KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#227 Dementiaville, Saat Belanda Mengobati dengan Hati

Leave a comment

Oleh Rika Yudani 

Yuk, main tebak-tebakan film. 50 First Dates (2004), Iron Lady (2011), dan The Vow (2012). Apa kesamaannya?

Gambar 1. Apa persamaan ketiga film ini?

 Yup, kehilangan ingatan jadi latar belakang. Lucy hanya mengingat satu hari kehidupannya, Paige kehilangan memori lima tahun terakhir, dan tokoh Margaret Tatcher sulit membedakan masa lalu dan masa kini.

Faktanya, hal tersebut ada di kehidupan nyata. Bertambahnya usia atau shock pada kepala menyebabkan penurunan kondisi otak; yang oleh dunia medis disebut dementia. Salah satu contohnya Alzheimer yang diderita Ronald Reagan, dan menjadi penyakit paling mematikan ke-5.

Penderita dementia mengalami penurunan fungsi intelektual, kehilangan ingatan dan sulit menjaga emosi. Dulu, mereka dianggap gila dan disembunyikan. Mayoritas penderita diawasi 24 jam karena berpotensi membahayakan dirinya sendiri atau orang lain, bahkan menjadi sasaran penipuan sebesar Rp 3 milyar. Sebagian ditempatkan di RS atau panti perawatan; yang dalam beberapa kasus justru memperparah penyakit dan menambah depresinya.

Inilah yang membuat Yvonne van Amerongen tergerak. Tahun 1992, Yvonne tidak nyaman dengan bangsal lengang; para lanjut usia memandang kosong ke televisi. Baginya, “It wasn’t living. It was a kind of dying.”

Mulailah Dementiaville, juga dikenal dengan Hogeway, dikembangkan. Terletak di Weeps, daerah industri di pinggiran Amsterdam, Dementiaville adalah desa pertama dan satu-satunya di dunia yang dibangun untuk penderita dementia.

Gambar 2.Weeps, lokasi Dementiaville

Selain 23 rumah tinggal indah dengan kolam, air mancur, dan hamparan bunga, desa ini juga dilengkapi supermarket, salon, restauran, bar, dan bioskop. Desain tiap rumah berbeda, bahkan ada yang bernuansa Indonesia; mengakomodasi penghuninya yang berdarah Indonesia.

Gambar 3. Suasana Dementiavilla. Desa ini dikembangkan dengan pertanyaan mendasar: Tempat seperti apa yang ingin ditinggali oleh orang tua kita?

Awalnya, Dementiaville menjadi kontroversi karena mengizinkan penderita dementia beraktivitas leluasa tanpa pintu terkunci. Namun, lambat laun, konsep ini mendapat apresiasi seluruh dunia. Dementiaville berhasil meningkatkan kualitas hidup dengan membiarkan penghuninya melakukan hal-hal biasa; berbelanja, pergi ke salon, atau berkumpul di bar. Video tersembunyi dipasang untuk memastikan mereka aman. Para perawat menempatkan diri sebagai asisten rumah tangga, penata rambut, atau pegawai toko sehingga penghuni tidak dikondisikan sebagai pasien.

Ternyata, living the life, menjadi obat efektif!

Pertama datang, mayoritas penderita sulit mengurus diri, kasar, penyendiri, atau sangat bergantung pada obat. Seiring waktu, mereka mampu beraktivitas normal, membantu mengurus rumah, memasak, bahkan berkeliling desa dengan sepeda. Obat diberikan dalam batas minimal.

Gambar 4. Ruang tamu di salah satu rumah di Dementiaville. Tiap penghuni bebas berkunjung; tidak ada pintu yang terkunci.

Gambar 5. Hidup normal. Seorang penghuni Dementiaville mendapatkan perawatan di salon. Tanpa ia sadari, penata rambutnya juga seorang perawat.

Gambar 6. Margaretha Bos dan kakaknya berkeliling desa. Bahkan penderita dementia pun mencintai sepeda, sama seperti seluruh penduduk Belanda.

Gambar 7. Dengan diperbolehkan berbelanja sendiri, penghuni Dementiaville sekaligus diajarkan untuk mandiri.

Gambar 8. Dementia belum dapat disembuhkan total. Karenanya, penting membuat penghuni Dementiaville merasa bermanfaat, salah satunya dengan membiarkan mereka membantu memasak.

Poin yang paling penting: di Dementiaville mereka jauh lebih bahagia. Dementiaville menerapkan pengobatan yang ‘memanusiakan manusia.

Gambar 9. Living the live. Dua sahabat, Lex (kiri, 84 tahun) dan Henk (kanan, 76 tahun), tersenyum bahagia di bar Dementiaville.

Dunia tengah ‘bersiap’ menghadapi peningkatan penderita dementia. WHO memperkirakan akan ada 65 juta penderita dementia pada 2030. Di Inggris, satu dari empat tempat tidur RS digunakan penderita dementia. Sementara di Indonesia, 15 persen masyarakat berusia 65 tahun ke atas mengalami dementia. Biaya kesehatan mereka sangat mahal, sekitar Rp 5.700 triliun pertahun, yang tentu akan membebani perekonomian suatu negara.

Konsep yang dikembangkan di Dementiaville, Belanda, telah menginspirasi banyak negara, termasuk Jepang, Jerman, dan Inggris. Swiss sedang membangun desa dementia-nya sendiri yang ditargetkan selesai tahun 2017

Ketika yang lain baru mulai, 21 tahun lalu Belanda telah mengawali. Inilah bukti, Belanda bukan hanya berinovasi teknologi, kreatif dalam seni, tapi juga menjadi pionir dalam konsep penyembuhan. Ya, karena Belanda mengobati dari hati.

Lalu, apakah Indonesia siap?

Will I remember those I love and those who love me? 
My heart drops
But wait, I am still here 
In the sun’s goodness.

(Steve Coleman, Australia; didiagnosa dementia pada usia 42 tahun)

Referensi

http://www.news.com.au/lifestyle/health-fitness/older-than-time-the-rise-of-early-onset-dementia/story-fneuzlbd-1226624494337
http://www.independent.co.uk/news/world/europe/switzerlands-dementiaville-designed-to-mirror-the-past-6293712.html
http://sehatkufreemagazine.wordpress.com/2012/07/22/

http://www.antaranews.com/berita/370193/kepikunan-dapat-dicegah-dengan-melatih-otak
http://www.dailymail.co.uk/news/article-2109801/Dementiaville-How-experimental-new-town-taking-elderly-happier-healthier-pasts-astonishing-results.html#ixzz2R061grd8
http://www.aplaceformom.com/blog/pioneering-dementia-care-facility/
http://www.floridatoday.com/article/20130423/NEWS01/304230008/Nelson-targets-Jamaican-scam-artists
http://www.alz.org/what-is-dementia.asp
http://en.wikipedia.org/wiki/Ronald_Reagan
http://tribune-democrat.com/local/x1915232181/Brain-disease-costs-on-rise-Alzheimer-s-is-5th-leading-cause-of-death-in-U-S

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s