KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#299 Netherlands: The Dream Land with Zero Buffering

Leave a comment

Oleh Yoan Utami

Netherlands
Gambar 1. The Netherlands

Siapa yang bisa menyangkal kalau kini kita hidup di dua dunia sekaligus?! Yup, dunia nyata dan dunia maya. Hampir sebagian besar penduduk dunia hidup akur dengan internet. Bahkan, gadget yang terkoneksi dengan internet menjadi hal yang pertama kali dicari saat bangun tidur!

Dunia digital telah menyulap hubungan jarak jauh menjadi begitu dekat. Segala perkembangan di belahan dunia selatan misalnya, bisa diakses dalam hitungan detik di belahan dunia utara. Hal ini mengisyaratkan adanya tuntutan baru dalam kecepatan koneksi internet. Bayangkan betapa stress nya kamu saat harus mengunduh file pdf dengan kecepatan internet hanya 1,34 Mbps! Dibandingkan dengan kecepatan internet sebesar 8,4 Mbps, misalnya.

utp_cable_header
Gambar 2. Kabel Dunia Digital

Nah, Belanda harus berbangga hati, karena kecepatan koneksi internet di negeri kincir angin ini mencapai angka rata-rata 8,6 Mbps (Megabit per second). Laporan terakhir Akamai tahun 2013, menyatakan bahwa Belanda masih menjadi salah satu negera pioneer akses internet tercepat di dunia, Wow! Bahkan untuk seluruh negera Eropa, Belanda berhasil menjadi yang paling unggul, bersama Latvia dan Switzerland. Amerika Serikat sendiri masih jauh di bawah Belanda.

q2_2011_world_internet_broadband_connection_speeds
Gambar 3. Laporan Akamai Tahun 2011

Paling menarik lagi di negeri ”zero buffering” ini, ialah kecepatan broadband yang mencapai angka di atas 5 Mbps, setara dengan 66% pengguna internet. Padahal rata-rata dunia menurut Akamai hanyalah 27%. Keterlibatan aktif pemerintah Belanda juga tak kalah penting dalam menghasilkan rata-rata 38,1 koneksi broadband per 100 kota di Belanda. Maka jangan heran jika Belanda menjadi negara dengan koneksi fixed-broadband tercepat di benua Eropa.

Pic3-Technologies-2010-OECD
Gambar 4. Presentasi Akses Internet Broadband dengan Berbagai Teknologi (Belanda unggul)

Sebagaimana yang kita ketahui, keuntungan dari koneksi broadband memungkinkan akses internet ke berbagai perangkat, seperti ponsel, komputer notebook, tablet, i-Pad, dan PDA. Dibandingkan dengan wireless, broadbandtentu jauh lebih efisien dari segi mobilitas. Namun, di Indonesia, broadband belum mendapat porsi besar seperti Belanda, sekitar 95% masih memilih koneksi wireless yang sebenarnya didisain untuk low traffic, lalu alih-alih menjadi high traffic, yang kemudian membuat transfer data di Indonesia menjadi lambat.

low occupancy
Gambar 5. Amsterdam Metropolitan Area

Kembali lagi ke Belanda, rating kecepatan internet yang tinggi di negeri ini disebabkan oleh densitas dari koneksi broadband yang tinggi di Amsterdam Metropolitan Area. Orang Belanda menyebutnya Metropoolregio Amsterdam, ini adalah area yang ditargetkan Belanda menjadi pusat laboratorium digital Eropa (dan dunia). Area ini menjadi pusat infrastukrur pengembangan jaringan internet fiber optik. Sistem fibre-optic ini adalah metode transmisi jaringan internet dengan pulsa cahaya dari fiber optik. Metode ini membutuhkan infrastruktur rumit dan biaya yang tidak sedikit. Akan tetapi dengan sistem ini koneksi internet dapat berlangsung hampir tanpa hambatan. Dan lagi-lagi, Belanda menjadi pioneer dalam penyediaan jaringan internet glass-fibre dengan harga yang murah dan terjangkau, supberp!

broadband-fibre-optic-300x247
Gambar 6. Ilustrasi Jaringan Fibre-Optic

Lebih mengagumkan lagi bahwa 90% rumah-rumah dan perusahan di Metropoolregio Amsterdam telah terkoneksi internet. Saat ini telah tersedia sistem fiber-optic sebanyak 43.000. Pada tahun 2015, jaringan high-speed fibre optic ini ditargetkan tersedia dalam jumlah 450.000, atau 10 kali lipat lebih banyak!

datacenter_header
Gambar 7. Infrastruktur Pendukung Sistem Fibre-Optic

Sekali lagi, beruntunglah penduduk negeri Belanda, mereka dapat menggunakan sistem ini dengan biaya yang murah dan stabil, dengan adanya Amsterdam Internet Exchange, sebuah platform yang dicanangkan negera Belanda untuk menjadi pusat transpor data paling besar di dunia!

Buat kamu yang masih suka ngedumel dengan kecepatan internet di bawah rata-rata, mungkin Netherlands bisa jadi tempat minggat

Referensi

http://nessaifana.wordpress.com/bab-3-kecepatan-akses-internet/
http://www/iamsterdam.com/Europes:/20fastest:/20internet:/20hub
http://www.hollandfinancialcenter.com/thenetherlands#1inbroadbandconnection
http://www.tekno.kompas.com
http://en.wikipedia.org/wiki/fibre-optic_communication
http://www.ams-ix.net
http://www.itu.int/ITU-D/eur/NLP-BBI/CaseStudy/CaseStudy_POL_About_Poland.html
http://www.telecoms.com/40034/fttx-connections-rise-69-in-europe/
http://www.ispreview.co.uk/story/2011/10/11/akamai-reveals-uk-average-internet-connection-speeds-hit-5mbps-in-q2-2011.html

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s