KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#138 Berawal dari Imajinasi Hingga Menjadi Inovasi

Leave a comment

Oleh Eunike Elizabeth Sorta

Kecil dan tergenang cukup untuk menggambarkan negara ini secara fisik. Namun dalam keterbatasannya, Belanda seakan membuktikan bahwa fisik tidak menggambarkan segalanya. Maju dalam semua bidang seperti arsitektur, teknologi, transportasi dan lainnya membuat Belanda semakin istimewa. Namun hal yang menyita perhatian saya adalah inovasi seni yang diciptakannya. Belanda telah ‘memproduksi’ pelukis- pelukis terkenal salah satunya M.C Escher. Geometri, yang merupakan bagian dari matematika digabungkan dengan seni, apa jadinya? Lebih seperti arsitektur mungkin, namun hal ini diterjemahkan menjadi hal yang lain oleh M.C Escher. Ia mengubah kekakuan gambar geometri menjadi gambar yang hidup dan nyata. Hasilnya, lukisannya menjadi cikal bakal lukisan- lukisan tiga dimensi yang kita kenal sekarang.

Maurits Cornelis Escher lahir pada tahun 1898 di Leeuwarden, Belanda. Ia masuk ke School of Architecture and Decorative Arts di Harleem. Namun, ia memutuskan untuk mendalami graphic arts daripada arsitektur. Awalnya Escher menggunakan media cetakan dari logam yang lalu digambari dan ukiran kayu. Lalu ia mulai mengembangkan lukisannya dengan menggunakan hubungan matematika pada bentuk, ruang, serta menggunakan hitungan- hitungan. Hal tersebut yang membuat lukisannya tampak tiga dimensi. Sebenarnya matematika tidak muncul begitu saja dalam lukisannya. Pengaruh matematika muncul pada tahun 1936, saat Escher mengunjungi Mediterania. Setelah kunjungan itu, ia mulai tertarik dengan simetri dalam matematika yang sampai saat ini dapat kita lihat dalam lukisan Escher.

Drawing Hands, M.S Escher

Relativity,M.S Escher

  Inilah yang merupakan pertanyaan bagaimana suatu karya M.S Escher, yang merupakan seorang Belanda, dapat menginspirasi lukisan tiga dimensi saat ini?  Ia bermain  dengan arsitektur, perspektif dan beberapa sudut pandang yang tidak mungkin. Arsitektur lebih relevan jika dihubungkan dengan rumah dan bangunan. Namun M.S Escher mengubah pandangan tersebut menjadi suatu karya seni.  M.S Escher menggunakan keadaan di sekitarnya lalu digabungkan dengan fantasinya sehingga menjadikan lukisan yang hebat dan berbeda. Lukisannya mengambarkan ketidakmungkinan yang ternyata mungkin digambarkan olehnya, dan hal inilah yang menjadi inspirasi bagi orang- orang saat ini.

I believe that producing pictures, as I do, is almost solely a question of wanting so very much to do it well”- M.S Escher

 

Seperti halnya lukisan M.S Escher, lukisan tiga dimensi yang merupakan kelanjutan dari lukisan M.S Escher, juga menggunakan keadaan disekitar kita yang digabungkan dengan imajinasi pelukis sehingga menjadikannya karya yang unik. Lukisan ini berbeda dengan lukisan pada umumnya. Jika kita lihat pada lukisan tiga dimensi yang ada saat ini, dapat dilihat bahwa seakan- akan lukisan itu memang nyata dan kita merupakan bagian darinya. Padahal, lukisan tersebut digambar seperti gambar lain di atas kanvas datar. Lukisan tiga dimensi menggambarkan hal yang terlihat biasa namun dengan sudut pandang yang berbeda. Sebut saja keadaan di halte bus yang terlihat biasa namun jika dituangkan dalam gambar tiga dimensi akan berbeda. Selain itu, penggunaan geometri, perspektif, dan seni tidak luput dari lukisan tiga dimensi. Inilah yang telah dikenalkan oleh M.S Escher. Sehingga tanpa kita sadari, lukisan M.S Escher telah memberikan pengaruh yang menjadi cikal- bakal lukisan tiga dimensi.

Waterfall, M.S Escher

Lukisan 3D saat ini

Keunikkan inilah yang membawa Belanda sebagai pionir lukisan tiga dimensi melalui karya M.S Escher. Belanda telah memperlihatkan bahwa penemuan muncul dari suatu kreativitas dan imajinasi. Hal yang terlihat biasa dapat dikembangkan sehingga memunculkan seorang pionir yang salah satunya adalah M.S Escher. Kecil dan tergenang memang menggambarkan Belanda, namun inovasi dan kemampuannya membuktikan bahwa tidak harus besar untuk menjadi pionir.

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s