KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#309 Kotoran pun Disulap Menjadi Pembangkit Listrik oleh Belanda

Leave a comment

Oleh Dwi Cahya Astriya Nugraha 

Selain pelopor kincir angin, Belanda pun menjadi pelopor dalam manajemen kotoran ternak menjadi pembangkit listrik.  Sebagai negara penghasil produksi peternakan nomor dua di dunia, faktanya Belanda yang berpenduduk sekitar 15 juta orang ini, tinggal di negara kecil dengan luas daerah 41,526 km2 dan  penduduk  berbagi tanah dengan 4,7 juta sapi, 13,4 juta babi, 44 juta ayam petelur, ayam pedaging 41 juta, dan 1,7 juta domba.
Limbah kotoran ternak menjadi masalah karena ternak menghasilkan kotoran 3 sampai 4 kali dari yang dibutuhkan untuk pertanian. Limbah ini pun selain mengotori lingkungan juga berpotensi mencemari air sungai. Namun berangkat dari semangat pionir, Belanda mendapati solusi  untuk masalah tersebut.
Gerda Verburg, menteri pertanian, lingkungan dan kualitas pangan Belanda, meresmikan pembangkit listrik biomassa terbesar di dunia yang menggunakan bahan baku kotoran ayam.
Proyek senilai 150 juta euro dimiliki dan dioperasikan oleh beberapa perusahaan, yaitu Delta, ZLTO, Austrian Energy & Environment A.G.. Fasilitas tersebut bisa menghasilkan listrik sebesar 270 juta kWh pertahunnya atau cukup untuk 90.000 rumah.
Pembangkit yang berkapasitas 38MW tersebut merupakan solusi yang tepat untuk masalah lingkungan di Belanda. Dengan kebutuhan bahan baku 440.000 ton kotoran ayam setiap tahunnya, akan menghasilkan lebih dari 270 juta kilowatt jam listrik per tahun. Setidaknya telah mengurangi sepertiga dari jumlah total kotoran ayam yang dihasilkan. Belanda menghasilkan 1,2 juta ton kotoran ayam setiap tahunnya. Hingga kini, sebanyak 800.000 ton diproses.
Belanda juga mempunyai perusahaan terbesar di dunia yang dapat mengubah sampah menjadi energi listrik.
Warga Belanda memisahkan sampah menjadi: sampah organik, sampah yang bisa didaur ulang, sampah yang tidak berbahaya bila dibakar, dan sampah yang berbahaya/beracun. Pemerintah Belanda menyediakan tempat-tempat sampah sesuai jenisnya, sehingga memudahkan dinas pengelolaan sampah untuk mengolahnya. Sampah organik seperti sisa makanan ataupun daun-daunan kemudian diproses menjadi pupuk kompos. Sampah-sampah seperti kertas, kaca, dan logam bisa didaur ulang kembali. Sedangkan sampah-sampah yang tidak berbahaya dibakar untuk kemudian bisa membangkitkan pembangkit listrik tenaga uap (ini bisa jadi solusi buat PLN yang katanya lagi krisis energi). Sedangkan sampah-sampah berbahaya seperti batu baterai dan aki di karantina karena berbahaya bagi lingkungan (sanitary landfill).
Dengan dibantu staf Avilux, perusahaan kolektor sampah, seorang warga Belanda akan membuang sampah yang diangkut oleh mobilnnya
Dari sampah, Belanda dapat memperoleh pembangkit listrik.Pembuangan sampah di TPA sudah tidak menjadi pilihan lagi karena TPA memerlukan lahan yang luas sedangkan Belanda dihadapkan pada keterbatasan lahan. Suatu solusi terintegrasi yang seharusnya bisa diterapkan di Indonesia.
Pembakaran sampah (incineration)recycling, dancomposting, menjadi tumpuan dalam penanganan sampah di Belanda pada saat ini. Saat ini ada lebih dari 11 incinerator power plant  yang dikelola oleh 6 perusahaan yang berbeda, yaitu: AEB, HVC, AZN, Twence, AVR, dan Essent. Total listrik yang dihasilkan dari semuaincinerator power plant  tersebut adalah sebesar 365 MWatt. Incinerator AVR sanggup membakar sampah sebesar 50 ribu ton per jam untuk memproduksi listrik sebesar 15 MWatt.
Melalui sejarah yang cukup panjang ditambah dengan aktivitas manusia yang terlihat boros energi, Belanda berhasil mengelola kotoran secara ramah lingkungan dan mengubahnya menjadi pembangkit listrik.

Referensi

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s