklim akan dirasakan melalui air.[1]

Sumber foto : http://www.america.gov/multimedia/photogallery.html#/14900/water/
Terkait usaha mengatasi masalah tersebut, ternyata bangsa Belanda layak disematkan julukan superheroabad 21. Berlebihan? Rasanya tidak. Pengalaman Belanda sebagai bangsa  pelopor yang mampu beradaptasi dengan air, akhirnya menempatkan Belanda menjadi bangsa di garis terdepan guna “melawan” dan mengatasi dampak perubahan iklim dalam percaturan global.

Sebagai contoh misalnya pencegahan banjir di Ho Chi Minh, Vietnam, yang menempatkan bangsa Belanda sebagai bagian problem solving, dengan menggabungkan sebuah lingkaran bendungan kecil di sekitar pusat kota dan daerah-daerah terpencil yang berpotensi banjir. Metode ini juga berdampak terhadap biaya pengeluaran menjadi lebih efisien tanpa mengurangi substansi kegunaannya.[2]

Sumber foto : http://www.dutchwatersector.com/news/wp-content/uploads/2013/03/dws-rhdhv-ho-chi-minh-flood-map-525px.jpg

Tidak hanya itu, guna melakukan pengolahan air limbah di Ninh Thuan, salah satu daerah termiskin dan terkering di Vietnam, keahlian bangsa Belanda masih begitu kental terasa.[3]

 

Sumber foto : http://royalhaskoningdhv.com/CMSGlobalFiles/SiteFiles/c1/c1d933e1-daeb-4405-a2d6-b5fd55c1552e.jpg

Keahlian Belanda mengenai air juga membantu Bolivia dalam menyusun sebuah sistem alarm yang bereaksi terhadap banjir. Harapannya, masyarakat mampu mendeteksi banjir lebih dini sehingga tindakan preventif dapat dilakukan.[4]

Banjir yang melanda Bolivia

Sumber foto : http://www.dutchwatersector.com/news/wp-content/uploads/2012/09/dws-wibo-flood-trinidad-2008.jpg

Belanda juga membantu Bolivia dalam pengembangan sistem air minum baru yang terhubung langsung dengan sumber air minum di La Paz.[5]

Sumber foto : http://www.dutchwatersector.com/news/wp-content/uploads/2012/10/dws-vei-la-paz-drinking-water-supply-525px.jpg

Mau bukti lagi? Mari beralih ke belahan bumi lainnya, tepatnya di Republik Maladewa. Semenjak tsunami memporak-porandakan sebagian besar Pulau Vilushufi, para ahli Belanda-lah yang membuat ukuran pulau tersebut menjadi empat kali lebih besar dari ukuran sebelumnya. Perlahan tapi pasti, Vilushufi kembali beroperasi dengan adanya pembangunan pelabuhan baru serta sistem prediksi terhadap serangan tsunami, yang masih hasil tangan para ahli Belanda. Kini, Vilushufi dinyatakan sebagai ‘safeisland’  oleh pemerintah Maladewa.[6]

Sumber foto :  http://www.boskalis.com/about-us/projects/project-overview/project/vilufushi-dredging-reclamation-reconstruction-and-environmental-monitoring-works.html

Itu-mah cuman 3 negara, belum mencakup secara global? Mungkin teman-teman berpikiran begitu. Ini dia saya suguhkan secara highlight negara-negara lain, seperti Kamerun, Rumania, Cina, Mesir, Italia bahkan Amerika Serikat juga membutuhkan peran bangsa Belanda di bidang perairan. Di Kamerun ada pengembangan industri Pelabuhan Kribi, kemudian ada small scale solutions di Rumania, wastewater reuseserta eco cities di Cina, sustainable irrigation di Mesir, strategi menghadapi angin topan di Venice, perlindungan menghadapi badai Katrina di New Orleans, pengintegrasian manajemen sumber air di Florida, serta penyediaan air bersih di Mozambik.

Bahkan, di Indonesia sendiri, peran bangsa Belanda tidak bisa kita lepaskan dalam upaya pengembangan lahan di Teluk Jakarta.[7]Pengolahan air bersih serta pengentasan polusi di berbagai sungai Jakarta juga belum jauh-jauh tuh dari peran bangsa Belanda.

Sumber foto : http://royalhaskoningdhv.com/CMSGlobalFiles/SiteFiles/bd/bd1ee075-82cf-47a1-80fc-4f9c916e00b4.jpg

Nah, dari penjelasan panjang di atas, coba kita bayangkan bagaimana jika seandainya bangsa Belanda tidak ada? Layaknya sebuah cerita fiksi yang kehilangan superheronya, bukan tidak mungkin masyarakat dunia akan kucar-kacir menghadapi musuh terbesar abad ini, apalagi kalo bukan perubahan iklim. Oleh karena itu,ungkapan The Netherlands is a small country that thinks big sangat layak ditujukan bagi Belanda.

Referensi

[1]http://www.america.gov/multimedia/photogallery.html#/14900/water/

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s