KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#143 Menelusuri Jejak Kepioniran Belanda di Indonesia

1 Comment

Oleh Abdillah Rifai

 Menyebut kata “Belanda” dalam sejarah Indonesia, pasti kata “penjajah” yang akan teringat. Jarang sekali terbesit kata “pionir”, padahal tidak bisa dipungkiri selama menjajah, Belanda telah menjadi pionir dalam pembangunan infrastruktur dan pendidikan di Indonesia. Orang Belanda dikenal sebagai pionir sejati, terhitung sudah sepuluh penerima nobel ilmu fisika berasal dari Belanda. Tidak mengherankan ketika menjajah pun Belanda memiliki banyak tokoh pionir yang melakukan pembangunan di Indonesia. Melihat kemajuan teknologi di Belanda sekarang ini menimbulkan rasa ingin merasakan teknologi tersebut. Seperti glow in the dark road marking karya Daan Roosegaarde yang membuat marka jalan memancarkan cahaya kehijauan ketika lampu jalan dipadamkan di malam hari untuk menghemat energi. Dynamic paint membuat jalan raya menjadi lebih futuristik karena memancarkan cahaya bermotif kepingan-kepingan salju ketika suhu mencapai minus 0 (nol) untuk memperingatkan pengendara karena jalanan licin. Tidak cukup dengan itu, agar lebih aman Interactive light memancarkan cahaya saat kendaraan mendekat dan mati setelah melewatinya, sumber listriknya digunakan wind powered light yang merubah energi angin menjadi cahaya.

Sebenarnya apabila ingin merasakan teknologi orang-orang Belanda, kita tidak perlu jauh-jauh ke Belanda. Jalan raya Anyer sampai Panarukan yang dibangun 1809 merupakan hasil karya orang Belanda bernama Daendels. Jalan dengan panjang 1.000 km, merupakan terpanjang di dunia saat itu dan dibangun dalam waktu satu tahun. Daendels adalah pionir infrastruktur yang luar biasa dampaknya bagi kemajuan ekonomi di Jawa walaupun dalam pembangunannya memakan korban jiwa sangat banyak, namun berkat jalan ini daerah terpencil di Jawa menjadi mudah dicapai dalam hitungan hari.

 

 Selain menjadi pionir sistem jalan yang aman, nyaman dan futuristik di darat, Belanda juga merintis jalan menuju luar angkasa. Sejak 2011 Mars One Team menyusun langkah strategis untuk mempelopori pengiriman manusia pertama ke Mars.  Tim yang dinahkodai Bas Lansdorp merencanakan pada 2016 akan meluncurkan satelit komunikasi dan targetnya pada 2020 kapsul tempat tinggal diluncurkan ke mars.

 

Kemajuan Belanda di bidang astronomi juga telah meninggalkan jejaknya di Indonesia. Adalah Bosscha pada 1923 menjadi pionir pembangunan Observatorium dengan menggunakan Teleskop Refraktor Ganda Zeiss dan Refraktor Bamberg yang rampung pada 1928. Dibangunnya Observotarium ini menjadi lompatan besar dalam ilmu pengetahuan Indonesia.

Keberhasilan Belanda menjadi pionir tidak lepas dari peran perguruan tinggi. Tercatat ada empat universitas Belanda yang menduduki peringkat 100 besar universitas terbaik di dunia versi webometrics, yaitu Universitas Utrecht (46), Universitas Amsterdam (78), Universitas Teknologi Delft (82), dan Universitas Groningen (94).

 

 Pengembangan ilmu pengetahuan Belanda melalui perguruan tinggi juga terasa rintisannya di Indonesia. ITB tempat Soekarno menimba ilmu, dirancang oleh Maclaine Pont pada 1919. Pont menjadi pionir arsitektur yang mengkombinasikan konstruksi tradisional Indonesia dengan arsitektur Eropa, FKUI fakultas kedokteran tertua di Indonesia bahkan Asia perintisnya juga seorang Belanda bernama dr. Willem Bosch. Dia menjadi pionir pendidikan kedokteran Indonesia dengan membangun Sekolah Dokter Djawa pada 1853, kemudian menjadi STOVIA pada 1902.

Orang Belanda menjadi pionir tidak hanya di negara asalnya, jejak kepionirannya masih berdiri kokoh dan masih dapat dirasakan manfaatnya. Mereka memang bukan orang Indonesia, mereka hanya pernah tinggal di Indonesia, namun mereka mendedikasikan seluruh hidup dan karyanya untuk Indonesia. Semoga kita dapat meneruskan rintisan mereka dan menjadi pionir untuk kemajuan bangsa.

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

One thought on “#143 Menelusuri Jejak Kepioniran Belanda di Indonesia

  1. Kali pertama saya baca blog awak… saya agak kurang bersetuju dengan idea2 awak… tapi setelah berkali2 baca… saya dah mula faham… saya minta maaf sbb buruk sangka dengan awak selama nie…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s