KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#315 Belanda dalam Secangkir Kopi

Leave a comment

Oleh Shanny Permanasari

sumber : http://coffeemarket.com.au/different-coffee-types-from-around-the-world/

Kopi. Ke negara mana kata ini mampu membawa pikiran Anda? Mungkin Italia dengan espresso-nya atau Amerika Serikat dengan Starbucks-nya atau Indonesia dengan kopi Aceh, Lampung, Jawa, Toraja,….mari kita sebut kopi dari-Sabang-sampai-Merauke-nya. Pernahkah pikiran Anda terbang ke Belanda ketika mendengar kata kopi? Memang kopi bukan berasal dari Belanda dan Belanda tidak identik dengan kopi. Lalu apa hubungan antara Belanda dan kopi? Jangan buru-buru protes dengan judul tulisan ini karena kopi yang mungkin Anda nikmati setiap pagi tidak lepas dari jasa Belanda.

Perjalanan dimulai dari ‘pencurian’ kopi dari bangsa Arab. Ya, bangsa Arab adalah bangsa yang pertama kali bertani kopi pada abad ke 14 setelah membawa bibit kopi dari Ethiopia. Arab berhasil mengolah biji kopi menjadi minuman dan menjadikan kopi sebagai komoditi yang menguntungkan. Popularitas kopi di Timur Tengah berkembang pesat hingga terkenal sebagai “Moslem Wine”.  Untuk mempertahankan monopoli perdagangan kopi, bangsa Arab melarang ekspor benih kopi. Benih kopi yang subur pun diolah untuk mencegah persebaran tanaman kopi ke negara lain. Namun, pada tahun 1616 para penjelajah Belanda berhasil membawa pulang benih kopi subur ke Amsterdam untuk kemudian dikembangkan dalam rumah kaca.

Kecerdikan Belanda tidak hanya sampai di situ. Sekitar tahun 1658 Belanda mulai menanam kopi di daerah koloninya di Ceylon (Sri Lanka) hingga selatan India. Kemudian tahun 1696 Belanda memanfaatkan kesuburan tanah Jawa untuk meningkatkan produksi kopi mereka. Tahun-tahun berikutnya Belanda berperan penting sebagai pemasok kopi terbesar di Eropa. Ekspor kopi besar-besaran ke Eropa yang dilakukan oleh Belanda selama berabad-abad tentu sangat berpengaruh dalam pembentukan budaya minum kopi di Eropa. Jika kita lihat sekarang 10 besar negara pengonsumsi kopi terbanyak didominasi oleh negara-negara Eropa terutama negara-negara Skandinavia yang memuncaki daftar negara pengonsumsi kopi. Hingga kini kopi menjadi bagian dari gaya hidup. Belanda sendiri menempati urutan ke 5 setelah Finlandia, Norwegia, Islandia dan Denmark.

Pada tahun 1714 Belanda menghadiahi Raja Perancis Louis XIV benih kopi. Tentu saja Perancis tidak tinggal diam dengan pemberian berharga ini. Mereka mulai menyebarkan benih kopi pada 1720 di tanah jajahan mereka di Pulau Martinique di kawasan Karibia dan sebagian Amerika Selatan. Namun, ini bukan kali pertama benua Amerika mengenal kopi karena sebelumnya, pada tahun 1712  lagi-lagi Belanda sudah memperkenalkan kopi di Suriname yang pada saat itu juga merupakan tanah jajahan mereka. Distribusi kopi terus berlanjut ke negara sekitar Suriname seperti Haiti dan Brazil yang pada saat ini merupakan pengekspor kopi nomor 1 di dunia. Tidak segera berpuas diri, Belanda masih memperluas jangkauan kapal dagangnya dan memperkenalkan kopi pertama kali pada Jepang pada abad ke 17.

Dengan ini sejarah membuktikan (lagi) bahwa Belanda, negara kecil yang miskin lahan dan tidak didukung iklim yang memadai untuk bertanam kopi mampu memelopori persebaran kopi ke berbagai penjuru dunia dan mampu bertindak sebagai eksportir meskipun tidak dari tanah sendiri. Indonesia sebagai mantan jajahan Belanda paling tidak mewarisi bisnis kopi ini. Hingga sekarang Indonesia tercatat dalam 4 besar negara pengekspor kopi di dunia.

Pada akhirnya sejarah panjang Belanda dan kopi dapat kita nikmati  dalam harumnya secangkir kopi.

Referensi
http://www.ico.org/coffee_story.asp
http://coopcoffees.com/resources/coffee/coffee-timeline
http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_coffee#Netherlands
http://www.food-info.net/uk/products/coffee/hist.htm
http://www.wtop.com/247/3070614/Countries-that-consume-the-most-coffee
http://www.seriousrankings.com/top-10-coffee-producing-countries/

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s