KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#263Belajar dari Negeri Penjinak Air

Leave a comment

Oleh Lisfatul Fatinah Munir

Kerajaan Tanah Rendah, begitulah sebutan negara adidaya yang satu ini. Berangkat dari kondisi negara yang hampir seluruhnya merupakan dataran rendah, ia tumbuh menjadi negara yang kuat dan unggul dalam berbagai teknologi terutama dalam hal menjinakkan air.

Adalah Belanda, negara yang dikenal sebagai Koninkrijk der Nederlanden(Kerajaan Tanah Rendah), negara yang sebagian besar datarannya lebih rendah dari permukaan laut. Tanah-tanah Belanda rata-rata berada 1-15 m dpl, hingga sangat memungkinkan negara yang tidak lebih luas dari Jawa Timur ini mengalami bencana banjir bandang dari lautan. Misalnya saja pada kejadian banjir pada 1953 menenggelamkan sebagian besar wilayah Belanda dan setidaknya 1.800 orang menjadi korban.
Kondisi alam seperti ini tanpa disadari menyulutkan api semangat Belanda untuk menciptakan sebuah sistem yang mampu menyelamatkan wilayahnya dari air bah. Dari tahun ke tahun Belanda terus membuat inovasi baru yang mampu menjinakkan air laut agar tidak menenggelamkan daratannya. Semangat ini tertuang dalam penemuan-penemuan mutakhir yang sampai saat ini diadopsi untuk menjinakkan air di negara-negara lainnya, termasuk Indonesia.
Pertama, upaya Belanda untuk menanggulangi banjir adalah “menciptakan” daratan dengan cara mengeringkan danau dan beberapa wilayah perairan. Hal ini pertama kali dilakukan pada 1612 dengan mengeringkan Danau Beemstar dan beberapa area perairan di bagian utara, barat, dan barat daya Belanda.

Dike

Kedua, Belanda menjinakkan air laut dengan membangun dike. Dike atau dalam bahasa Belanda disebut Dijk merupakan sebuah tanggul batu yang dibangun untuk  mencegah banjir dengan cara menahan air yang hendak ke daratan. Sistem dike ini turut menginspirasi Indonesia dalam menangani banjir. Sampai saat ini puluhan dike atau tanggul dibangun di sepanjang bantaran sungai, khususnya pada sungai-sungai di Jakarta.

Terpen

Selanjutnya adalah bukit-bukit raksasa dari tanah yang disebut terpen. Terpen pertama kali dibangun di daerah Friesland sepanjang ribuan mil di pesisir pantai. Sejumlah literature menyebutkan bahwa terpen diciptakan pada 1200 yang kemudian dikembangkan menjadi dike. Oleh karena itu, terpen dan dike memiliki sistem yang serupa. Yaitu sistem buka tutup otomatis ketika air laut pasang atau surut.

Kemudian, pada 1953 dibangunlahDeltaworks (Rencana Delta) yang merupakan dam semen raksasa di laut dengan posisi di antara pulau-pulau. Deltaworks dibangun setelah banjir yang menenggelamkan hampir seluruh bagian Belanda.
Satu lagi teknologi penjinak air yang diinisiasikan Belanda untuk dunia adalah dam atau bendungan. Bendungan merupakan konstruksi yang dibangun untuk menahan laju air menjadi waduk, danau, atau tempat rekreasi. Bendungan memiliki bagian yang disebut pintu air untuk membuang air yang tidak diinginkan secara bertahap atau berkelanjutan ke lautan. Sistem bendungan ini juga menjadi teknologi yang diadaptasi banyak negara dengan masalah banjir.
Terakhir adalah kincir angin. Selain dikenal sebagai pembangkit tenaga listrik, kincir angin di Belanda dimanfaatkan untuk mengalihkan, membendung air, serta menangkap dan mengalihkan angin dari daratan menuju lautan. Melalui sistem ini, air yang mengalir ke daratan dialihkan terus ke lautan. Dengan demikian aliran air yang menyebabkan banjir bisa terhalang.
Demikianlah rentetan teknologi penjinakan air dari Belanda yang dikenal dengan Teknologi Manajemen Air. Teknologi ini sampai sekarang terus diadaptasi berbagai negara di dunia, terutama Indonesia. Melalui teknologi “penyelamatan” dunia dari air bah, Belanda juga menjadikan teknologi ini sebagai warisan budaya mereka.
Referensi  

http://id.wikipedia.org/wiki/Bendungan
http://en.wikipedia.org/wiki/Dam
http://kompetiblog2012.wordpress.com/2012/05/22/698-belajar-atasi-banjir-dari-belanda/
http://miramarsellia.com/2010/04/24/semangat-itu-bernama-belanda/
http://mozaicnyaella.wordpress.com/2012/05/15/musuh-bebuyutan-yang-membuat-bangsa-belanda-kreatif/
http://property.okezone.com/read/2013/01/26/471/752032/apa-rahasia-belanda-atasi-banjir
http://rosiyanto.blogspot.com/2010/11/cara-belanda-menanggulangi-banjir.html

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s