KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#133 Dementiaville: Di Mana Para Penderita Demensia Bisa Hidup Bahagia

Leave a comment

Oleh Nafisah Zahra A 

Belanda memang terkenal sebagai negara yang sangat menghargai hak-hak manusia. Bahkan pernikahan gay dan lesbian yang sangat tabu khususnya di negara-negara timur, dilegalkan di Belanda. Namun Belanda tidak hanya menghargai hak-hak kaum gay dan lesbian, tetapi juga hak-hak kaum lansia. Bukan hanya anak-anak atau orang dewasa Belanda saja yang dapat hidup bahagia di negara multikultural ini, tetapi juga kaum lansia, khususnya lansia yang menderita demensia.

Sebenarnya demensia itu apa sih? Demensia adalah penurunan fungsi otak karena adanya kelainan. Istilah demensia ini lebih dikenal sebagai pikun. Orang-orang yang menderita demensia sangat memerlukan pengertian karena mereka tidak dapat berpikir dengan baik layaknya orang normal dan mereka bisa menjadi emosional dan tidak terkendali.

Bukan Belanda namanya kalau bukan sebagai pionir. Di Belanda terdapat sebuah desa yang dibangun khusus untuk para penderita demensia yang bernama Dementiaville. Dementiaville terletak di tenggara Amsterdam, sekitar satu setengah jam perjalanan, tepatnya di kota kecil Weesp. Dulunya di Dementiaville memang terdapat sebuah tempat perawatan bagi penderita demensia, namun atmosfirnya sangat tidak bersahabat. Para pelopor Dementiaville berpikir bagaimana mereka ingin hidup ketika mereka sudah tua nanti dengan bahagia tanpa merasa terbatasi oleh hal-hal yang tidak bisa dilakukan. Akhirnya tercetuslah ide untuk mendirikan sebuah desa bagi para penderita demensia yang pertama dan satu-satunya di dunia dengan berbagai macam fasilitas yang menunjang kenyamanan para penderita.

Dementiaville, desanya para penderita demensia yang berbahagia

Di sini para oma dan opa tidak hanya duduk diam menunggu waktunya makan atau minum obat seperti layaknya penderita-penderita demensia pada umumnya. Mereka dapat melakukan banyak sekali kegiatan untuk mengisi hari seperti pergi ke pub untuk berbincang-bincang, bersepeda, berbelanja ke supermarket, dan pergi ke salon (ya! Pergi ke salon! Menyenangkan, bukan?J). Hal-hal yang sepertinya tidak mungkin dilakukan oleh para lansia yang menderita demensia, menjadi mungkin di sini.

Oma dan opa bersepeda di Dementiaville. Mereka tidak perlu khawatir terserempet mobil🙂

Berbelanja kebutuhan sehari-hari di supermarket. Hari ini oma mau masak apa nih?

Ternyata oma-oma juga bisa tampil cantik. Hihihi🙂

Para penderita demensia juga dapat berekspresi sebebas mungkin. Terbukti dari gaya-gaya rumah yang ada di sana. Dari 23 rumah yang terdapat di Dementiaville, terdapat berbagai macam gaya rumah yang merefleksikan diri mereka ketika masih muda, seperti the ‘ambachtelijke atau kelas pekerja, the ‘Huiselijke’ atau ibu rumah tangga, the ‘culturele’ atau para penikmat seni, musik, dan teater, dan yang paling menarik, the ‘Indische’, atau orang-orang Indonesia yang bermigrasi ke Belanda. Untuk rumah orang-orang Indonesia didekorasi dengan foto-foto dan gambar-gambar bernuansa Indonesia. Bahkan masakan yang mereka makan sehari-hari adalah masakan Indonesia dan Belanda. Sangat menarik dan luar biasa!

Biaya yang harus dikeluarkan untuk tinggal di Dementiaville ini ternyata tidak murah, sebesar £4.169 per bulan, dan ternyata tidak sembarang penderita demensia bisa tinggal di sini. Dementiaville hanya diperuntukkan bagi para penderita demensia yang sudah akut dan parah.

Hal ini menjadi pembelajaran bagi bangsa Indonesia. Masih banyak kita lihat para lansia yang hidupnya jauh dari kata bahagia. Ketika para lansia seharusnya mendapatkan kasih sayang dan perhatian, hidup mereka malah menjadi menyedihkan dan seperti tidak ada yang peduli. Sudah selayaknya Indonesia lebih menghargai kaum lansia, khususnya penderita demensia, karena toh mereka juga manusia, mempunyai hak yang sama dengan manusia-manusia lain yang umurnya lebih muda. Dari sini kita dapat bercermin dan belajar dari Belanda bahwa Belanda sangat menghargai hak-hak orang lain, khusunya kaum lansia penderita demensia.

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s