KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#334 Eating Design : It’s Not Only About Designing Food

2 Comments

Oleh Erwinton Simatupang

Belanda dikenal sebagai negara dengan sektor industri kreatif yang besar. Ini tentu berkorelasi dengan banyaknya desainer yang ada di negara tersebut, baik dalam bidang fashion, periklanan, jurnalis, produser film maupun artis visual.[1]

Namun, bidang desain di atas hanyalah bidang desain konvensional. Oleh karena itu, mari  kita berkenalan dengan seorang desainer Belanda, Marije Vogelzang, yang melahirkan bidang baru dalam dunia desain, yaitu eating design.

Marije Vogelzang

Sumber foto : http://sightunseen-sightunseen.netdna-ssl.com/wordpress/wp-content/uploads/2011/09/marijeFIN.jpg

Apa sih eating design? Mungkin teman-teman bertanya seperti itu. Marije Vogelzang mengungkapkan bahwa “Eating Design is to design from the verb ‘to eat’”. Sehingga, berbagai hasil desainnya diperoleh dari inspirasi asal-usul makanan, bagaimana cara makanan dihidangkan, etika memakan, dan budaya di sekitarnya. Maka, ia menyebut dirinya seorang eating designer bukan food designer, karena baginya makanan sudah begitu sempurna dirancang oleh alam, sehingga fokus desainnya terletak di sekitar “kegiatan memakan”.[2]
Kiprahnya di bidang eating design telah dijalani selama 12 tahun.[3]Karyanya bahkan sudah dipublikasi oleh The New York Times Magazine dan dipamerkan di Axis Gallery, Tokyo. Hasil desain yang diciptakannya memberikan pesan utama untuk melakukan pendekatan yang lebih sadar terhadap makanan.[4]

Sebagai contoh misalnya Eat Love Budapest, sebuah kegiatan yang menciptakan ikatan sosial diantara kelompok masyarakat yang berbeda. Dalam kegiatan ini, 10 perempuan Gipsi Roma memberi makan sembari bercerita tentang kehidupan mereka yang dulunya didiskriminasi di Hungaria pada orang lain yang tidak mereka kenal. Orang yang diberi makan tersebut tidak bisa melihat wajah atau mata yang melayani mereka, tapi mereka bisa melihat tangannya. Tujuannya, agar orang yang dilayani merasa seperti tidak ada kode sosial atau aturan yang perlu mereka ikuti.[5]

Sumber foto :http://www.designboom.com/weblog/images/images_2/2011/jenny/eatlovebudapest/eatlovebudapest02.jpg

Sumber foto : http://www.designboom.com/weblog/images/images_2/2011/jenny/eatlovebudapest/eatlovebudapest03.jpg
Karya lainnya adalah makan malam natal yang disebut Sharing Dinner. Ia mengkreasikan makan malam natal secara unik dengan menggunakan taplak meja yang dibuat celah sebagai penutup bagi para peserta, dengan kepala mereka diantara celah taplak meja dan tubuh mereka diluar taplak meja. Peserta yang awalnya tidak saling mengenal akhirnya saling membuka diri satu sama lain. Kegiatan ini menyampaikan pesan ‘kesetaraan’ tanpa memperdulikan pakaian, tampilan fisik yang terlihat maupun asal usul orang yang terlibat perjamuan tersebut.[6]

Sumber foto : http://suefeng.net/images/id/eating-design2.png

Sumber foto : http://besthomechef.com.au/wp/wp-content/uploads/2012/10/Marije-Vojelzang-sharing.jpg

Vogelzang juga menciptakan Black Confetti yang menjadi simbol penghormatan terhadap para pejuang Perang Dunia II di Rotterdam. Ia membuat sebuah karya makanan yang dulu marak disajikan saat perang terjadi. Kegiatan ini dilakukan dengan meminta resep asli makanan tersebut dari Museum Pertahanan Nasional. Beberapa korban yang selamat dari Perang Dunia II, datang dan mencicipi makanan tersebut. Hasilnya, kreasi Vogelzang telah membawa kembali kenangan di masa lalu bagi para korban perang tersebut.[7]

Sumber foto : http://www.marijevogelzang.nl/www.marijevogelzang.nl/eating_experiences/Pages/black_confetti_files/Media/war%20food%202/war%20food%202.jpg?disposition=download

Sumber foto : http://www.marijevogelzang.nl/www.marijevogelzang.nl/eating_experiences/Pages/black_confetti_files/Media/IMG_4423/IMG_4423.jpg?disposition=download
Berbagai kreasi lain Vogelzang ialah White Funeral Meal, yang menjadi simbol duka sekaligus berbagi kenangan pada makanan yang dihidangkan[8] ; membuat roti yang dinamai Green Line, sebagai simbol peperangan yang terjadi di Lebanon[9] ; Dutch National Tapwater Tasting, sebagai upaya penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya nilai air keran[10] ; dan masih banyak hal-hal lain yang tidak kalah unik.

White Funeral Meal

Sumber foto : http://www.designboom.com/cms/images/-andy01/proef2.jpg

Membuatroti Green Line

Sumber foto : http://www.marijevogelzang.nl/studio/workshops/Pages/Khobz_W_Meleh-_taste_of_Beirut_files/L1020944.jpg

Dutch National Tapwater Tasting
Sumber foto : http://www.marijevogelzang.nl/www.marijevogelzang.nl/exhibitions/Pages/National_tapwater_tasting_files/Media/1578264356_a032eac82c_o/1578264356_a032eac82c_o.jpg?disposition=download
Dari penjelasan di atas, tidak salah menyebutkan Orang Belanda selalu selangkah lebih majuSampai-sampai, seni dalam “kegiatan makan” pun terpikirkan Orang Belanda. Padahal, kita sering berpikiran kalomakan ya yang penting kenyang, tanpa memikirkan hal lainnya seperti seni, nilai, maupun estetika dari makanan itu sendiri.
Referensi
[1] http://www.nesoindonesia.or.id/mengapa-mengambil-studi-di-belanda/be-creative
[2] http://www.marijevogelzang.nl/www.marijevogelzang.nl/philosophy.html

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

2 thoughts on “#334 Eating Design : It’s Not Only About Designing Food

  1. Pingback: Finalis Kompetiblog 2013 | KOMPETIBLOG 2013

  2. pemaparanmu lugas, ilustrasinya apik dan eye-catching🙂 kedua hal ini membuat tulisanmu mudah dimengerti dan dipahami. selamat dan semangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s