KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#114 Agraris Bikin Belanda Laris

Leave a comment

Oleh Lia Anggraeni

Wilayah negara boleh saja sempit. Pun dijuluki sebagai negeri tanah rendah tak membuat ide kreatif negara Belanda ikut-ikutan menjadi dangkal. Belanda mesti berbangga hati dengan kekurangan fisik yang dimilikinya. Minimnya luas wilayah yang dimiliki oleh Belanda yaitu hanya 41.562 kmmampu diubah menjadi sesuatu yang menghasilkan nilai ekonomis yang menggiurkan.

Keadaan daratan Belanda tanpa polder.

Delta Works merupakan proyek raksasa pembangunan tanggul penahan gelombang laut

Meskipun letak geografis Belanda tidak menguntungkan namun hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi penduduknya untuk terus berinovasi. Berkat inovasi yang terus-menerus dan berkelanjutan inilah sektor pertanian Belanda menjadi patut diperhitungkan oleh negara-negara pesaingnya yang memiliki predikat basis pertanian. Padahal gelar negara agraris dan hortikultura itu sendiri tak pernah tersemat pada Belanda. Namun dengan risetnya yang begitu unggul dan memiliki teknologi tinggi, Belanda mampu menyulap wilayah-wilayah pinggir laut yang tadinya adalah laut kemudian dimanfaatkan menjadi kondisi saluran air yang luas, jaringan bendungan, dan tanggul irigasi. Hal tersebut tentu saja memudahkan sistem irigasi sehingga lahan pertanian menjadi subur. Dampak yang signifikan pun dapat langsung terasa ketika sektor pertanian terbukti mampu menyumbang 20% terhadap Pendapatan Nasional Belanda(PNB).

Kini, Belanda merupakan salah satu eksportir produk pertanian terbesar di dunia. Belanda adalah salah satu diantara tiga produsen utama sayuran dan buah di dunia. Berkembang pesatnya Belanda dalam sektor pertanian juga merupakan buah dukungan dari para agribisnis. Terlebih dengan iklim yang ringan, tanah datar dan subur, dan lokasi geografis yang tepat di jantung Eropa makin mendukung aktivitas agraris di Negeri Kincir Angin ini.

Tomat merupakan salah satu produk ekspor Belanda dalam sektor pertanian.

Tentunya untuk sektor pertanian, Belanda bukan negara yang pelit dalam melakukan riset. Terbukti dengan adanya dukungan tenaga ahli, infrastruktur, industri pengolahan makanan, perdagangan, dan logistik pada semua tingkat yang sangat tinggi pada sektor pertanian.

Tak tanggung-tanggung, demi memajukan perdagangan di sektor pertanian, Belanda mencipatkan PlantLab sebagai model rumah kaca perkotaan. Mereka menamainya sebagai “surga tanaman” berteknologi tinggi. PlantLab memantau ribuan laporan pengamatan pertumbuhan tanaman(163.830laporan per detik) dengan sensor berteknologi tinggi. Model matematika mutakhir pun digunakan untuk menghasilkan lingkungan yang paling tepat bagi pertumbuhan tanaman. Laser merah dan biru digunakan sebagai pengganti sinar matahari.

Laser merah dan biru digunakan sebagai pengganti sinar matahari dalam Plant Lab.

Kegiatan menanam dapat dilakukan pada ruangan indoor dan mana saja tanpa perlu mempedulikan iklim dan tidak perlu mengkhawatirkan adanya hama sehingga bebas dari pestisida. PlantLab pun berhasil menciptakan suplai makanan yang lebih baik bagipenduduk dunia Hasil produksinya sangat mengagumkan dan efisien, yaitu tiga kali lipat produksi tanaman dengan cara tradisional dan hanya memerlukan 10% dari kadar air yang digunakan pada rumah kaca tradisional. Ketiadaan pestisida membuat hasil produksi lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi.

Plant Lab

Kini, lebih dari setengah dari permukaan daratan Belanda sebesar 4,15 juta hektar digunakan sebagai lahan pertanian. 56 % digunakan untuk tanaman pertanian dan hortikultura, 42 % adalah padang rumput permanen dan 2% digunakan untuk tanaman permanen. Berkembang  pesatnya Belanda dalam sektor pertanian justru membuahkan keuntungan bagi pemerintah Belanda dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi penduduknya. Kini, petani-petani di Belanda telah berjumlah sebanyak 50.000 petani. Sektor pertanian bahkan secara mandiri telah menyediakan pekerjaan dan pendapatan bagi lebih dari 660.000 orang. Tiap-tiap dari mereka bertugas untuk memproduksi makanan, bunga, dan tanaman dengan ratio harga  dan kualitas yang optimal inovatif, metode bertanggung jawab secara sosial, dan berkelanjutan.

Referensi

http://internasional.kompas.com/read/2010/08/30/05303243/Pertanian.Hidupi.Belanda.
http://ekonomi.kompasiana.com/agrobisnis/2012/05/15/kartu-%E2%80%9Cas%E2%80%9D-bagi-belanda-462512.html
http://www.indofiles.web.id/showthread.php?t=84778

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s