KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#202 Superman Belanda yang Lahir Lewat Produk Asuransi

Leave a comment

Oleh Dony Pratidana

Eiits, kata siapa superman cuma dipelopori oleh Amerika?. Yups, Superman  juga bisa  dipelopori oleh Belanda kawan. Bahkan  melebihi Superman yang jumlahnya hanya satu di Amerika yang diperankan Brandon Routh. Siapa dia? Ya, siapa lagi kalau bukan si The dutch people itu sendiri.

Bagaimana bisa?

Begini ceritanya, bermula dari Zorgverzekeringswet (ZVW), yaitu sebuah program asuransi  kesehatan yang dicanangkan pemerintah Belanda pada 1 januari 2006. Sistem ini merupakan pelopor sistem asuransi kesehatan pertama didunia yang memungkinkan setiap warga-negara mendapatkan medical care pada diri mereka melalui perusahaan-perusahaan asuransi kesehatan yang ditunjuk dan dibawahi langsung oleh pemerintah Belanda. Didalam program ini, Dutch authority mewajibkan setiap warga-negara untuk membeli asuransi kesehatan dari perusahaan-perusahaan asuransi yang sudah ditunjuk oleh menteri kesehatan. Hal ini dilakukan karena menganggap pentingnya kesehatan bagi setiap warga-negara.

 

 Lalu ?

So, this system automatically push The Netherlands being a pioneer through their health insurance.  Ya,  sistem ini di kontrol sangat ketat oleh pemerintah Belanda dan hal tersebutlah yang tidak dimiliki bangsa-bangsa lain. Hal itu ditunjukan dengan regulasi hukum yang mengatur proses kualifikasi perusahaan asuransi. Kemudian sistem ini juga diperkuat dengan denda bagi warga-negara yang telat dalam membayar asuransi secara rutin. Warga-negara Belanda diharuskan membayar minimal sejumlah  € 1.100 per tahun. Mahal memang namun output biaya tersebut sudah mengcover pembayaran dokter pribadi (huisarts), pembelian obat dan pelayanan rumah-sakit. Menariknya, biaya asuransi yang mahal tersebut ditanggung pula oleh pemerintah melalui subsidi dan pajak yang dikenakan oleh para pekerja dalam rangka meringkan biaya asuransi.

 

Walaupun begitu kompensasi akan biaya asuransi juga dapat dilakukan namun terbatas pada orang-orang tertentu semisal orang cacat dan orang dengan IQ dibawah 70 dan orang-orang yang berpendapatan dibawah € 29.069 per-tahun. Selebihnya, bagi mereka yang berusia 18 tahun keatas harus secara mandiri membayar asuransi tersebut. Setelah sistem tersebut berjalan, Health Insurance Monitoring Board (CTZ) yaitu lembaga yang ditunjuk menteri kesehatan Belanda akan mengawasi dan mengaudit kegiatan ini setiap tahunnya yang kemudian akan dilaporkan ke parlemen dan senat sebagai langkah transparasi. Dan begitulah sistematika proses asuransi kesehatan yang diterapkan Belanda. Tak heran jika Bert Koender seorang menteri pembangunan Belanda mengatakan “The Netherlands has made revolutionary changes through this system. So, this can be very stimulating and serve as a model for other countries”

 

Hasil yang didapat ?

Amazing, berdasarkan European survey on health care, Belanda ditempatkan di ranking puncak dari seluruh negara di eropa yang mempunyai sistem kesehatan dengan asuransi sebagai sebuah pendekatannya. Belum cukup itu saja, negara yang melegalisasi perkawinan antar jenis pada tahun 2001 ini juga mendapatkan penghargaan pada posisi ke-5 dari UNICEF sebagai predikat negara yang peduli terhadap kesehatan anak. WHO pun menempatkan Belanda sebagai negara dengan sistem kesehatan teresponsif bersama negara maju lainnya. Inilah mengapa the dutch people mempunyai angka ekspektasi hidup yang lebih tinggi dibanding negara lain yaitu hingga (±)80 tahun. Jadi, kebayang kan bagaimana kerennya Belanda yang menjadi pioneer dengan perusahaan asuransi kesehatannya yang memproduksi masal superman-superman sehat dan mempunyai umur panjang sejumlah (±)16.000.000 penduduk Belanda. Semoga Indonesia cepat menyusul ya kawan.

Referensi

[1] The ministry of Health. 2011. Health Insurance in Netherlands. The Hague. https://www.google.com/#sclient=psyab&q=health+insurance+in+netherlands+pdf&oq=health+insurance+in+netherlands+pdf&gs_l=hp.3…9999.12034.2.12177.6.5.1.0.0.0.91.421.5.5.0…0.0…1c.1.12.psy-ab.5eSL5GBGZBY&pbx=1&bav=on.2,or.r_cp.r_qf.&bvm=bv.45960087,d.bmk&fp=26df532bde88bd79&biw=1280&bih=568. Diakses pada 001 mei 2013.

[2] Government of The Netherlands. Health Insurance.http://www.government.nl/issues/health-issues/health-insurance. Diakses pada 02 mei 2013.

[3] UNICEF Office for Research. 2013. Child well-being in rich countries : A comparative overview. http://www.unicef-irc.org/publications/pdf/rc11_eng.pdf. Diakses pada 03 mei 2013

[4]Sirven, Nicolas, Eggimann, Santos Brigitte, Spagnoli, Jacques. Comparability of Health Care Responsiveness in Europe Using anchoring vignettes from SHARE. 2008. http://www.irdes.fr/EspaceAnglais/Publications/WorkingPapers/DT15ComparabilityHealthCareResponsEurope.pdf. Diakses pada 03 mei 2013

[5] Mccaid, Mark. 2013. Children in Netherlands have a highest rate of well being in the world. http://www.iamexpat.nl/read-and-discuss/expat-page/news/children-netherlands-have-highest-rate-of-well-being-world. Diakses pada pada 04 mei 2013.

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s