KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#174 Rindu RANESI

Leave a comment

Oleh Andika Hendra Mustaqim

Pada Jumat sore. Seingatku 29 Juni 2012. Saat bersantai di rumah, aku memilih mendengarkan radio. Seperti biasa, aku memilih  Radio Nederland (RNW) siaran Bahasa Indonesia. Terus terang, saat itu aku sangat terkejut karena mendengarkan kabar kalau RANESI (RNW Indonesia) bakal pamit.

”Radio Nederland Siaran Indonesia, yang telah mengudara selama 65 tahun, akan mengakhiri siarannya untuk waktu yang tidak ditentukan,” demikian kata penyiar dengan nada yang tidak penuh semangat. Dia mengungkapkan kalau penutupan itu diakhiri dengan wayang orang langsung dari studio Radio Nederland di Hilversum, Belanda.

Setahuku, RANESI telah mewarnai masyarakat Indonesia selama 65 tahun. NRW merupakan radio yang menjadi pioner dengan membuka Siaran Indonesia. NRW membangun ikatan emosional dan kultural antara masyarakat Indonesia dan Belanda. Dibandingkan dengan radio asing lainnya, NRW jauh lebih dulu menyentuh rakyat Indonesia dan menjadi jendela Belanda dan dunia.

Saat itu juga, aku langsung mengklik google. Aku tertambat dihttp://blogs.rnw.nl/ranesi-tabik/mengapa/. Entah kenapa aku sangat terkejut. ”Kalau Anda bertanya-tanya mengapa Ranesi ditutup, jawabannya adalah: politik dan uang. Jadi begini, dunia politik Belanda memutuskan untuk memotong anggaran RNW, dari 46 juta euro menjadi 14 juta euro.

Selain krisis keuangan yang melanda Eropa, alasan kebebasan pers di Indonesia yang sudah bagus juga menjadikan RANESI ditutup! Apakah para profesor media Belanda tidak melihat kalau kebebasan pers di Indonesia sebenar sangat semu, bahkan seperti fatamorgana.

Terus terang aku sangat kecewa! Aku tidak paham dengan kebijakan politik Belanda yang memandang remeh peran RANESI. Apa para politisi Belanda tidak berpikir bahwa siapa yang menguasai media, maka dia bakal menguasai dunia? Apakah para politisi Belanda tidak memandang bahwa media menjadi jembatan penting dalam pemahaman tentang Belanda di Indonesia? Sayang sekali!

Padahal dalam buku yang pernah aku baca “Media Revolution in Europe: Ahead of the Curve” yang ditulis Karol Jakubowicz (2011: 269-270), Belanda memiliki Virtual Platform yang menekankan tentang pengembangan media baru. Hingga pada 1997, kebijakan itu dikenal dengan Amsterdam Agenda yang mendorong penelitian dan pengembangan media baru dengan mempertahankan artistik, ilmiah dan kreatiitas teknologi.

Oh, aku juga pernah membaca artikel yang berjudul “The Dutch Media Landscape” yang ditulis Piet Bakker dan Peter Vasterman dalam buku  “European Media Governance National dan Regional Dimensions” yang diedit oleh Georgios Terzis. Piet Bakker dan Peter Vasterman (2007:152) menjelaskan tujuan kebijakan media Belanda dalam menstimulasi keberagamanan media. Di Belanda juga memiliki The Dutch Press Fund yang memberikan bantuan berupa pinjaman dan subsidi kepada media. Terus, kenapa lembaga itu tidak mensubsidi RANESI!

Setahuku, Belanda merupakan negara yang mempelopori media baru dan revolusi media di dunia! Misalnya, RNW mampu memadukan antara radio, televisi dan situs berita menjadi satu kesatuan. Itulah media baru dan revolusi media. Satu syarat terpenting media baru adalah akses keterjangkauan yang luas. Dengan penutupan RANESI, konsep media baru yang diusung RNW pun menjadi pincang.

Aku Rindu RANESI!

Referensi

Baker, Piet dan Vasterman, Peter. 2007. dalam Terzis, Gergios. European Media Governance National dan Regional Dimensions. Bristol: Intellect Books.
Jakubowicz, Karol. 2011. Media Revolution in Europe: Ahead of the Curve. Paris: Council of Europe Publishing.
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia
http://blogs.rnw.nl/ranesi-tabik/mengapa/
http://www.newmediatrendwatch.com/markets-by-country/10-europe/76-netherlands

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s