KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#155 Belanda, Sepeda, dan Kebahagiaan

2 Comments

Oleh Eko Wardaya

Kring kring kring ada sepeda
Sepedaku roda tiga
Kudapat dari ayah
Karena rajin belajar

Kenangan masa lampau yang tersirat dalam lirik lagu diatas membawa kita untuk membuka album kenangan masa lalu. Ya mungkin bila masa kecil anda di era milenium (tahun 2000an), lagu anak-anak diatas sudah mulai tak terdengar. Bagi anda yang masa kecilnya di sekitar tahun ‘80-‘90an tentu sangat fasih menyanyikannya.

Kini masihkah  anda bersepeda? Atau masih adakah sepeda dirumah anda? Kapan ya terakhir kali kita bersepeda? Di Indonesia kini sepeda mulai ditinggalkan. Bahkan jauh setelah kemerdekaan dahulu, penggunaan sepeda sudah sangat menyempit. Apabila di pelosok tanah air sepeda dijadikan alat transportasi utama: sekolah, belanja, bekerja layaknya sebelum kemerdekaan. Dikota-kota besar sepeda hanya digunakan bermain dan berolahraga.

Hari ini walaupun banyak kampanye bersepeda, tetap saja bersepeda hanya menjadi menu segelintir orang yang paham kesehatan dan ancaman lingkungan yang ada. Lain pula di negara-negara maju yang menjadikan sepeda sebagai moda transportasi pilihan. Salah satunya adalah Belanda, seperti dikutip daritop10hell.com, Belanda menempati peringkat no 1 didunia yang memiiliki sepeda dan pesepeda terbanyak perkapita. Perolehan presentase peseda 99% dari jumalah penduduk 16,652 jutajiwa.

Menakjubkan bukan? Nah tahukah anda kenapa masyarakat Belanda lebih memilh sepeda sebagai alat transportasi.

Begini sejarahnya…

Bermula ketika krisis dolar, minyak, dan lingkungan yang melanda dunia di tahun ‘70an,alhasil masyarakat Belanda memutuskan kembali bersepeda setelah sebelumnya di tahun ‘60an sempat ditingalkan akibat dari peningkatan kemakmuran di negeri tersebut. Masyarakat serempak bangkit bersama, ada pula yangmenyerukan slogan “Sekali Cukup Tetap Cukup” untuk melawan kebijakan beroirentasi mobil penyebab kemacetan dan kejamnya lalu lintas.

                                                  

Kemudian sepeda merebut perhatian semua kalangan, tua muda, kaya miskin, semua menerima. Pun juga pemerintah, dengan sigap merespon keinginan rakyatnya melalui pembangunan persepedaan berkelanjutan sampai sekarang. Pemerintah Belanda mengintegrasikan jalur sepeda ke dalam jaringan transportasi, menyediakan lahan parkir sepeda di kota-kota dan stasiun kereta api, ditambah paket kebijakan UU Lalu Lintas pro sepeda, pendidikan dan kampanye sepeda, serta memperlambat arus lalu lintas demi keamanan bersepeda.

                                                    

Kebijakan dan perhatian pemerintah Belanda menginspirasi proyek-proyek kebijakan sepeda di negara lain. Mereka tak segan memfasilitasi dan berkontribusi dalam pengembangan persepedaan di negara lain. Apabila pemerintahan Belanda pionir dalam hal kebijakan persepedaan, maka layak kiranya masyarakat Belanda di mahkotai sebagai Masyarakat Pionir “penikmat” sepeda. Ya, karena moda transportasi ini merupakan “pembuka kran” kebahagiaan bagi masyarakat Belanda.

Ini faktanya…

Pertama, masyarakat Belanda menjadi salah satu bangsa yang paling bahagia di dunia. Laporan yang diambil dari Survei Ipsos Research University menyatakan masyarakat Belanda memiliki tingkat kebahagiaan 85% dengan indikator utama kepuasan akan lingkungan tempat tinggal. Kedua, hal serupa,The World Happines Report yang disampaikan PBB menempatkan Belanda sebagai negara dengan masyarakat yang tingkat bahagianya tinggi dengan salah satu aspek kesehatan warganya.

Dua laporan tersebut sangat berkorelasi positif dengan manfaat bersepeda: meningkatkan kebugaran dan ramah lingkungan. Diperkuat dengan statistik 99% jumlah pesepeda di Belanda serta sesuai dengan tesis para peneliti Kanada yang menemukan korelasi antara polusi udara dan kebahagiaan: 

“Maribersihkan udara dan anda akan bahagia”.

                               

Itulah Belanda, bangsa yang sehat, negeri pionir yang mendapat kebahagiaan dari bersepeda.

Referensi

Cyclingfor everyone.id-CatatanKedutaan Sepeda Belanda

http://books.google.co.id/books?id=4JMu4QBAKlIC&pg=PA200&lpg=PA200&dq=sepeda+di+indonesia+ditinggalkan&source=bl&ots=_gd3Hyi-ml&sig=s2zUiI1df0ZpG0tAGWB2d0O5g5k&hl=id&sa=X&ei=UOZnUYqTBMb4rQe7ooGwDg&redir_esc=y#v=onepage&q=sepeda%20di%20indonesia%20ditinggalkan&f=false
http://pemerintah.atjehpost.com/read/2012/12/13/31355/0/51/Belanda-dan-Sejarah-Awal-Warganya-Gemar-Bersepeda
http://gowesbike.com/blog/10-negara-yang-mempunyai-sepeda-dan-pesepeda-paling-banyak-per-kapita
http://www.tempo.co/read/news/2010/05/31/174251520/Survei-Membuktikan-Warga-Belanda-dan-Kanada-Hidupnya-Paling-Bahagia
http://aceh.tribunnews.com/m/index.php/2013/02/27/menyoal-kesehatan-jiwa
http://rri.co.id/index.php/berita/40900/Ingin-Merasa-Bahagia-Bersihkan-Polusi-Udara#.UWwFeqKNlzo
Referensi Gambar
http://randublatung.wordpress.com/2010/06/24/sepeda-ontel/
http://www.dollarsandsense.org/archives/2009/1109reuss.html
http://irfanchemist.wordpress.com/2010/02/07/negeri-sepeda-2/
http://www.tumblr.com/tagged/dutch%20flag
http://favim.com/image/119387/

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

2 thoughts on “#155 Belanda, Sepeda, dan Kebahagiaan

  1. http://www.facebook.com/notes/eko-wardaya/belanda-sepeda-dan-kebahagiaan/2994909248400
    Ni link note nya…. kunjungi dan mari berdiskusi brsama….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s