KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#156 Keajaiban Water Pyramid Demi Mengatasi Krisis Air di Dunia

1 Comment

Oleh Haryadi Yansyah

Abangku, Matt Damon -duta besar Onexone Foundation saat membandingkan kualitas air di Ethiopia dengan air yang seharusnya layak dikonsumsi.

Seiring perkembangan zaman dan akibat pola hidup manusia yang kurang memperhatikan lingkungan. Kini, bumi semakin rapuh dan dibayang-bayangi berbagai ancaman terhadap lingkungan hidup. Diantaranya krisis air bersih. Ditaksir, sebanyak dua pertiga penduduk dunia akan kekurangan air pada tahun 2050. Tanpa akses air minum yang bersih, Food Agriculture Organization (FAO) atau Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia melaporkan 3800 anak meninggal setiap hari! Bahkan, menurut water.org setiap 21 detik seorang anak meninggal oleh penyakit karena mengkonsumsi air kotor, dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. World Health Organization (WHO) juga melansir jika dalam sehari 2 miliar manusia di 40 negara terkena dampak kekurangan air bersih.

Prihatin dengan krisis air yang kian mengancam kelangsungan hidup manusia membuat seorang insinyur Belanda bernama Martin Nitzsche yang mendirikan Water System Aqua-Aero yang bertujuan untuk mengembangkan sistem pemurnian dan pengolahan air. Di awal tahun 2000, perusahaan ini menemukan terobosan sistem pengolahan air yang dinamakan Water Pyramid atau Piramida Air.

Water Pyramid karya Martin Nitzsche

Piramida Air ini berbentuk kerucut dengan ketinggian 8 meter dan diameter 30 meter. Dibangun dengan menggunakan terpal plastik dan menggunakan kipas dan solar system  dalam proses distilasi surya/matahari yang bisa memanaskan air hingga 167º F atau 75º C. Dalam ruang kedap udara, sumber air yang sebelumnya tercemar bisa menguap dan kondensasi secara bersamaan. Dengan menggunakan Piramida ini, air dimurnikan seperti air minum yang diproduksi. Karena dalam proses penguapan, kotoran seperti garam dan organisme mikrobiologi akan hilang.

Cara kerja Piramida Air. Dimulai dari menampung air hujan, mengendapkannya dan diproses dengan bantuan solar system.

Lempengan solar system

Salah satu desain awal tempat penampungan air

  Dengan dipanasi oleh matahari, air akan menguap dan secara otomatis terpompa ke lapisan tipis di tudung kerucut. Air suling matahari inilah yang ‘merangkak’ turun ke sisi dinding piramida dan akan ditampung di sebuah ceruk kecil hingga kemudian dikumpulkan dalam sebuah tangki. Luar biasa! Piramida Air ini pun bisa menampung air hujan dan diendapkan untuk kemudian digunakan jika matahari kembali bersinar. Lalu, berapa banyak air yang bisa disuling dalam sebuah Piramida Air? 265 galon atau setara 1000 liter per hari!

Sebetulnya, konsep Piramida Air ini sudah ada lebih dari 5000 tahun lalu ketika Piramida Agung dibangun dan memiliki ruang penyimpanan air. Baru di tahun 1700-an, pompa ram hidrolik digunakan walaupun masih sangat sederhana. Namun, baik di Piramida Agung Giza atau Water Pyramid sama-sama memanfaatkan energi matahari yang melimpah ruah.

Piramida Agung yang telah memiliki konsep terhadap pengolahan air

Gambaran lain mengenai pengolahan air lebih dari 5 abad yang lalu

Lorong-lorong rahasia di Piramida Giza tempat dipasangnya pipa hidrolik di tahun 1700-an

Kini, manfaat Piramida Air sudah dirasakan di banyak negara. Sebuah desa di Jaipur, India misalnya. Dulu, sebelum ada Piramida Air, mereka bahkan rela mencuri demi mendapatkan air. “We have no money to buy water. So most of the time we steal water from neighbouring villages,” ujar Prema Ram kepada hindu.com.

Di Jaipur, India, Piramida Air mereka sebut dengan Mountain of Hope

Gambar : Wajah-wajah bahagia masyarakat Afrika ketika bisa mendapatkan air bersih

Gambar : Wajah-wajah bahagia masyarakat Afrika ketika bisa mendapatkan air bersih

Ternyata, Indonesia juga sudah merasakan manfaat Water Pyramid ini. Di beberapa desa di Papua dan NTT, Piramida Air telah dibangun dan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Sebenarnya, di Indonesia 119 juta rakyat masih belum memiliki akses terhadap air bersih. Lebih dari 82% rakyat mengkonsumsi air yang tak layak untuk kesehatan. Hanya 18% warga yang beruntung menikmati air bersih. Itupun mayoritas di perkotaan. Semoga, karya besar terobosan insinyur Belanda yang telah meraih penghargaan oleh World Bank Development Marketplace Award di tahun 2006 ini bisa diaplikasikan secara massal di Indonesia.

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

One thought on “#156 Keajaiban Water Pyramid Demi Mengatasi Krisis Air di Dunia

  1. Terima kasih Neso Indonesia😉

    Sumber referensi tulisan dan sajian foto yang lebih lengkap bisa dilihat di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s