KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#136 Perahu Nuh Belanda

Leave a comment

Oleh Diski Parasayu

Yang pernah belajar geografi pasti tau bahwa dua pertiga wilayah Belanda berada di bawah permukaan laut dan karena itulah Belanda paling siaga tentang air. Kekhawatiran akan masuknya air laut ke daratan kini tidak hanya punya Belanda. Jika global warming benar-benar terjadi dan air laut naik, semua Negara di dunia akan mengalami masalah yang sama dengan negeri kincir ini.

Ketika Negara lain masih ragu dan berdebat untuk membuat pertahanan terhadap air laut, Belanda sudah mengeluarkan biaya banyak dan telah membuat rencana menghadapi pemanasan global untuk 200 tahun ke depan.

Usaha Belanda antara lain mempertinggi bendungan, reklamasi pantai, dan membuat kincir angin. Tapi, usaha untuk menahan dan memompa air kembali ke laut tidak selamanya bisa dilakukan kalau air laut terus naik. Belanda pun mulai berfikir untuk membiarkan sebagian air masuk, misalnya dengan mengorbankan daerah di bantaran sungai dan membuat semuanya serba mengapung.

Serba Mengapung

Salah satu yang sudah dibuat adalah rumah amfibi karya perusahaan konstruksi Dura Vermeer. Rumah ini dibangun di tanah, namun mengapung ketika air sungai naik. Ada juga komplek perumahan mengapung di Ijburg karya biro arsitek Marlies Rohmer. Berbeda dengan rumah amfibi, perumahan ini sepenuhnya dibangun di atas air dan dapat diakses dengan kapal. Selain itu ada juga paviliun mengapung karya perusahaan Deltasync yang merupaka prototype untuk proyek besar mereka: kota di atas air.

Rumah amfibi di Maasbommel, Belanda karya perusahaan konstruksi Dura Vermeer. Dibangun tahun 2003-2006.

Tujuh puluh lima rumah mengapung karya biro arsitek Marlies Rohmer
dengan akses jalan di bagian belakang dan akses untuk kapal di bagian depan.
©Marcel van der Burg

Floating pavilion di Rotterdam karya Deltasync.

Selain bangunan, Belanda juga membuat bus amfibi yang dinamakan Floating Dutchman. Saat ini digunakan sebagai bus wisata untuk melintasi kanal-kanal di Amsterdam.

Floating Dutchman

Tak berhenti di sana, ada banyak proyek lain yang masih dalam tahap rancangan. Misalnya pembuatan airport, pantai buatan, dan juga taman mengapung.

Desain airport mengapung gagasan Royal Haskoning untuk menambah kapasitas Schiphol Airport di Amsterdam │ Desain floating garden/spa wellness karya Anne Holtrop untuk dibuat di Ijburg │ Rancangan pantai buatan karya Dutch Docklands untuk pengganti pantai yang ‘hilang’.

Dari Belanda untuk Dunia

Selain di negaranya sendiri, Belanda juga ingin menyebarkan ‘gaya’ mengapung ke Negara-negara lain.  Salah satu yang telah dibuat adalah pemecah ombak mengapung di Yunani.

Teknologi pemecah ombak mengambang buatan insinyur belanda di Yunani tahun 2004.

Juga ada beberapa rancangan yang belum direalisasikan, misalnya lapangan golf mengapung di Maldives dan floating hotel di Norway oleh perusahaan Dutch Dockland.

Rancangan floating hotel dan golf court karya Dutch Dockland.

Tak hanya yang sifatnya komersial, ada juga proyek yang bersifat sosial. Contohnya desain kampung mengapung untuk daerah kumuh di Banglades oleh Waterstudio. Rancangan ini akan segera direalisasikan. Selain itu ada juga sekolah mengapung di Nigeria, yang merupakan kolaborasi desainer Nigeria dan Belanda.

Desain Waterstudio untuk memperbaiki kehidupan perkampungan kumuh di Korail, Bangladesh.

Sekolah mengapung kolaborasi arsitek Nigeria dan Belanda di Makoko, Nigeria.

Paling Siap

Teknologi floating inilah yang merupakan ‘Bahtera Nuh Belanda’. Di kala air laut naik dan semua negara kesulitan hidup dengan normal, Belanda telah beradaptasi dan bersahabat dengan air. Saat negara lain belum berbuat apa-apa untuk menahan masuknya air, Belanda sudah loncat ke langkah berikutnya.

Dalam menghadapi pemanasan global ini, Belanda adalah pionir yang mau tak mau harus diikuti oleh negara lain jika ingin bertahan.

Negara tulip ini bahkan telah menawarkan bantuan ke Indonesia untuk penanggulangan global warming. Di saat air laut naik, Indonesia menjadi salah satu negara paling beresiko. Selain karena negara kita belum siap, juga karena kurangnya dana untuk membuat infrastruktur yang diperlukan.

“Even if other countries start to build the dam today, it will be too late. Dutch is the only one who prepared,” begitu kata sebuah acara televisi luar tentang global warming yang saya tonton beberapa tahun lalu. “O..O…,” pikir saya waktu itu.

Refrensi

http://www.iol.co.za/scitech/technology/netherlands-has-200-year-global-warming-plan-1.369931
http://www.bbc.co.uk/news/world-europe-21180779
http://www.time.com/time/magazine/article/0,9171,1604879,00.html
http://worldoceanreview.com/en/coasts/living-in-coastal-areas/
http://serbert.wordpress.com/2011/06/15/floating-architecture-in-netherlands/
http://greathighway.blogspot.com/
http://www.archdaily.com/120238/floating-houses-in-ijburg-architectenbureau-marlies-rohmer/
http://urbanomnibus.net/2011/04/field-report-apa-conference-2011/
http://www.eurekanetwork.org/
http://www.austrianwings.info/2011/09/floating-dutchman-in-amsterdam/
http://www.coolcapitals.com/content/2114/The+Floating+Dutchman++a+boat+or+a+bus+
http://www.echo-news.co.uk/news/3932721.Floating_airport_plan_is__amazing_/
http://www.dutchdocklands.com/Development/Floating-Beach
http://www.dezeen.com/2010/02/20/floating-gardens-by-anne-holtrop/
http://www.fdn-engineering.nl/en-product-development/floating-breakwaters
http://www.dutchdocklands.com
http://waterstudio.nl/

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s