KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#284 Juara Harus Punya Suara

2 Comments

Oleh Paramita Gotami

Suara diperjuangkan setiap makhluk hidup di dunia. Demi suara, orang rela berlumpur, berlumut, dan berdarah. Suara adalah kenikmatan tertinggi yang bisa diperoleh manusia.

Kalau mendengar kata suara, persepsi setiap orang pasti berbeda. Buat saya, suara berarti kebebasan. Kalau mendengar kata kebebasan, pikiran orang pasti melayang kemana-mana. Buat saya, kebebasan berarti Belanda.

Semua orang mungkin tahu Belanda memang terkenal dengan kebebasannya. Yang mungkin tidak semua orang tahu, dengan kebebasan yang hampir tidak terbatas itu, Belanda telah banyak mengukir sejarah yang melampaui batas nalar manusia.

Sebut saja Vincent van Gogh. Salah satu pelukis terbesar dalam sejarah seni ini menyerukan suara lewat lukisan-lukisannya yang berbeda dari hasil karya pelukis-pelukis di zamannya. Ia tidak mau dikekang oleh gaya impresionisme yang tipikal, sehingga ia mengembangkannya menjadi ekspresionisme yang lebih ekspresif dan emosional. Warna-warna berani yang digunakannya menginspirasi banyak pelukis hingga sekarang. Tidak hanya van Gogh, Rembrandt van Rijn juga merupakan pelukis asal Belanda yang patut dijadikan panutan. Kita mungkin takut untuk berubah dan skeptis akan perubahan, tapi Rembrandt tidak pernah takut untuk mengubah dirinya lewat lukisan. Hasilnya? Ia menjadi pelukis yang namanya tidak pernah mati.

Jiwa kebebasan yang identik dengan Belanda juga telah mendorong Andreas Vesalius untuk mengkritik Galen—seorang ahli kedokteran yang amat terkenal temuan-temuannya—soal anatomi manusia. Ia berani melawan teori yang telah dipakai berabad-abad dengan apa yang menurutnya benar, walaupun, dalam prosesnya, ia dikritik dan ditentang. Efeknya, Vesalius kemudian dikenal sebagai pelopor anatomi manusia modern. Atmosfer kebebasan yang sama mempengaruhi Desiderius Erasmus untuk menentang dogmatisme dan membawa kembali apa yang dicetuskan Socrates. Karena protesnya ini, masyarakat kembali berdiri sebagai individu yang memiliki kehendak sendiri. Hal ini juga menjadikan namanya digunakan sebagai program yang berperan besar dalam pendidikan di banyak negara, yaitu Erasmus Mundus.

Tidak hanya itu, untuk mencapai kesuksesan, Belanda menunjukkan kebebasan dan keberaniannya dalam mengambil risiko dengan menjadi salah satu negara pertama yang mengganti mata uangnya ke euro, sebuah langkah besar bagi negara maju seperti Belanda.

Berkat kebebasan dan toleransi yang didukung oleh Negeri Belanda, keberanian lahir sebagai dampaknya. Keberanian inilah yang mencetuskan pemikiran-pemikiran yang tidak berani dikemukakan oleh mereka yang tidak memiliki kemewahan untuk bebas berpendapat, pemikiran yang murni dari diri seorang individu dan tidak terpengaruh ataupun terkekang oleh pemerintah yang memiliki kewenangan terhadapnya. Tidak heran banyak juara berasal dari Belanda atau dipicu oleh kebebasan yang diusung oleh negeri kincir angin ini.

Tidak akan ada kesuksesan kalau tidak ada kebebasan. Tidak akan ada kebebasan kalau tidak ada Belanda. Kedengaran berlebihan, mungkin, tapi Raden Ajeng Kartini pun barangkali tidak akan terinspirasi untuk memajukan wanita Indonesia kalau bukan karena teman-teman korespondensinya di Belanda. Dan jika tidak ada emansipasi wanita, kita semua tahu akibatnya: wanita Indonesia selamanya akan menjamur di rumah dan tidak pernah punya kesempatan untuk mengenal dunia.

Referensi

http://www.vangoghgallery.com/misc/bio.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Post-Impressionism

http://en.wikipedia.org/wiki/Rembrandt

http://en.wikipedia.org/wiki/Andreas_Vesalius

http://www.bbc.co.uk/history/historic_figures/vesalius_andreas.shtml

http://www.historyguide.org/intellect/erasmus.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda

https://id.wikipedia.org/wiki/Kartini

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

2 thoughts on “#284 Juara Harus Punya Suara

  1. jadi ber “suara” disini intinya mencoba berpengaruh tanpa terpengaruh, meski sendiri, mantap…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s