KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#150 Belanda “Pengendali Air” dari Eropa

Leave a comment

Oleh Eka Yudha Saputra

Sebelum kita membahas kaitan artikel ini dengan judulnya, mungkin saya perkenalkan dulu sepintas tentang negeri Belanda. Belanda adalah sebuah negara di eropa barat yang memiliki luas 41.548 km—setara dengan sepertiga pulau Jawa—dengan penduduknya berjumlah 16,7 juta jiwa pada tahun 2011, menjadikannya kedalam kelompok negeri-negeri berpenduduk terpadat di dunia. Selain itu Belanda masih serumpun dengan negara Belgia dan Luxemburg.

Bukit-bukit pasir (duinen) yang berfungsi sebagai tanggul alami

Sejak dahulu penduduk Belanda lebih dominan bermukim di wilayah barat, dengan kota-kota besarnya antara lain Amsterdam, Den Haag, Rotterdam dan Utrecht. Kalian pasti tahu kan ciri khas negeri ini? Yups. Bunga Tulip, kincir angin, dan keju. Namun ada satu Keunikan Belanda dari negara-negara lain, yaitu permukaan tanahnya yang terletak di bawah permukaan laut. oleh karena itu kenapa Belanda disebut Nederland (tanah rendah) atau orang-orang menjuluki Belanda dan Belgia sebagai de Lage Landen bij de Zee (Negeri-negeri rendah di tepi laut).

Faktanya 27% dari keseluruhan luas Belanda ini, letak daratannya 6,70 meter di bawah permukaan laut, dan 60% penduduk Belanda tinggal disana. Masalah ini tentu menjadi ancaman bagi penduduknya, tetapi bukan orang Belanda namanya kalau tidak cerdik. Memang  wilayah tanah rendah ini dilindungi oleh pelindung alam berupa bukit-bukit pasir (duinen) yang terbentuk pada masa lalu.  Namun ada celah terbuka di antara bukit-bukit pasir itu, maka dibangun tanggul-tanggul terutama di pantai Zelandia, di bagian utara Noord-Holland, Groningen dan Friesland. Selain itu dibangun tanggul-tanggul dalam (binnendijken) sebagai pertahanan ekstra seandainya tanggul-tanggul di pesisir jebol. Tapi masalah lain muncul karena daerah barat dan utara Belanda kaya akan veen. Veen adalah sejenis humus yang terjadi akibat proses pembusukan daun-daun, dan veen ternyata merupakan bahan bakar yang baik, sehingga banyak lubang galian yang akan berubah menjadi danau dan menyebabkan banjir. Lalu muncul lah seorang yang menamakan dirinya “leegh-water”
(artinya=air kosong) pada tahun 1575-1650, ia mengeringkan danau-danau dengan membentengi sekeliling danau dengan tanggul-tanggul kemudian menguras air tersebut dengan kincir bertenaga uap atau angin. Danau yang telah dikeringkan itu dan semua bidang tanah yang diberi tanggul dengan sistem pelimbahan buatan disebut polder/polderisasi.

Proses polderisasi (kiri) dan megaproyek delta/deltawerken (kanan)

Pada tahap ini Belanda telah mengenalkan teknik baru dalam pengeringan air, dan dengan cara yang efisien inilah tanah darat Belanda setiap kali diperluas. Polderisasi telah memberikan dampak positif dalam perluasan daratan Belanda. Proyek polderisasi laut selatan/Zuiderzee-werken pada tahun 1937 menghasilkan daratan baru seluas 48.000 hektar, Flevoland Timur menghasilkan 54.000 hektar (1950), dan Flevoland Selatan seluas 43.000 hektar (1954). Dari teknik poledrisasi ini ditemukan hingga sekarang, Belanda telah menghasilkan sekitar 500.000 hektar daratan baru.

Luas daratan di Zuid-Holland yang bertambah dari hasil polderisasi mulai abad ke-16 sampai abad ke-21

Belanda telah membuktikan penyelesaian konkret dari permasalahan yang ada, dan menemukan caranya sendiri untuk mengatasinya. Buah hasil dari pengetahuan akan manajemen air mereka memberikan manfaat yang masif bagi negeri tanah rendah ini. Memang tak dapat dipungkiri bahwa Belanda merupakan “pengendali air”, dan dari sinilah identitas negeri ini terbentuk. Selalu ada awal untuk segalanya dan Belanda memberikan “awal” itu kepada dunia.

Referensi

Snoek, Kees. 1987. Nederland Leren Kennen: Mengenal Masyarakat Belanda. Jakarta: Djambatan
Schöffer, Ivo. 1973. A Short Story of Netherlands. Amsterdam: G. Kolff & Co.
www.fredhoogervorst.com
www.vitensnatuurlijk.crossavenue.nl
www.dailymail.co.uk
www.holland.com
www.columbusmagazine.nl
www.deltawerken.com
http://www.populationmatters.org

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s