KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#183 From Neither-Land to Netherland

Leave a comment

Oleh Nunung Ria Nursanti

Eco-floating house at Maasbommel, Netherland

Bagaimana kalau air laut meluap di Belanda ? Misal bendungannya sudah tak mampu menahan air, tanahnya bakalan tergenang dan lenyap oleh air donk ?

Itu pertanyaan yang sering terbersit manakala saya membicarakan Belanda. Yah, meskipun mereka memiliki bendungan supercanggih, tapi yang namanya buatan manusia pasti donk bisa aus dan lenyap begitu saja. Seperti Titanic yang diwanti2 tak akan pernah tenggelam namun nyatanya baru sekali berlayar langsung ilang di dalam air.

Belanda atau Holland atau Dutch atau Netherland adalah negara yang  berada dibawah permukaan laut. Bagaimana tidak ? daratan mereka sengaja dibuat dari “mengeringkan” air laut hingga akhirnya menjadi daratan layak huni. Sehingga anacaman akan meluapnya air laut dapat saja terjadi. Mengenai perihal tersebut, Warga Belanda sadar bahwa membangun dataran untuk menjadi lebih tinggi dari permukaan air laut adalah tindakan boros dan kurang bijak, sehingga mereka membutuhkan solusi baru yang tepat dan bersahabat dengan alam.

“Dari dulu kami bertarung dengan lautan, sehingga kami harus memikirkan cara alternatif untuk dapat hidup dalam air.”  Ujar Frits Schoute seorang pilot project ecoboot dari Belanda1.

Fakta tersebut merupakan alasan kuat bagi Belanda untuk menciptakan rumah hunian yang mampu bertahan dari hempasan air laut maupun pasang laut yang siapa tahu tidak dapat ditahan oleh bendungan raksasa super canggih mereka. Ialah Eco-floating house, rumah amfibi yang struktur pondasinya dapat menyesuaikan dengan kondisi lingkungan yang ada2. Di Provinsi Gelderland, Maasbommel, suatu daerah yang pada tahun 90an hanya bisa dicapai dengan kapal ferry kecil ini mulai membentuk komunitas “rumah mengapung” yang pondasinya dibuat dari pipa yang tahan terhadap gelombang air dan mampu seimbang akibat tekanan hidrostatik. Dimana kecanggihan dan fasilitas dari rumah ini sama halnya dengan rumah yang berada di daratan. Hebat bukan ?

Mungkin sebagian orang beranggapan rumah di atas air adalah hal lumrah, bahkan di Indonesia sendiri kita tak akan kesulitan mencari rumah yang dibangun di atas air. Well, itu memang benar namun eco-floating house ini berbeda dari rumah di atas air lainnya. Eco-floating house ini dibuat dengan konstruksi bangunan dari kayu yang ringan namun kuat, dan pondasi rumah dibuat sedemikian rupa dengan menggunakan pipa besar segingga dapat menahan tekanan baik dari atas maupun dari bawah sehingga diperoleh rumah yang stabil. Eco-floating house ini diperkenalkan pertama kali di Belanda3, jadi tak salah bila dikatakan Belanda adalah pencetus eco-floating house. Manfaat eco-floating house tentu saja sebagai salah satu tindakan antisipasi atas meluapnya air laut yang mengancam Belanda, juga merupakan green-choice karena dengan dibangunnya rumah amfibi ini akan mengurangi tekanan yang diberikan pada tanah di Belanda.

Eco-floating house dengan berbagai macam warna di Maasbommel

Kinerja dari rumah yang sebenarnya dibangun di atas tanah ini ialaha bilamana air meluap, maka rumah ini akan terangkat. Bahkan rumah ini mampu mengapung hingga 18 kaki di atas permukaan tanah, dan bilamana air surut maka rumah ini akan turun dengan sendirinya. Duravermeer, pendiri dari eco-floating house ini menyebutkan, rumah dibangun dengan pondasi ringan yang kokoh dan menancap pada enam pasang logam kuat di dasarnya.  Antara rumah satu dengan rumah lain terdapat penguhubung untuk menjaga agar rumah tidak rusak dan tetap stabil-seimbang ketika naik dan turun akibat keberadaan air.

Karena didesain untuk di “dua alam”, eco-floating house memiliki kisaran harga rumah yang relatif lebih mahal dibanding rumah di daratan2, namun tindakan preventif terhadap banjir apalagi kalau kita hidup di daratan yang lebih rendah dari permukaan air laut , tinggal di rumah terapung tampaknya mesti dilakukan.

Referensi
1Alix Kroeger. 2007. Dutch pioneer floating eco-homes. http://news.bbc.co.uk/2/hi/europe/6405359.stm [diakses 30 April 2013]

2Justin Thomas. 2007. Floating Eco-Homes In The Netherlands. http://www.treehugger.com/sustainable-product-design/floating-eco-homes-in-the-netherlands.html
3 http://www.ecoboot.nl/artikelen/floating_houses.php|

Gambar:  http://www.inspirationgreen.com/floating-homes.html

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s