KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#230 Daging Burger Sintetik Pertama di Dunia

Leave a comment

Oleh Luthfi Ramadhani

Daging burger kok bisa dibuat manusia ya?

Gimana cara bikinnya?

Terus bahannya dari apa? bentuknya gimana? rasanya kaya apa?

Beberapa pertanyaan diatas terlontar ketika penulis membaca sebuah artikel berbahasa inggris yang berjudul “Dutch Scientist grow meat for test tube burger?” Memang terlihat sedikit aneh dan membuat penulis berpikir kalau pembuat daging burger sintetis tersebut “kurang” kerjaan. Tetapi bukan karena mereka menganggur atau tidak memiliki pekerjaan tetap, lebih tepatnya mereka berpikir beberapa langkah ke depan untuk mengantisipasi tingginya permintaan daging sapi. Seorang ilmuan Belanda yang menjadi pioneer project ini, Dr Mark Post, menyadari jika kebutuhan daging dunia akan naik dua kali lipat pada tahun 2050 dan salah satu caranya adalah membuat daging sintetik.

Terbuat dari Organ Sapi

Sebuah hamburger pertama buatan manusia ini merupakan kumpulan jaringan protein yang dikembangkan dari jaringan sel hewan sapi. Mungkin sebagian dari pembaca bingung dalam membayangkan prosesnya itu seperti apa. Mudahnya, jaringan sel diekstrak atau diambil dari organ dalam sapi, kemudian dikembangkan di dalam media khusus, selanjutnya diolah menjadi serat-serat sehingga menyerupai daging.

Selama kurang lebih 6 tahun, mereka berjuang untuk membuat daging ini semirip mungkin dengan daging sapi regular. Salah satu tantangan terberat adalah memberi warna pink dalam daging dan membuat tekstur yang berserat seperti daging. Dengan begitu, orang tidak akan ragu lagi kalau yang dimakannya adalah daging buatan manusia.

Saat ini, Dr Post beserta tim dari Maastricht University, telah berhasil menciptakan daging dengan panjang 2 cm, lebar 1 cm dan tebal 1 mm. Memang masih jauh dari target utama yaitu membuat daging sebesar hamburger, tapi mereka sangat optimis akan menuju target tersebut.

cara

Ramah Lingkungan dan Sehat

 Dalam laporan yang dirilis Agricultural Organization (FAO) yang berjudul Livestock’s Long Shadow: Enviromental Issues and Options (2006), hewan ternak menghasailkan 18 % emisi gas rumah kaca, melebihi jumlah emisi gas rumah kaca dari transportasi di seluruh dunia yang hanya 13 %.  Menurut, Dr Post, dengan teknologi ini maka tidak perlu ada lagi hewan ternak khususnya sapi, sehingga emisi gas rumah kaca dari hewan ternak bisa berkurang. Disamping itu, kita bisa menghemat lebih dari  90 % tanah dan air yang digunakan untuk keperluan produksi daging.

mikir

Sementara itu, dari aspek kesehatan, timbul pertanyaan apakah daging sintetik ini aman dan sehat untuk dikonsumsi manusia. Dr Post pun menjawab dengan sangat yakin bahwa daging buatannya ini sangat sehat untuk dikonsumsi bahkan lebih sehat dari daging regular biasa. Kita dapat mengatur jumlah lemak sehat dengan merekayasa sel jaringan sapi tersebut. Selain itu, daging sintetis ini dibuat tanpa menggunakan hormon dan antibiotic serta bebas dari bakteri Salmonella.

Harga Masih Terlalu Mahal

Dr Post sendiri tidak begitu menjelaskan secara rinci berapa biaya yang dibutuhkan produksi daging sintetis dengan skala besar. Beliau hanya mengungkapkan bahwa dia menghabiskan Rp 2 triliun dalam penelitiannya membuat daging sintetis tersebut. Sebuah angka yang luar biasa mahal dibandingkan dengan daging hamburger regular yang berkisar Rp 20.000. Uang sebanyak itu digunakan untuk membayar para staff yang terlatih dan untuk membeli alat-alat pendukung dalam penelitian tersebut. Tetapi, angka tersebut bisa berkurang jika para ilmuan dapat meningkatkan effisiensi proses pembuatannya.

money

Menurut penulis sendiri, mendukung proyek yang dipimpin oleh Dr Post itu. Namun, hal yang perlu dicontoh adalah bagaimana sifat curiosity dan tidak mudah menyerah dari sebagian besar orang Belanda, khususnya Dr Post. Kedua hal tersebut adalah modal yang penting untuk menjadi seorang pioneer sejati. Sudah siapkah Anda siap menjadi pioneer?

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s