KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#168 Teknologi Lelang Bunga Potong, Dari Belanda Sampai ke Pasar Bunga Rawabelong Jakarta

Leave a comment

Oleh Wawan Purnama

Perkenalkan, saya adalah penjual bunga! Itu adalah kalimat pembuka setiap kali menerima calon  pembeli yang berkunjung ke pasar bunga rawabelong. Pembicaran selanjutnya adalah saya akan menyebutkan bahwa saya pecinta bunga yang sudah akrab dengan dunia bunga sejak kecil. Dan sejak 4 tahun yang lalu saya telah mengelola Toko Bunga Online untuk pasar Indonesia.

Siapa sangka kawasan pasar bunga rawabelong yang sejak jaman penjajahan Jepang di Indonesia terkenal dengan pasar bunga tradisional menjadi salah satu tempat tujuan beredarnya 65% ekspor dari lelang bunga potong  Belanda ke seluruh dunia.

Walaupun Belanda mempunyai kekurangan komparatif dalam faktor alam seperti cuaca, tenaga kerja dan biaya tanah, Belanda tetap menjadi pemimpin  dalam  industri bunga di dunia. Produksi dan sistim distribusi bunga potong merupakan salah satu sektor yang paling sukses dari perekonomian  Belanda.

Ketika bunga tiba di Balai Lelang, petugas memilih tingkatan kualitas bunga yang meliputi, besar bunga, dan kesegaran bunga. Selanjutnya petugas lelang memberikan label barcode dalam setiap susunan keranjang bunga dan  informasinya dapat diakses melalui komputer kontrol sehingga memudahkan pelacakan jenis dan kualitas bunga.

Susunan rak berisi bunga potong dari petani yag siap di lelang

Ketika pembeli menawar beberapa jenis bunga dengan ukuran dan kualitas tertentu, harga dan informasi dapat langsung diakses seketika melalui komputer lelang. Kemudian komputer mengontrol rute dan distribusi gerobak yang menggunakan barcode dan kendaraan yang dipandu otomatis. Teknologi ini memungkinkan lelang untuk memproses transaksi menjadi lebih cepat.

Electronic Data Interchange  (EDI) dan lelang bunga berbasis contoh telah diterapkan petani Belanda sejak tahun 1992, dimana antara petani dan Balai Lelang dapat melakukan pertukaran data elektronik untuk menyediakan informasi ketersedian bunga potong sepanjang musim. Dalam lelang ini, petani  mengirim sampel produk ke Balai Lelang bersama dengan informasi  jumlah produk yang tersedia. Kecepatan distribusi bunga potong menjadi tantangan Belanda untuk membantu beban petani dalam memasarkan produknya ke seluruh dunia, terutama masalah penanganan kemasan pengiriman. Pemerintah tidak ingin petani sektor pertanian merugi akibat masalah pendistribusiannya.

Truck Distribusi Bunga Potong

Sistem EDI memungkinkan petani mengirim hasil panen sampai jam 3 pagi waktu setempat, yang sebelumnya, Balai Lelang  menutup distribusi dari petani hanya sampai jam 24.00 setiap harinya. Belanda terkenal bukan hanya bunga Tulip saja, tetapi kualitas bunga potong  seperti mawar besar bernama Daisy, bunga Chrsantium dan bunga Calalily menjadi primadona hasil sebuah rangkaian bunga di dunia.

Teknologi ini membantu hasil bunga potong petani dapat dipanen kapan saja, mengingat kesegaran bunga potong tidak bisa lagi bergantung kepada alam ketika sudah dipanen. Karena itu Balai Lelang harus menjaga dan mengatur suhu dalam setiap rak penyimpanan bunga agar suhu dingin terjaga. Sepeti tulip misalnya, bunga ini membutuhkan suhu dibawah 20 derajat celcius agar batang tetap keras dan bunga tulip tetap kuncup sampai di Jakarta. Anda tahu bahwa Tulip itu memancarkan kebahagiaan bagi siapa yang memandang dan memegangnya?. Hal tersebut telah saya buktikan saat merangkainya, mengantar dan melihat ekspresi penerima bingkisan bunga tulip loncat kegirangan. Inilah kebahagian bunga tulip!

Belanda menciptakan rantai pasokan secara efesien sehingga mampu memenuhi permintaan bunga yang baru dipotong dapat diterima dihari yang sama ke Amerika, Eropa dan Asia. Karakter kewirausahaan Belanda menjadikan pemimpin dalam pendistribusian bunga potong

Referensi

http://www.usc.edu/dept/sba/atisp/ec/Dutch_Flowers/flowerscase.pdf

http://www.hollandtrade.com/sector-information/horticulture/?bstnum=4928

http://www.floraholland.com/en/

 

 

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s