KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#118 Kincir Angin Negeri Belanda

Leave a comment

Oleh Nugrahinggil Subasita

Hal yang terlintas di benak saya ketika negara ini disebut adalah sejarah bersama, bunga Tulip, warna oranye, dan kincir angin. Dan di sini saya akan sedikit menceritakan tentang kincir angin di Negeri Belanda.

Negeri ini adalah negeri orang-orang yang inovatif. Pada awal abad ke-11, bangsa Eropa mulai untuk meninggalkan tenaga manusia sebagai tenaga penggerak pekerjaan industri. Mereka mulai menciptakan alat yang meringankan beban kerja mereka atau pun hewan pekerja, termasuk diantaranya adalah Kincir Angin yang ada di Belanda. Meskipun begitu, kincir angin bukan pertama kali digunakan di Belanda, tetapi berasal dari daerah Persia. Inilah inovasi dengan memanfaatkan alam yang mereka punya.

sawing machine windmills technology

Pada awalnya, kincir angin digunakan untuk mengeringkan daerah tanggul (Polder Mill). Hal ini dikarenakan Belanda adalah negara yang sering mengalami banjir karena tanah mereka lebih rendah dari laut sehingga mereka mengembangkan teknologi kincir angin untuk mengalirkannya lagi ke laut. Dalam beberapa abad, negara ini menjadi sangat bergantung kepada kincir angin. Hingga pada abad ke-14, mereka mengembangkan teknologi kincir angin untuk membantu penggilingan jagung, mengolah marmer, pembuatan minyak, pembuatan kertas, dan pemotongan kayu dari Jerman dan Norwegia.

Bentuk-bentuk dari kincir angin pun beragam. Ada yang berbentuk menara (Stellingmolen), menempel ke tanah (Grondzeiler), ada yang tertancap di bangunan lain (Wipmolen), dan masih banyak yang lainnya. Hingga saat ini tercatat masih ada 1.195 kincir angin yang masih aktif bekerja di Belanda dan bahkan kincir angin ini pernah membuat kota di Belanda, Zaansteerk, menjadi daerah perindustrian pertama di dunia.

Broekzijdse Molen (Grondzeiler)

Rijn en Zon (Stellingmolen)

Kotrijkse Molen (Wipmolen)

Ada satu hal yang mengganjal pemikiran saya sejak kecil. Belanda mempunyai banyak sekali kincir angin yang berguna untuk industri. Namun, selama hampir 350 tahun mereka berada di Indonesia, tak ada satu pun kincir angin yang dibangun untuk mempercepat industri. Setelah saya belajar tentang pola angin di dunia, akhirnya saya sedikit mengerti. Mungkin hal ini karena pola angin di Indonesia dipengaruhi oleh monsun yang selalu berubah arah. Kadang bertiup ke timur, kadang bertiup ke barat, bahkan ada musim tanpa angin. Sedangkan di Belanda, angin relatif bertiup dari North Sea sepanjang tahun. Mungkin inilah yang menjadi alasan tidak ada kincir angin buatan Belanda di Indonesia.

Meskipun begitu, ada hal yang patut bangsa ini pelajari dari Belanda. Mereka bangsa yang inovatif. Mungkin alam yang kita punyai berbeda dengan Negeri Kincir Angin itu. Saya yakin Negara Kepulauan Terbesar di dunia dengan air melimpah ini punya potensi yang banyak sekali dan besar jumlahnya. Tinggal bagaimana kita belajar untuk menyadari apa yang kita punya dan mengembangkannya, seperti Kincir Angin Negeri Belanda.

Referensi

http://www.molendatabase.nl/
http://en.wikipedia.org/wiki/Category:Lists_of_windmills_in_the_Netherlands
http://www.lowtechmagazine.com/2009/10/history-of-industrial-windmills.html
The Dutch, I presume? Icon of the Netherlands by Martijn de Rooi

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s