KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#237 Bangsa Literer yang Menginspirasi Dunia

Leave a comment

Oleh Hendris Wongso
The Dutch have a rather distinctive character. 
Karakter Istimewa. Itulah konklusi bagi negeri ini. Siapa sangka bangsa dengan populasi lima belas kali lebih kecil dari Indonesia mampu tumbuh menjadi raksasa dunia?  Menyabet berbagai status bergengsi di ajang internasional sudah menjadi tradisi bagi mereka. Berbagai keunggulan yang diukir kerap kali membuka mata dunia mengenai kedikdayaan negeri ini. Tak pelak, begitu banyak pujian dan penghargaan yang layak disematkan bagi negeri Van Orange tersebut. Yuppp, itulah Belanda. Salah satu Goliat dunia.
Negeri nan Indah.
Penemuan mikroskop hingga mobil terbang menjadi bukti sejarah bahwa Belanda pantas disebut sebagai bangsa pionir yang menginspirasi dunia.
Tidak sampai di situ, kiprah negeri pendulang prestasi ini di mata masyarakat global juga sebanding dengan tingkat kesejahteraan masyarakat Belanda itu sendiri. Salah satu fakta yang dapat dijadikan indikator hal tersebut adalah laporan dari PBB tahun 2012 bertajuk “World Happiness Report” yang menempatkan Belanda sebagai negara bahagia keempat dunia [1].
Di tahun 2013, anak-anak Belanda dinobatkan sebagai yang paling bahagia di antara bangsa-bangsa di dunia [2]. Data ini tentu tidak mengejutkan karena kolaborasi kebebasan dan kreatifitas sangat kental terasa pada masyarakatnya.
Dari fakta menggiurkan yang terjadi di Belanda timbullah sebuah pertanyaan besar :
“Apa rahasia keberhasilan tersebut?”
Apa lagi kalau bukan karakter literis mereka? Di Belanda buku menjadi hal yang sangat akrab bagi masyarakatnya. Fakta ini membuat, banyak orang Belanda yang tercukupi pengetahuan dan wawasannya. Efeknya, kreatifitas masyarakat di sana juga sangat tinggi sehingga berimbas pada penemuan berbagai karya yang mendunia.
Kondisi ini tidak lepas dari peran pemerintah negeri Belanda. Sebagai bentuk keseriusan serta kesadaran pemerintah mengenai arti penting dunia perbukuan, di Belanda berdiri megah sebuah perpustakaan nasional Koninklijike Bibliotheek (KB) tepatnya di tengah Kota Den Haag. “Gunung Buku” julukan KB ini telah berdiri dari tahun 1798, sekaligus menjadi ikon masyarakat Belanda yang haus terhadap ilmu pengetahuan.
Pada tahun 2004, KB telah menyediakan 3,3 juta material perpustakaan [3]. Selain untuk pengunjung normal, perpustakaan di Belanda juga tersedia bagi kalangan tuna netra. Pemerintah melalui Dutch Federation of the Libraries for the Blind telah menyediakan sekitar 95.000 publikasi yang dapat diakses oleh tuna netra melalui aplikasi Vubis Smart [4]. Wooow, sebuah terobosan yang patut diacungi jempol.
Hingga 2013, sedikitnya terdapat 171 gedung perpustakaan di negeri ini yang tersebar 418 gemente (kota/desa) [5]. Jumlah tersebut relatif besar mengingat jumlah penduduknya hanya mencapai 16,74 juta jiwa [6]. Sebuah kenyataan di mana sisi humanisme perpustakaan seyogyanya dapat kita tiru.
Gunung Buku” – Julukan Koninklijike Bibliotheek (KB).
Berbagai usaha serius pemerintah dalam menggenjot minat baca masyarakat di sana terlihat dari beberapa kegiatan rutin yang diselenggarakan khusus bagi anak-anak seperti Nationale Voorleesdagen(Hari Membacakan Buku Nasional), Kinderjury (Juri Anak-anak), dan Kinderboekenweek (Minggu Buku Anak). Kondisi ini berdampak pada minat baca masyarakatnya yang sangat tinggi.
Sebagai hasilnya, kemampuan membaca masyarakat Belanda adalah yang terbaik di antara negara-negara eropa. Bahkan hal ini juga berimbas kepada kemampuan metematika dan sains yang begitu unggul. Dengan kemampuan yang sedemikian hebatnya, pantaslah bila Belanda hadir sebagai salah satu kekuatan dunia di berbagai bidang kehidupan.
Kemampuan membaca, matematika, dan sains masyarakat Belanda[7].
Dari kenyataan di atas kita (Indonesia) perlu belajar satu hal mengenaiurgentnya peran buku dalam menciptakan bangsa yang besar, mampu bersaing di dunia global, serta diakui oleh dunia. Pilihannya hanya ada dua yaitu tumbuh menjadi bangsa literer atau ‘mati’. Kabar baiknya pilihan tersebut ada di tangan kita. Namun, ada baiknya : Be  awesome, be a book nut.
Referensi

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s