KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#207 Ilmuwan Belanda Memelopori Industri Cokelat Modern

Leave a comment

Oleh Yuniasari Shinta Dewi

 Negara penyandang predikat terbaik dalam membuat cokelat boleh jadi Swiss, tapi jauh di masa lalu Belanda-lah yang berperan penting dalam pengembangan industri cokelat modern.

Seperti kita ketahui, cokelat bisa dinikmati dalam berbagai rupa dan bentuk, mulai dari permen, batangan, es krim atau minuman hangat yang bisa menghangatkan badan apalagi jika diminum saat udara dingin. Syruupp… nikmaat…. J Tapi rupanya segala kelezatan dan kenikmatan ini baru bisa dinikmati oleh manusia modern. Sekitar akhir abad ke-17 jenis olahan cokelat yang bisa dikonsumsi secara luas barulah minuman cokelat hangat saja, tapi teksturnya masih kasar dan kental. Seluruh proses pembuatan cokelat kala itu pun masih dilakukan manual. Karena itu cokelat terbilang menjadi bahan makanan yang mewah.

Untunglah, ada keluarga ilmuwan berkebangsaan Belanda yang membuka jalan bagi terobosan baru dan sangat penting dalam perkembangan industri cokelat modern. Adalah keluarga van Houten yang berjasa besar di sini.

Casparus van Houten, sang ayah, membuka sebuah pabrik cokelat di Amsterdam pada tahun 1815, dengan memiliki satu mesin penggilingan yang digerakkan secara manual. Pada saat itu, biji-biji cokelat digiling menjadi lemak cokelat yang cair. Kira-kira beginilah prosedur pembuatannya sekadar gambaran saja. Awalnya biji cokelat dikeluarkan dari tempurungnya. Setelah terkumpul cukup banyak, biji-biji itu dibersihkan dari debu, pasir, dan kotoran lainnya. Lalu, biji cokelat dipanggang agar rasa asamnya hilang. Proses pemanggangan ini memakan waktu kurang lebih 45-60 menit, hingga warnanya kehitaman. Lalu, dilakukan proses penampian untuk memisahkan kulit biji dengan daging biji cokelat, yang disebut nib. Dari proses ini diperolehlah nib-nib cokelat berukuran kecil yang telah terpisah dari kulitnya, lalu nib-nib itu digiling hingga menghasilkan lemak cokelat yang cair. Cairan lemak cokelat inilah yang kemudian dicampur dengan susu untuk menghasilkan minuman cokelat. Tapi sayangnya, kandungan lemaknya masih tinggi (di atas 50%) sehingga membuat cokelat itu sulit dicerna.

Pada tahun 1828, Casparus van Houten menciptakan alat pemeras hidrolik untuk memisahkan lemak cokelat dari biji cokelat yang sudah dipanggang dan sekaligus mengurangi kandungan lemak hingga hampir separuhnya. Tak mau kalah dengan sang ayah, Coenraad van Houten yang bekerja di pabrik cokelat ayahnya itu mengembangkan lebih jauh teknik pengolahan biji cokelat. Dari ahli kimia kelahiran Amsterdam pada 5 Maret 1801 ini terciptalah teknik yang berperan penting untuk menghilangkan rasa pahit dari cokelat. Teknik ini disebut proses Dutching.

Proses Dutching dilakukan dengan menambahkan jumlah alkali (basa) ke dalam massa cokelat yang biasanya dilakukan setelah pelepasan kulit biji. Jenis alkali yang diberikan biasanya berupa potasium atau sodium karbonat. Karena menggunakan alkali inilah, maka proses ini juga disebut Alkalisasi. Dari proses ini, bubuk-bubuk cokelat tercipta. Dan campuran lemak cokelat dan bubuk cokelat itulah yang pada perkembangan selanjutnya memungkinkan untuk diolah menjadi berbagai produk cokelat yang kita gemari sekarang ini, seperti cokelat batangan, susu cokelat, wafer cokelat, dan jenis produk lainnya.

Bisa dibayangkan kan betapa besarnya jasa keluarga van Houten ini. Bahkan, kita selayaknya berterima kasih kepada mereka. Tanpa alat pemeras hidrolik Casparus van Houten, mustahil diperoleh lemak cokelat yang bersih dan rendah kandungan lemaknya. Dan tanpa Coenraad van Houten, mustahil pula kita sekarang bisa menikmati bermacam bentuk cokelat dengan rasanya yang manis dan lezat itu.

Referensi

http://annmariekostyk.com/2010/07/12/dutch-english-chocolate-innovations-chocolate-vodka-dutch-chocolate-butter/
http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Dutch_inventions_and_discoveries#Food_and_Drinks
http://en.wikipedia.org/wiki/Coenraad_Johannes_van_Houten
http://www.vanhoutendrinks.com/en
http://humantouchofchemistry.com/coenraad-johannes-van-houten-discovery-of-cocoa-powder.htm
http://historyofscience2009.blogspot.com/2009/02/casparus-and-coenraad-johannes-van.html

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s