KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#288 Langzaam, Spoor en Kijker

1 Comment

Oleh Monika Novena

Perkenalan saya dengan bahasa Belanda bisa jadi terbilang unik. Bermula saat saya ngobrol bersama dengan simbah atau bapak. Kadang disela-sela obrolan itu terselip kata-kata atau istilah yang menurut saya aneh. Awalnya saya tidak terlalu mencermati kata-kata yang sering digunakan mereka. Namun lama-lama rasanya menggelitik juga mendengar kata-kata seperti langsam, keker, kerkop yang lumayan sering digunakan saat kami sedang  asik berbincang. Berhubung penasaran, akhirnya saya bertanya apa arti kata itu dan dari mana asalnya. Selidik punya selidik ternyata kata-kata unik yang sering digunakan itu berasal dari bahasa Belanda.

Kapal VOC mendarat di Hindia-Belanda (Indonesia)

Memperkaya Kosa Kata

Intensitas mengenal bahasa Belanda pun semakin sering setelah mempelajari bahasa Belanda secara khusus. Saya jadi semakin paham kalau bahasa Belanda banyak mempengaruhi bahasa Indonesia, bahasa jawa serta bahasa-bahasa nusantara lainya. Di jawa sendiri begitu banyak kata-kata Belanda yang diserap oleh pribumi jawa menjadi kosa kata baru.

Berhubung pada saat itu pribumi jawa merasa kesulitan dalam pelafalan bahasa Belanda, akhirnya mereka menirukan dan mengadopsi sesuai dengan lidah orang jawa. Contohnya saja kijker dilafalkan menjadi keker yang berarti teropong, kerkhof-kerkop (kuburan), langzaam-langsam (lancar) atau yang bikin saya terkikik adalah kata zwempak-sempak yang sesungguhnya dalam bahasa Belanda berarti pakaian renang, vermaak-permak, achteruit-atret dan masih banyak lagi.

sepur berasal dari kata spoor yang sebenarnya berarti jalan kereta api

Peribahasa jawa holopis kuntul baris yang berarti bekerja dengan gotong royong itu ternyata juga berasal dari bahasa Belanda. Konon saat kapal VOC berlabuh dan membongkar muatan, salah satu awak kapalnya berteriak, “Help, iets ontilbaars” atau tolong ada barang yang tidak terangkat!. Kemudian satu kapal saling bantu untuk mengangkat barang yang terlupa tadi. Masyarakat setempat yang saat itu mendengar dan melihat kelakuan para ABK VOC kemudian menirukannya menjadi holopis kuntul baris.

Bahasa Paling Banyak Diadopsi

Masa kolonialisasi Belanda memang menjadi sejarah kelam bangsa ini namun disisi lain juga membawa hal-hal baru bagi bangsa Indonesia. Salah satunya adalah bagaimana bahasa Belanda memperkaya bahasa Indonesia. Total ada sekitar 3.280 kata yang telah diserap dari bahasa Belanda. Bandingkan dengan bahasa Inggris 1.610 kata, bahasa Arab 1.495 kata dan bahasa Portugis hanya 131 kata.

Bahasa Belanda mulai digunakan sejak Belanda masuk dan menjajah sebagian wilayah kepulauan Indonesia. Sekolah-sekolah berbahasa Belanda juga didirikan. Pada saat itu pribumi yang  bisa berbahasa Belanda memiliki hak-hak lebih banyak, seperti boleh memakai topi atau boleh menikah dengan orang Eropa.

kata-kata serapan dari bahasa Belanda

Setelah Indonesia merdeka, bukan berarti bahasa Belanda kemudian tidak digunakan lagi. Bahasa Belanda masih menjadi referensi yang penting di Indonesia. Beberapa dokumen serta istilah-istilah dalam perkuliahan juga masih menggunakan bahasa Belanda. Contohnya bagi mahasiswa yang belajar di fakultas hukum, antropologi, linguistic dan arkeologi banyak sumber bidang studi tersebut yang masih tertulis dalam bahasa Belanda.

Bahasa Belanda merupakan bahasa germanic barat yang mempunyai kemiripan dengan bahasa Jerman. Bahasa Belanda juga memiliki kemiripan dengan bahasa Inggris dan dipakai oleh lebih dari 22 juta orang diseluruh dunia. Dan ada sekitar 17.560 kata dalam bahasa Belanda yang telah diserap oleh bahasa lain. Salah satunya adalah kata Baas (bos) yang telah diadopsi dalam 57 bahasa yang tersebar di seluruh dunia yang membuat kata itu menjadi kata Belanda yang paling banyak diadopsi. Menarik bukan? yuk, belajar bahasa Belanda!

Referensi

www.wikipedia.org
www.nesoindonesia.or.id
www.erastaal.or.id
www.pinasthikaward.com

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

One thought on “#288 Langzaam, Spoor en Kijker

  1. Sungguh artikel yang luar biasa Mbak Monika. Semoga mbak Monika menang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s