KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#211 Dutch Version of The Beauty and The Beast

Leave a comment

Oleh Belle Bintang Biarezky

Negeri Kincir Angin telah memberikan sumbangan yang sangat besar terhadap perkembangan seni dan desain di dunia. Sebut saja Rembrandt dan Johannes Vermeer yang berjasa dalam pergerakkan Golden Age, Vincent van Gogh sang tokoh post-Impressionism kebangaan Belanda, juga Piet Mondrian serta Gerrit Rietvel yang mengambil bagian dalam era reformasi seni dan desain De Stijl adalah deretan figur yang memiliki andil besar dalam berkembangnya filosofi keindahan dari negeri ini. Namun, ternyata di era modern ini muncul beberapa tokoh yang bisa digolongkan sebagai penemu kontemporer yang juga mengolah karakter keindahan dalam berinovasi.

Pada beberapa waktu lalu, sebuah karya seni kontemporer membuat saya kagum tiada henti. Berjudul 7 Necessities, kreasi ini adalah rangkaian survival kits berupa alat-alat yang membantu wanita dalam keadaan darurat. Keadaan darurat seperti apa? Keadaan darurat yang berhubungan dengan sebuah hal yang sangat esensial bagi seluruh wanita di muka bumi, yaitu kecantikan.

Beauty Mask – 7 Necessities

Yup, the beauty becomes the main philosophy of this humorous and out-of-the box installation. Bayangkan saja, koleksi ini terdiri dari sebuah beauty mask yang sudah diinjeksi dengan botox, sebuah urination device yang didesain layaknya chatelaine*, bahkan sebuah chastity belt yang pernah digunakan untuk mencegah pemerkosaan pada zaman kuno. Adalah Ted Noten, seorang seniman dan desainer perhiasaan yang berada di balik ide kreatif ini. Pria asli Belanda ini telah melahirkan ciptaan-ciptaan memukau yang mengkolaborasikan teknik desain perhiasan dan seni. Ted Noten tidak sekedar menciptakan aksesori cantik untuk perempuan, tapi ia mempertanyakan filosofi keindahan itu sendiri lebih dalam sehingga ia kerap menghasilkan karya yang super unik dan belum pernah digagas oleh seniman mana pun.

Chastity Belt – 7 Necessities

Chatelaine – 7 Necessities

Jika Ted Noten mengangkat keindahan dari unsur feminisme, Theo Jansen justru menciptakan sebuah “monster” untuk mendefinisikan kreativitasnya.

Strandbeest atau beach creature telah menjadi karya signifikannya sejak ia memulai proyek ini di tahun 1990-an. Mengandalkan rangkaian pipa plastik dan hembusan angin, Jansen berhasil mengawinkan teknik fisika, arsitektur, dan seni secara sempurna. Bahkan, beberapa model terinovatifnya mampu mampu mendeteksi keberadaan air dan akan mundur secara otomatis. Tidak ada sulap, tidak ada campur tangan mesin di sini, hanya rangkaian material daur ulang dan sedikit kerja sama dari alam (angin) yang menggerakan “makhluk” ini. Kreasinya ini juga menyumbangkan sebuah istilah mekanisme geometris baru dalam dunia teknik, yaitu Jansen’s linkage.

Sama seperti akhir cerita The Beauty and the Beast di mana sang monster berubah menjadi pangeran rupawan, pada akhirnya Strandbeest ini menjadi perwakilan dari indahnya sebuah kreativitas dan inovasi. Baik Jansen maupun Noten, mungkin keduanya bukanlah orang pertama dalam bidangnya, namun mereka mempelopori sebuah inovasi dalam dunia kontemporer. Mereka melemparkan ide-ide yang dibuat dari sistem yang non-konvensional.  Sebuah perhiasan tidak akan dilihat sama lagi jika sudah dikombinasikan dengan seni, begitu juga dengan engineering. Keduanya menyumbangkan pandangan modern yang menyegarkan, serta tidak hanya memancing perkembangan industri kreatif, tapi juga mengasah antusiame kewirausahaan yang dibangun dari idealisme pribadi. Mereka melahirkan karya yang menjadi bukti nyata bahwa tidak ada batas antara berbagai ilmu di dunia, atau seperti yang Jansen katakan: the walls between art and engineering exists only in our minds.

* ikat pinggang dekoratif untuk membawa berbagai benda di abad ke-16

Referensi

  1. www.stranbeest.com
  2. www.wikipedia.org
  3. Hasil wawancara via email dengan Ted Noten ketika penulis bekerja sebagai wartawan di sebuah majalah interior.
  4. Gambar : courtesy of Atelier Ted Noten

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s