KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#218 Andai Kita Dengar Celoteh Junghuhn

Leave a comment

Oleh Yosandra

Banyak nama-nama “Junghuhn” yang kita dengar, diantaranya: iklim junghuhn, pohon cemara junghuhn dan jalan junghuhn. Walau terdengar mirip nama Korea, Junghuhn bukanlah nama artis atau boyband Korea. Junghuhn adalah Petualang dan Peneliti Besar kebangsaan Belanda yang lahir dari hutan belantara dan gunung-gunung berapi Nusantara. Beliau adalah Botani (ahli pertanian) pertama yang sadar akan kelestarian lingkungan.

Memiliki nama lengkap Franz Wilhelm Junghuhn dan terlahir multibakat, dari seorang dokter, botani, geolog, klimatolog, pelukis dan penulis perjalanan. Petualangan pertamanya pada 26 Oktober 1809 di Mansfeld, Prusia. Saat itu ia berusaha keluar dari rahim ibunya dan turun ke Dunia. Masa remaja Junghuhn dihabiskan kuliah dibidang kedokteran di Kota Berlin, Jerman. Kuliahnya terhenti akibat masalah hukum dan divonis penjara selama 10 tahun. Baru menjalani 20 bulan, begundal cerdik ini kabur. Kemudian memulai pelarian ke Belanda untuk mendapat kewarganegaraan serta melanjutkan kuliah kedokteran di Leiden.

Jasa Junghuhn yang paling  dikenal adalah budidaya kina dan penemuan iklim berdasar ketinggian (Iklim Junghuhn.), sehingga manusia selanjutnya dapat menentukan budidaya tanaman berdasarkan ketinggian suatu tempat.

Jasa yang tidak saung terdengar adalah dia orang pertama yang sadar akibat kerusakan hutan dan lingkungan. Bayangkan saja pada tahun 1800an sebelum banyak kerusakan hutan dan lingkungan akibat ulah manusia, Junghuhn sudah sadar akan akan hal itu.

Semua ide tentang kecintaan pada alam dituangkan dalam buku berjudul “Jawa: Bentuk, Permukaan dan Susunan Dalamnya(1850)”. Pada jilid pertama ia mengusulkan pentingnya reboisasi hutan secara berencana. Junghuhn merangkai usulan ini dari kekagumannya pada alam. Ia mengambarkan rangkaian proses yang berlangsung ribuan tahun. Pada saat yang sama, ia juga mengamati kerusakan-kerusakan yang diakibatkan ulah manusia dalam tempo singkat. Terutama di lereng-lereng gunung, ia mengamati dampak dari penebangan hutan. Sungai-sungai kering. Pasokan air ke sawah berkurang. Musim kemarau kawasan gundul menjadi lebih panjang. Lahan gundul yang tidak digarap penuh alang-alang.

Semua akibat kerusakan alam yang ditulis junghuhn 2 abad yang lalu telah kita rasakan. Banjir, tanah longsor, kekeringan dan akibat lainnya benar-benar terjadi. Akan tetapi kebodohan perusakan alam masih kita lakukan. Masih banyak orang-orang serakah yang merusak hutan untuk diambil kayunya dan dibuka untuk perkebunan.

Tidak banyak ahli botani yang seperti Junghuhn. Beliau bukanlah seorang profesor sayur yang hanya tahu cara meningkatkan produktivitas pertanian. Pemikirannya jauh melesat pada keseimbangan alam dan bagaimana cara agar alam masih dapat digunakan untuk keperluan generasi mendatang. Atas kerasnya kritik lingkungan pada pengelola perkebunan saat itu, dia dijuluki sebagai ”koppige bergbewoner” alias “orang gunung yang keras kepala”.

yosandra

Foto: Kiri: salah satu lukisan junghuhn yang menggambarkan kecintaan pada alam.
kanan: perjalanan penelitian Junghuhn.

24 April 1864, infeksi usus besar menyerang Junghuhn. Permintaan terakhirnya diucapkan pada Isaac Groneman, dokter pribadi sekaligus sahabatnya. Terucap permintaan sederhana, puitis sekaligus menggetarkan: “Sahabatku yang baik, bukakanlah untuk aku jendela-jendela. Aku ingin berpamitan dengan gunung-gunungku tercinta. Untuk terakhir kali, aku ingin memandang hutan-hutan, aku ingin menghirup udara pegunungan.”. Junghuhn menikmati hirupan nafas terakhirnya dari aroma angin gunung serta dalam dekapan hangat Johanna Frederica, istri cantik yang telah menemaninya selama 14 tahun. Akhir petualangannya ditutup dengan sempurna, Junghuhn dikebumikan di Hutan kecil sekitar Lembang. Tempat ia belajar, bermain dan mengabdi pada Dunia.

    

Referensi

National Geograpic Indonesia(dia yang pamit kepada gunung), http://www.jakarta.diplo.de, wikipedia indonesia.

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s