KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#204 “Lahan Kosong Habis?, Gak Masalah Masih Ada Air”

Leave a comment

Oleh Madito Mahardika 

Tinggal di kota besar menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi kebanyakan orang. umat manusia seakan didorong oleh keinginan besar untuk memperindah bentuk kehidupannya dengan gaya yang sejalan dengan akselerasi zaman. namun apa yang terjadi jika lahan kosong untuk menampung arus urbanisasi ini sudah tidak lagi tersedia?

Rotterdam, Sebuah kota di Belanda yang terkenal sebagai salah satu kota pelabuhan terbesar di dunia yang berawal hanya dari sebuah dam yang dibangun di Sungai Rotte. Pada hari ini Rotterdam menjelma sebagai pusat komersial internasional. tidak berbeda dengan kota besar lain, Rotterdam juga memiliki masalah terkait dengan urbanisasi. sedikit gambaran mengenai keadaan di Rotterdam, luas area yang mereka miliki adalah 319 Km2 (darat : 206 km2, air : 113 Km2)  dan populasi di kota itu mencapai 1.211.523 jiwa, artinya ada sekitar 2850 orang per km2

Keadaan ini disikapi oleh Pemerintah setempat untuk membuat sebuah distrik terapung. dimana masyarakat bisa hidup, berbelanja, bekerja, dan berkreasi diatas air. kedengaran sedikit tidak biasa? percayalah karena distrik yang dimaksud adalah nyata. Drijvend Paviljoen atau Paviliun Terapung dalam bahasa indonesia telah selesai dibangun pada Mei 2010, di desain oleh tim Arsitektur Belanda bernama Deltasync/PublicDomain Architects dan dibangun oleh para kontraktor dari Dura Vermeer. Gambar-gambar berikut akan memberitahu kamu mengenai Paviliun Terapung Rotterdam.

Suasana dalam sebuah Konferensi dari luar

Suasana dalam sebuah konferensi dari dalam

Paviliun Terapung ketika dibawa menuju Rijnhaven Rotterdam

Denah Paviliun

Suasana Malam

Sentimental yang ingin dibangun dalam terwujudnya inovasi ini adalah merealisasikan sebuah bangunan yang mewakili isu iklim, konservasi energi dan air. Drijvend Paviljoen menggunakan teknologi ramah lingkungan yang sustainable dimana energi surya dan air menjadi sumber penggerak segala aktifitas di dalamnya. Pemurnian limbah buang toilet dilakukan secara mandiri oleh sistem yang telah terpasang. yang menarik adalah bangunan terapung ini menggunakan kertas timah sebagai “baju” bangunan. benda bernama ETFE Foil itu diyakini 100 kali lebih ringan dibandingkan kaca.

Apa yang bisa dilakukan disana? tentu banyak seperti penyelenggaraan event MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) mengingat tersedianya Auditorium yang dapat menampung kurang lebih 150 orang.

Dome Auditorium

Rasanya tidak perlu lagi mengkhawatirkan segala hal yang berkaitan dengan banjir jika telah berada disini, karena bangunan akan tetap stabil berada dipermukaan dan otomatis mengikuti tinggi permukaan air. sebuah karya besar teknologi yang keberadaannya akan sangat dibutuhkan oleh kota-kota bertipikal sama seperti Rotterdam.

Keberadaan Paviliun Terapung ini pada akhirnya menjadi bukti bahwasannya Belanda merupakan salah satu yang terdepan dalam bidang terkait dan mengukir posisi kompetitif sebagai Pioneer dalam pengembangan bangunan kreatif dan inovatif di seluruh penjuru dunia.

Jika tertarik untuk mengunjungi Drijvend Paviljoen Rotterdam ini, pengunjung tidak dikenakan biaya masuk. penyelenggaraan event juga sering diadakan disana, terapung di sungai Rotterdam.

Bangunan terapung merupakan sebuah solusi tepat untuk pemaksimalan lahan yang bisa dimanfaatkan untuk keberlangsungan aktifitas masyarakat di dalam sebuah kota yang mana memiliki luas perairan tidak jauh berbeda dari luas daratan yang dimilikinya.

Akhir kata ternyata sebuah ketidakberuntungan tidak menjadi hambatan untuk tetap berakselerasi maju dan berinovasi serta menjadi yang terdepan dalam bidang tersebut.

Referensi

http://www.rotterdamclimateinitiative.nl/en/100_climate_proof/projects/floating_pavilion?portfolio_id=19
http://en.wikipedia.org/wiki/Rotterdam
http://www.holland.com/global/tourism/blogs/dutch-design-and-architecture/floating-architecture.htm
http://www.deltasync.nl/deltasync/index.php?id=5
http://www.dezeen.com/2011/04/21/watervilla-de-omval-by-31-architects/

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s