KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#212 Menciptakan Surga untuk Tanaman

Leave a comment

Oleh Arya Satya Nugraha

Selama ini kita berpikir tanaman memanfaatkan potensi optimalnya dengan tumbuh di luar ruangan. Gertjan Meeuws, yang dideskripsikan sebagai a pretty stubborn Dutch horticultural engineering, menantang premis tersebut. Menurutnya, hanya 2-3 % potensi tanaman yang termanfaatkan di lingkungan alaminya.

PlantLab, sebuah lembaga yang didirikan Meeuws bersama rekanannya, mempromosikan ide indoor vertical farming. Konon, sistem bercocok tanam dalam rak ini mampu menjadi solusi berkelanjutan bagi masalah pangan baik di hari ini maupun masa depan. Sistem yang mampu mengakselerasi potensi tanaman hingga 18% tersebut di klaim dapat membuat surga untuk tanaman.

Apa itu surga untuk tanaman?

Anda mungkin akan teringat film science fiction ketika melihat foto ini.

Lingkungan macam inilah yang mampu membuat tanaman senang. Kalau tanaman senang, hasil panen pun jadi lebih baik. Sumber foto: cohabitaire.com

Inilah surga untuk tanaman!. Dari sekian banyak spektrum warna di sinar matahari, sebenarnya hanya spektrum warna biru dan merah lah yang diperlukan untuk memicu fotosintesis. Fakta ini seolah menjustifikasi pernyataan Meeuws di konferensi TEDxBrainport, “Tanaman tidak suka matahari, mereka hanya terbiasa hidup dengannya.” Dalam sistem indoor vertical farming, penyinaran dilakukan melalui bantuan lampu LED yang ramah lingkungan. Sst.. lampu LED ini didesain oleh Philips yang juga merupakan salah satu perusahaan Belanda.

Selain masalah penyinaran, PlantLab juga menyesuaikan kadar air, nutrisi, CO2, dan temperatur sesuai dengan yang dibutuhkan tanaman. Pengaturan dilaksanakan melalui suatu sistem canggih yang bernama PlantLab Operating System.  Dengan sistem ini, para petani urban dapat mengkontrol tanamannya dari jarak jauh dengan bantuan gadget. Keren kan?

Bukan Sekedar Jargon

“Surga untuk tanaman” bukanlah sekedar jargon. Ada keseriusan untuk membuat hal tersebut jadi nyata. PlantLab mengadakan serangkaian riset ekstensif yang menghasilkan suatu model matematika yang berhasil diterapkan di bidang hortikultura.

Untuk mengetahui pola pertumbuhan tanaman, sejak 1994 PlantLab melakukan pengukuran berat, masa panen, kadar air, dan kecepatan tumbuh dari berbagai tanaman. Ternyata alam bekerja dengan cara yang tak terduga, ada keakuratan pola diantara tanaman yang berbeda. Alhasil setiap kebutuhan tanaman pun dapat dikalkulasikan secara akurat dan dipenuhi tanpa terkecuali.

Tidak cukup sampai disitu, model matematika juga dikombinasikan dengan kalkulasi ekonomi. Dengan integrasi  kedua hal tersebut banyak keuntungan yang dapat diraih, antara lain tingkat produksi yang dapat diprediksi, masa panen yang dapat disesuaikan dengan lonjakan permintaan, dan rasa buah/sayur yang lebih enak.

So What?

Apa pentingnya menciptakan surga untuk tanaman? Sebagai manusia, mungkin pertanyaan ini yang akan muncul di benak kita. Ada dua points yang mampu menjawab pertanyaan diatas.

Meski anda tinggal di kota besar nan panas macam Jakarta, paprika cantik seperti ini tetap dapat ditanam di rumah anda dengan sistem rancangan PlantLab.Sumber foto: inhabitat.com

1. Untuk menumbuhkan tumbuhan apapun, dimanapun.

Banyak dari sayur atau buah yang kita makan merupakan produk impor. Barangkali karena iklim tempat tinggal kita tidak sesuai dengan karakter tanaman tersebut. Dengan percocoktanaman terkontrol macam indoor vertical farming ala PlantLab, buah/sayur apapun dapat ditumbuhkan secara lokal . Jejak karbon yang dihasilkan pengangkutan makanan impor pun dapat dikurangi.

Indoor vertical framing dapat dilakukan bahkan di pusat keramaian yang memiliki lahan terbatas. Semakin dekat lahan pertanian dengan pasar, semakin sedikit karbon yang tercipta untuk pengangkutan. Sumber foto: cohabitaire.com

2. Untuk efisiensi dan efektifitas

Berapa lahan yang dibutuhkan untuk cocok tanam konvesional? Berapa pula air yang terbuang untuk cocok tanam konvesional? Berapa dana yang dikeluarkan untuk pestisida?. Banyak!. Dengan sistem PlantLab, penggunaan lahan dapat diminimalisir. Air pun dapat dipakai sesuai dengan kebutuhan tanaman. Akibatnya, tanaman akan merasa happy dan terhindar dari hama.

Kita tunggu saja sistem ini menyebar dari sang pelopor, Belanda,  ke seluruh penjuru dunia!

Referensi

PlantLab.nl
PlantLab in TEDxBrainport 2012 http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=ILzWmw53Wwo

 

 

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s