KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#134 Jadi Pelopor Bukan Pengekor

Leave a comment

Oleh Mira Marsellia

Saya ingin mengajukan penambahan  opsi pada  pepatah lama. Yaitu pepatah “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina” menjadi ‘Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Belanda”.  Mengapa?  Karena Belanda tempat dimana orang-orangnya memiliki pemikiran yang tidak hanya “one step ahead” tapi juga  “giant leap forward”.  Eh gimana ya ceritanya, kenapa orang-orang Belanda bisa menjadi begitu kreatif, begitu inovatif, sehingga menjadi pelopor dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan penemuan. Mari kita kaji bersama di dalam tulisan ini

Saya jadi teringat tulisan yang ditempel di dinding sekolah dasar saya dulu. Tulisan besar-besar itu berbunyi sebagai berikut:

JADILAH MANUSIA PELOPOR JANGAN JADI MANUSIA PENGEKOR

Saya jadi berpikir, seperti itulah kiranya kenapa banyak manusia-manusia pelopor berotak kreatif di Belanda. Mereka menanamkan pemikiran dengan kalimat tersebut dalam setiap langkah dan perbuatannya dalam menemukan inovasi yang berguna dan bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan kehidupan.

Kemampuan berinovasi ini terbukti dalam hal kemampuan manusia melihat peluang. Tahukah bahwa bangsa Belanda ini sangat lincah dan juara banget dalam hal melihat peluang?  Bahkan melihat peluang ini muncul karena adanya kesulitan. Melihat ombak laut yang berpotensi banjir, Belanda memperoleh peluang menggunakannya sebagai sumber energi. Mendapat angin yang kencang, Belanda melihatnya sebagai sumber energi. Melihat kelebihan panas  di daerah industri, Belanda melihatnya sebagai sumber energi. Melihat limbah sampah pun Belanda melihatnya sebagai sumber energi. Nah, komponen alam yaitu air, api, angin, dan tanah ini semua adalah sumber energi yang terbarukan bagi mata yang inovatif di Belanda.

Selain kemampuan melihat peluang dari berbagai hal,  Belanda pun punya kecenderungan untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Sebagai contoh tanggul yang ada di Belanda, berupa tanggul raksasa penahan  badai gelombang yang khusus dibuat dengan tekstil sintetis untuk menjaga bumi dari erosi.  Karena orang Belanda sangat suka naik sepeda, bahkan jumlah sepeda di Belanda juga lebih banyak dari penduduknya.  Jalur sepeda mereka ditempatkan sejajar seperti jalan otomotif.  Banyak hal menarik yang sederhana namun sangat berguna bagi pengendara sepeda. Lalu ada yang sangat menarik juga untuk sesuatu yang sudah umum dikenal, seperti misalnya jembatan.

Jembatan berbagai model banyak diciptakan di Belanda. Dari jembatan model lipat yang ditemukan tahun 1926 sampai dengan jembatan otomatis yang disebut dengan Tail Bridge. Sungai ada dimana-mana  di Belanda, karena itu di sepanjang negara perlu sekali jembatan yang dapat cepat naik dan turun di perairan.  Jembatan besar merepotkan karena menghalangi saluran air di Belanda dan bila terlalu panjang akan banyak membutuhkan sumber daya yang berharga. Ini dijawab oleh arsitek Belanda dengan membuat Tail Bridge. Tail Bridgge dapat dengan cepat naik dan turun dari satu tiang saja, bukan dengan engsel, lalu intas air tidak akan tertahan lama dan juga sebaliknya untuk lalu lintas kendaraan, sehingga kemacetan lalu lintas di kedua medan tersebut dapat dihindari.

The emergency bridge can easily be transported on a handcart; invented by L. Deth. The Netherlands, 1926 source: http://brainpickings.org

  

The Slauerhoffbrug, located in Leeuwarden, was designed by Van Driel Mechatronica to be a fully automatic bridge with an ability to sense and adapt to its surroundings. Source: http://http://www.popularmechanics.com/technology/engineering/infrastructure/4305522

Apakah inovasi harus selalu berarti penemuan teknologi baru? Nah, ternyata tidak juga . Di Belanda banyak hal yang diterapkan berasal dari sesuatu hal yang sederhana, namun dikembangkan sedemikian rupa sehingga menjadi sesuatu yang “nyeleneh namun asik”.  Untuk bisa “nyeleneh tapi asik” -yang artinya lain dari yang lain namun dalam arti keren, harus mampu melakukan inovasi. Dimana untuk itu kita membutuhkan pengetahuan, antusiasme, kerjasama, kekuatan dan karakter  yang non konvensional. Hal inilah yang dimiliki pendidikan di Belanda dalam membentuk orang-orang yang memiliki kualitas tersebut. Menjadi pelopor, bukan pengekor!

Referensi

http://www.popularmechanics.com/technology/engineering/architecture/4335705#slide-1

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s