KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#126 Be Innovative, Be Creative, and Be Positive Thinking

Leave a comment

Oleh Asih Nur Fadhilah

Belanda negeri tulip, belanda negeri kincir angin. Dua kalimat itu tidak asing lagi bagi kita semua. Belanda dengan sukses membuat trendmark bagi negerinya. Dari trendmark itu mungkin anda akan menyangka bahwa benda-benda tersebut memang berasal dari belanda. Kincir angin boleh tidak berasal dari negeri belanda tapi siapa yang tak kenal negeri kincir angin?. Taukah anda bahwa kincir angin pertama kali ditemukan pada abad ke tujuh masehi dipersia. Ada dua jenis kincir angin yakni kincir angin horizontal dan kincir angin vertical. Kincir angin vertical ini tersebar dari iran kemudian tersebar ke timur tengah, asia tengah, cina, india dan pada perang salib membawanya sampai ke eropa. Dari situlah belanda mengenal kincir angin. Tapi meskipun alat ini bukan berasal dari belanda, dengan sentuhan innovasi,  kreatifitas dan kecerdikan dari belanda membuat benda ini lebih bermanfaat di belanda. Belanda memanfaatkan benda ini untuk mengeringkan daratan mereka dan membangun bendungan-bendungan, dimana memang Negara belanda adalah Negara dengan daratan terendah. Dari situlah mengapa di belanda terdapat banyak kincir angin. Tidak hanya itu belanda melihat potensi lain dari kincir angin yang mungkin tidak terpikirkan oleh bangsa lain. Belanda memanfaatkan keberadaan kincir angin sebagai daya tarik wisata tersendiri bagi negerinya.

Trendmark yang menjadikan sector pariwisata belanda terkenal yang satu lagi adalah tulip.

 

Memang tidak hanya belanda yang terkenal sebagai negeri tulip. Tapi setiap mengatakan atau mendengar kata tulip saya yakin pasti yang terbersit adalah negeri belanda. Dengan populernya belanda negeri tulip semua orang pasti berpikir tulip juga berasal dari belanda. Tanaman bunga tulip yang identik dengan negeri Belanda ini sebenarnya bukan merupakan tanaman asli dari dalam negeri Belanda. Tanaman ini sejatinya berasal dari Turki dan pertama kali diperkenalkan ke Belanda pada akhir abad ke-16 oleh seorang ahli holtikultura bernama Carolus Clusius. Orang-orang Belanda menyadari keindahan dan potensi dari bunga tulip ini sehingga mereka mau menginvestasikan sejumlah uang untuk membudidaya dan mencari spesimen terbaik. Investasi tersebut memang tidak sia-sia karena hingga saat ini bunga tulip tetap menjadi salah satu komoditi ekspor utama dari negeri Belanda. Bahkan, Belanda meraup devisa US$ 2,4 miliar hanya dari ekspor langsung bunga. Angka ini melonjak menjadi US$ 13 hingga 20 miliar bila nilai penjualan melalui sistem lelang digabungkan.  Hampir setiap tahunnya akan muncul varietas baru dari bunga ini. Belanda bahkan memiliki taman Keukenhof dimana taman tersebut merupakan taman bunga terbesar didunia.

Belanda membuktikan tak perlu jadi penemu agar kau diakui didunia ini, bangunlah ide-ide gilamu, kreatifitasmu dan innovasimu.

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s