KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#306 Yang Perlu Diingat dari yang Terlupakan: Reruntuhan Belanda yang Menguntungkan

Leave a comment

Oleh Luppy Pengesti

Buku-buku pelajaran sejarah kita yang sudah tercetak ratusan kali mungkin masih mengandung kisah yang tertulis sama dari tahun ke tahun ; bagaimana Belanda mulai menjajaki kakinya negeri ini, siapa sajakah para pemimpinnya yang diceritakan sedemikian kejamnya, berbagai kisahnya dalam berperang melawan rakyat Indonesia, hingga kisah  bagaimana runtuhnya kekolonialan mereka di negeri ini yang sudah terbangun berabad-abad. namun, di balik semua yang ditinggalkan Belanda di negeri ini, adakah yang masih dapat kita ingat selain ‘penjajahan’ semata?
Tak semua yang dinilai buruk, meninggalkan catatan buruk pula. Hanya saja mata kita perlu dilatih untuk dapat menemukan satu titik baik yang tercipta di tengah kegelapan. Demikian pula dengan Belanda dan segala jejak perintisnya di negeri kita. Kisah demi kisah pahit mengenai penjajahan memanglah kelam, namun masih ada berbagai hal baik yang dapat kita ingat dan kita kagumi dari masa tersebut. Apa itu?

Adakah salah satu dari kalian yang mengagumi peninggalan Belanda ini?
 

Ya. Memang sebuah bangunan tua, yang masih berdiri tegak dengan anggunnya ditengah kemajuan kota Jakarta menjadi kota megapolitan. Seakan ia tetap ingin menjadi saksi bisu akan sejarah betapa megahnya pembangunan kota Batavia pada masanya oleh Belanda.
Museum Fatahillah yang juga dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi. Gedung ini dulu adalah sebuah Balai Kota (bahasa Belanda: Stadhuis) yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jendral Johan van Hoorn. Bangunan itu menyerupai Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan  ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara.Pada tanggal 30 Maret 1974, gedung ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah.

kawasan kota tua Jakarta saat ini
 
Tak hanya Musium Fatahilllah saja yang masih kokoh menjadi saksi sejarah ditengah era modern ini, beberapa bangunan bersejarah lainnya juga masih tetap cukup terawat di kawasan kota tua Jakarta. Saya termasuk salah satu orang yang mengagumi karya-karya arsitektur Belanda di Indonesia. Beberapa kali saya pergi ke kawasan kota tua Jakarta dan menikmati suasana masa kolonial di tengah majunya ibu kota. jika saja waktu dapat diputar, saya ingin sekali kembali ke masa itu. Masa-masa dimana kota Batavia berjaya dengan arsitektur keeropaannya, melihat pemandangan kota yang begitu lapang dan tenang.
Sayangnya, tak semua orang berpikiran sama, yaitu untuk mengembangkan kawasan kota tua menjadi salah satu tujuan wisata yang memukau bahkan untuk para turis asing. Terakhir saya pergi kesana, semakin saja banyak bangunan yang tak terawat bahkan hampir hancur. Bagi saya, ini mungkin salah satu bentuk ketidakpedulian kita akan peninggalan-peninggalan sejarah yang semestinya dapat kita jaga dengan baik. Saya yakin, jika kota tua dikembangkan dengan serius,hasilnya pun akan berdampak baik untuk negeri ini.
Inilah yang perlu kita ingat dari apa yang kita lupakan, bahwa jejak yang kelam dari Belanda pun masih dapat memberikan manfaat untuk bangsa ini, jika kita dapat melihatnya lebih ‘jeli’ lagi. viva la geschiedenis!

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s