KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#115 Simsalabim! Membangun Jalan ala Belanda

1 Comment

Oleh Haryadi Yansyah

Jalanan di Belanda

“Kok bisa ya jalan mereka bagus dan tertata rapi walau hanya menggunakan batu bata?” batinku dulu ketika menonton film bersetting di Eropa. Beda sekali dengan jalan-jalan di Indonesia yang berlubang di sana-sini (bahkan di kota besar). Di Eropa sebagian besar jalannya dibangun menggunakan bata ubin karena memiliki beberapa keuntungan. Selain mudah dibangun, jalan tipe ini lebih tahan terhadap beban statis, dinamik dan efek kejut serta tahan terhadap tumpahan pelumas dan pemanasan oleh mesin kendaraan. Jalan ini dipilih banyak negara di Eropa yang memiliki iklim bervariatif.

Henk van Kuijk

Mulanya di tahun 2005, ketika Henk van Kuijk berencana membangun jalan di daerah tempat ia tinggal. Idenya mendapat tentangan dari tetangga karena artinya mereka tidak bisa mengakses jalan tersebut dalam waktu lama. Dari kejadian itu, Henk van Kuijk mendapatkan ide untuk membuat mobil yang dapat menyusun batu dan meletakkannya secara otomatis di jalan dengan cepat seolah membentangkan karpet!

Henk van Kuijk berusaha mewujudkan mimpinya. Hingga pada akhir September 2010, Mobil bernama Tiger Stone mulai di produksi di Belanda oleh perusahaan industri milik Henk van Kuijk yang bernama Vanku. Pendekatan yang digunakan dalam ‘Mobil Ubin’ ini mirip sistem auto pilot pesawat terbang yang memungkinkan mesin bergerak secara dinamis menyusun batu-batu dan membentangkannya di jalan. Tiger Stone adalah sebuah platform di atas rel miring. Pondasi miring yang dimiliki oleh mobil ini bisa digunakan di sebagian besar kontur jalan. Artinya batu-batu itu seolah merayap menempel di jalan dengan sendirinya! Fantastik!

Pondasi Miring

Bagaiamana cara kerja mobil ini? Mulanya batu bata ditempatkan di bunker yang terdapat di atas mobil. Dalam satu kali pengerjaan, 2.5 ton batu bata bisa ditampung oleh mobil ini. Tiger Stone juga digerakkan oleh motor listrik yang berjalan pelan tanpa kebisingan sehingga meminimalkan kerja manusia dan bisa dioperasikan di malam hari. Hal ini sulit dilakukan oleh manusia karena harus menunduk dan merangkak hingga cepat lelah dan mempengaruhi hasil akhir pembangunan jalan.

Bunker yang ada di tiger stone

Tiger Stone juga dilengkapi dengan sensor sehingga dapat ‘diperintahkan’ untuk menyesuaikan siklus jalan, tata letak dan proses peletakkan rangkaian batu di jalan. Sehingga peletakan rangkaian batu bisa dilakukan dengan akurat. Mesin akan menerima petunjuk hingga ke detail milimeter untuk memastikan batu-batu tersebut tersusun baik tanpa resiko mengganti batu yang rusak atau hancur.

Dengan ‘hanya’ diawasi 2 pekerja, Tiger Stone mampu membangun hingga 300-400 m² jalan perhari. Bandingkan jika dikerjakan oleh manusia yang hanya mampu membangun 75-100 m² saja. Tiger Stone memang mobil pintar yang bermanfaat. Penemuan ini bahkan sempat dinominasikan di Herman Wijffels Innovatieprijs.

Berapa harga Tiger Stone? Yakni 60.000-80.000 euro atau sekitar Rp. 900 juta. Harga sebuah inovasi memang mahal, namun sepadan dengan hasil yang ditawarkan, bukan? Berbagai pujian datang dari berbagai pihak. Misalnya Edwin Muijis –salah satu pendiri perusahaan Van den Elshout & De Bont Mays Edwin yang berkata, “Kami terkesan dengan manfaat dibalik kesederhanaan mesin ini.”

Terima kasih Henk van Kuijk yang telah memegang teguh pepatah Belanda, “Indien gih iets doet, doe het dan goed | if a job is worth doing, it is worth doing well”  keren!

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

One thought on “#115 Simsalabim! Membangun Jalan ala Belanda

  1. Sumber referensi saya tautkan di blog saya yang memuat tulisan yang sama (dengan sajian gambar yang lebih lengkap) di http://omnduut.wordpress.com/2013/04/29/simsalabim-membangun-jalan-ala-belanda/😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s