KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#224 Mengatasi Banjir? Bergurulah Pada Belanda

1 Comment

Oleh Dini Nur Setyorini

Belanda merupakan salah satu negara terpadat di dunia yang lebih dari 60% negara ini letaknya di bawah permukaan laut. Zaman dahulu banyak korban yang kehilangan rumah dan nyawa akibat banjir karena sungai dan laut yang gagal diatasi dalam sistem pertahanan banjir. Karena hal tersebut akhirnya Belanda mendirikan sebuah kementrian khusus yang bertanggung jawab dalam perlindungan terhadap banjir.

Seperti yang kita tahu, di Indonesia sering sekali terjadi banjir, terutama di saat musim hujan. Mulai dari daerah pedesaan sampai daerah ibukota tidak luput dari musibah banjir. Sebagai contoh di Jakarta. Kota metropolitan yang merupakan ibukota negara Indonesia ini sering sekali mengalami musibah banjir, bahkan setiap tahun terutama di musim hujan musibah banjir di kota ini bisa dikatakan cukup parah. Tidak sedikit pula warga Jakarta yang menjadi korban akibat musibah ini, baik korban meninggal maupun korban luka-luka, bahkan banyak juga yang sampai kehilangan harta bendanya. Melihat kondisi memprihatinkan ini muncullah gagasan untuk belajar mengatasi banjir dari negara Belanda. Kenapa Belanda?

Belanda merupakan salah satu negara yang memiliki system penanganan yang ampuh dalam mencegah terjadinya banjir, walaupun hampir 60% dari wilayah Belanda terletak di bawah permukaan laut. Dan kesamaan dari kedua wilayah ini, yaitu Jakarta dan Belanda adalah sama-sama daerah yang terletak di bawah permukaan laut, sehingga merupakan solusi yang tepat untuk belajar mengatasi banjir dari negara Belanda.

Saat ini Belanda merupakan negara yang unggul dalam hal “mengeringkan laut”, sehingga bisa dikatakan hampir tidak pernah terjadi banjir di negara ini. Salah satu teknik yang dipakai oleh negara Belanda dalam pencegahan banjir adalah teknik pompanisasi dan system tanggul. Sebagian besar Amsterdam saat ini lebih rendah tujuh meter dari permukaan laut,. Namun berkat system pompa yang cukup, sudah hampir lebih dari 40 tahun tidak ada banjir di negara ini. Pompa-pompa modern dilengkapi pula dengan sensor hujan atau air pasang, serta dapat terdeteksi secara otomatis ketika dibutuhkan dan bisa diantisipasi ketika hujan dating, sehingga tidak sampai terjadi banjir.

Di negara ini terdapat suatu daerah yang digunakan untuk penanggulangan banjir yang dikenal dengan sebutan Polder. Polder merupakan sekumpulan dataran rendah yang membentuk kesatuan hidrologis artificial yang dikelilingi oleh tanggul. Pada daerah polder, air buangan (air kotor dan air hujan) dikumpulkan di suatu badan air (sungai) lalu dipompakan ke sungai atau kanal yang langsung bermuara ke laut.

Salah satu contoh adalah kota Rotterdam. Rotterdam merupakan kota dengan pelabuhan terbesar di Belanda mampu menangani banjir yang selama ini menggenangi kawasan industry dan pusat kota, sehingga kota ini telah berubah menjadi kota yang indah. Nah dari penjelasan di atas kita cukup tau kalau Belanda memang negara yang hebat dalam penanganan banjir. Maka dari itu berbagai upaya telah dilakukan pemerintah Indonesia dalam menangani banjir khususnya di daerah ibukota. Dan salah satunya adalah mempererat hubungan kerjasama dengan pemerintah kota Rotterdam dalam bidang pengelolaan air yang fokusnya adalah penanggulangan banjir. Dipilihnya Rotterdam dalam penanganan pengendalian banjir karena kota itu telah terbukti sangat berpengalaman dalam pengelolaan tata kota, system informasi manajemen, tata ruang, pusat distribusi barang, konversi bangunan dan yang tak kalah pentingnya mengenai penataan air sungai maupun kanal.

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

One thought on “#224 Mengatasi Banjir? Bergurulah Pada Belanda

  1. Menanggapi tema blog bu Dini sangat menarik sekali nahwasanya harus belajar penanganan banjir dari negeri Belanda. Namun usaha tsb terlepas dari tangan” koruptor yang sengaja mengulur” masalah banjir, saat ini saja banyak masalah akibat banjir yaitu ketika banjir sedikit sudah membuat macet, namun ketika banjir besarm manusia tdk bisa beraktivitas banyak sehingga usaha seperti penanganan di Belanda agak susah, karena birokrasi di Indonesia masih lamban dan butuh ttd ttd dari pejabat lah, ya sudah deh jadi banjir jadi langganan.. Thanks buat tanggapanya dan saya ucapkan terima kasih sudah bisa komentar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s