KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#146 Ov-Chipkaart: Sambil Menyelam Minum Air

Leave a comment

Oleh Ayu Adriyani

Belanda, negeri sejuta sepeda. Di negeri ini, salah satu mode transportasi favorit untuk menjangkau tempat yang tidak begitu jauh adalah sepeda. Lantas bagaimana dengan tempat yang berjarak cukup jauh? Tidak usah khawatir, karena di negeri ini kita menyaksikan masing-masing orang dimanjakan dengan ramahnya mode transportasi umum yang ada. Bus, misalnya.

Menyinggung soal bus. Belanda memberlakukan sistem otomatis yang berbeda dengan Negara lain dalam hal pembayaran transportasi yang digunakan. Di negeri ini, dikenal Ov-Chipkaart. Ov-Chipkaart adalah kartu otomatis dari sistem transportasi Belanda dengan besaran saldo tertentu yang digunakan untuk melakukan pembayaran ticket bus ataupun kereta api. Ov-Chipkaart bisa didapatkan di ticket services dan di mesin ticket yang ada di stasiun kereta.

Mesin, tempat Ov-Chipkaart ditempelkan

Setiap bus telah dilengkapi dengan mesin ticket. Nah, Ov-Chipkaart ini digunakan dengan sistem check in dan check out. Sehingga, para pengguna cukup menempelkan Ov-Chipkaartnya ke mesin ticket yang tersedia di bus. Hal ini dilakukan pertama kali pada saat masuk (check in) ke bus, dan kedua kali pada saat ingin turun dari bus (check out). Begitupun dengan kereta. Ov-Chipkaart digunakan pada saat check in di stasiun keberangkatan, dan check out di stasiun tujuan. Justru, orang lebih lazim menggunakan Ov-chipkaart di kereta api karena bisa mendapat diskon hingga 40%.

Ov-chipkaart untuk warga asli dan pendatang yang akan menetap dalam jangka waktu yang lama di Belanda berbeda dengan pendatang yang hanya akan menetap sementara waktu. Ov-chipkaart berwarna kuning diperuntukkan bagi warga asli Belanda dan pendatang yang akan menetap dalam jangka waktu yang lama di Belanda. Sedangkan untuk pendatang, Ov-chipkaart yang akan diperoleh adalah yang berwarna biru.

Ov-chipkaart untuk warga Belanda

Ov-chipkaart untuk pendatang

Memperoleh Ov-chipkaart berwarna kuning, orang harus menunggu sekitar dua minggu hingga Ov-chipkaartnya dikirim via pos. Hal ini dikarenakan, kelengkapan-kelengkapan sebagai bukti bahwa seseorang memang warga asli Belanda dan pendatang yang akan menetap dalam jangka waktu yang lama serta memang harus bertempat tinggal di Belanda harus ada. Menyenangkannya, seluruh prosessnya dilakukan secara online. Untuk Ov-chipkaart dapat diperoleh dalam waktu yang lebih singkat. Para pendatang cukup datang ke tempat pembelian ticket.

Ov-Chipkaart

Lantas, apa kemudahan yang bisa diperoleh untuk para pengguna Ov-chipkaart? Nah dengan Ov-Chipkaart, para pengguna dapat memperoleh harga yang relative murah untuk menggunakan mode transportasi yang ada di sana, seperti bus dan kereta api. Mengapa dikatakan jauh lebih murah? Karena, para pengguna juga dapat memperoleh ticket lain yang disediakan oleh supir bus dan juga ada yang dapat diperolah di supermarket, dagkaart. Dengan 17 euro, dalam sehari kita sudah bisa keliling Belanda.

 “Di belanda, kita punya kartu OV-Chipkaart, kartu untuk perjalanan. Kartu ini diisi saldo yang akan berkurang dengan sendirinya saat check in di stasiun keberangkatan dan check out di stasiun tujuan. Setau saya, OV-chipkaart hanya ada di Belanda. Rupanya kartu ini digunakan pemerintah juga untuk obtaining data penduduknya” –Raidah Intizar Yusuf, mahasiswa Communication and Information Sciences di Tilburg University, penerima Tilburg University Scholarship for Academic Excellence.

Ov-chipkaart telah menjadi salah satu terobosan yang dilakukan pemerintah Belanda untuk mengatur sitem transportasi di negaranya. Tidak hanya untuk itu, secara langsung Ov-chipkaart ini juga akan sangat membantu pemerintah Belanda dalam hal pendataan dan mengetahui kuantitas penduduknya. Sambil menyelam minum air.

Referensi

http://tantristory.wordpress.com/2011/04/06/transportasi-umum-di-belanda/
http://bengkuluekspress.com/penduduk-bertambah-2-ribu-jiwa/
http://www.serbalanda.com/2011_06_01_archive.html
http://www.ovpro.nl/management/2012/08/29/klachten-over-ov-chipkaart-blijken-structureel/
http://b2w-indonesia.or.id/news/read/belanda_melawan_pencuri_sepeda_dengan_gps
Raidah Intizar Yusuf, mahasiswa Communication and Information Sciences di Tilburg University, penerima Tilburg University Scholarship for Academic Excellence.

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s