KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#275 Maclaine Pont: Perintis Arsitektur Indonesia

2 Comments

Oleh Putri Nurmala

“Arsitektur….adalah bagian dari kegiatan manusia dalam menciptakan sesuatu untuk dirinya agar keluar dan menundukkan alam”

Kita mungkin kurang mengenal Henri Maclaine Pont, tetapi setidaknya kita mengetahui Institut Teknologi Bandung (ITB), perguruan teknik terkemuka di negeri ini, tempat Soekarno, proklamator RI, menimba ilmu. Kampus ITB, pertama kali dirancang oleh Maclaine Pont pada masa kolonial dulu. Pont berkebangsaan Belanda, meski ia lahir di daerah Meester Cornelis (kini Jatinegara), pada tanggal 21 Juni 1885.

Suatu saat, Pont diundang ke Indonesia untuk merancang Sekolah Tinggi Teknik di Bandung. Ia  mengerjakan desain di Belanda dan selesai pada tahun 1919, kemudian dibawa ke Indonesia. Selama dua tahun, Pont mengawasi pembangunan Sekolah Teknik itu bersama badan pembangunan pemerintah kota. Tahun 1920, bangunan selesai dan di resmikan oleh Gebernur Jendral Fock. Pada tahun 1921, perkuliahan dimulai dengan jurusan Teknik Sipil. Sekolah itu dinamai Techsnische Hoogeschool Bandung (THB).

 

Bangunan THB adalah satu di antara keempat bangunan di Indonesia yang telah dirancangnya dan masih berdiri. Pada masanya, Pont telah melahirkan seni yang disebut arsitektur Indisch, yaitu arsitektur yang memadukan unsur nusantara ke dalam langgam arsitektur barat. Hal ini jelas terlihat pada bentuk atap bangunan Aula Barat dan Aula Timur THB, dua di antara beberapa bangunan asli di kampus THB.

Hasil karya Pont pada bangunan THB adalah bangunan dengan suatu bentuk arsitektur kombinasi dari struktur modern dengan kayu lapis berbentuk atap arsitektur tradisional yang sangat harmonis. Arsitektur bangunan Aula Barat dan Aula Timur Technische Hogeschool mengacu pada arsitektur tradisional bangunan khas Minangkabau (sunda besar), yang lapisan-lapisannya membentuk “lembaran bunga teratai”. Atap yang berlapis-lapis diadopsi dari tradisi ruang berpilar yang dilacak dari relief-relief candi abad kesembilan di Jawa Tengah. Bentuk ruangan yang luas mengadopsi arsitektur Pendopo Jawa.

Seni arsitektur Indisch memang dipandang unik dan indah karena memadukan estetika dan fungsi. Bangunan-bangunan Indisch didesain dengan dasar kebudayaan barat, namun adaptif terhadap keadaan iklim tropis yang kelembaban, curah hujan, dan intensitas cahaya mataharinya tinggi.

Teori dari arsitektur yang Pont terapkan pada karya-karyanya adalah:

  1. Pendekatan pada faktor budaya dan alam dimana ia membangun sehingga karya arsitektural merupakan jawaban dari kebutuhan sosial.
  2. Pada setiap karya arsitektural harus dapat tercermin adanya hubungan yang logis antara bangunan dengan lingkungannya.
  3. Menggali akar budaya arsitektur klasik, dikaji dan kemudian dipadukan dengan arsitektur modern.

Dengan karya arsitektur hibridnya, Maclaine Pont telah mengevaluasi keberadaan artefak kolonial Belanda. Sebuah pemberdayaan, menggugat keseragaman tunggal seperti Barat atau tradisional, menjadi kebersamaan yang lebih rumit dan kritis. Aula Barat ITB dibuat Pont dengan menggabungkan hibriditas dari unsur lokal (Indonesia) dan teknik material Belanda. Upayanya mentradisionalkan budaya di pusat (pemerintahan kolonial) telah meretakkan struktur-struktur pendukungnya. Mungkin orang Indonesia perlu berterima kasih untuk hal itu.

Kini, kompleks ITB telah diperluas, namun karya Maclaine Pont tetap dapat nikmati di bagian depan kampus, Jalan Ganesha 10. Persisnya, Aula Barat dan Timur ITB, yaitu bagian yang paling impresif dari kampus kebanggaan orang Bandung ini.

Dengan karyanya yang unik dan aspiratif, Maclaine Pont telah menunjukkan penghargaannya pada perbedaan, pertentangan, kemajemukan, kerterbukaan dan penggandaan. Pont sudah merintis dan menginspirasi kita.

Referensi

http://aleut.wordpress.com/category/maclaine-pont-2/
http://anisavitri.wordpress.com/2009/05/19/maclaine-pont-perintis-arsitektur-indonesia/
http://www.itb.ac.id/news/1660.xhtml
http://thebatabatastudiodesain.blogspot.com/2009/08/henri-maclaine-pont.html

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

2 thoughts on “#275 Maclaine Pont: Perintis Arsitektur Indonesia

  1. nice🙂, Insya Allah menang mba’🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s