KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#113 Belanda Tumbuh dan Berkembang di Atas Air

Leave a comment

Oleh Lia Anggraeni

Belanda nampaknya paham sekali bagaimana cara “menjual” kekurangan dirinya menjadi sesuatu hal yang dapat diubah menjadi suatu kelebihan. Kemahirannya berinisiatif terlihat ketika ia mampu menjajakan sesuatu tentang negerinya agar dapat menghasilkan daya tarik bagi bangsa lain untuk berkunjung ke negerinya tersebut.

Deretan rumah perahu sengaja dibuat terapung hampir di setiap kota di Belanda. Anda bisa melihatnya di sepanjang kanal yang terdapat di ‘negeri air’ ini. Kini, hampir sekitar 2.500 rumah perahu disebut “rumah” di Amsterdam. Sebenarnya rumah perahu tersebar di seluruh pelosok kanal-kanal yang terdapat di Belanda. Hanya saja, karena Amsterdam memiliki populasi rumah perahu yang cukup besar dan memiliki sejarah tentang kejayaan perdagangan laut pada abad ke-17 dan 19 sehingga rumah perahu lebih banyak ditemukan di kota ini.

  

Deretan rumah perahu (woonboot) terapung sepanjang kanal di Amsterdam

Konon, asal-muasal rumah perahu ini bermula pada zaman perang Dunia II. Setelah Perang Dunia II terjadi lonjakan pertumbuhan penduduk disertai dengan adanya kekurangan perumahan sehingga rumah perahu seketika menjadi populer. Rumah penduduk yang hancur dan hanya meninggalkan puing-puing bekas perang membuat penduduk yang memiliki keadaan ekonomi

lemah tidak bisa membangun rumahnya kembali berinisiatif untuk tinggal di atas perahu. Di atas perahu inilah mereka memulai kehidupannya kembali seperti semula. Ya, dengan luas wilayah 41.526 km2 Belanda mampu menampung penduduknya sehingga dapat tumbuh dan berkembang meski terapung di atas air.

Ada dua jenis perahu yang mereka dirikan di atas air yaitu rumah yang berbentuk persegi panjang yang disebut dengan rumah apung. Rumah ini didirikan di  atas fondasi yang sulit dan tidak dapat digerakkan. Jenis lainnya adalah perahu yang diubah menjadi rumah dan ditambatkan di sisi kanal. Banyak diantaranya yang memiliki mesin dan digunakan untuk berlayar.

Salah satu jenis rumah perahu di Belanda

Rumah perahu ini umumnya tidak jauh berbeda dengan rumah biasa yang didirikan di daratan. Di dalam ruangannya terdapat ruang tau, kamar tidur, dapur, perpustakaan kecil, dan memiliki fasilitas air, listrik, dan gas. Bahkan setiap rumah perahu memiliki alamat resmi dan kotak surat masing-masing.

      Kiri-Kanan :

Fasilitas kamar tidur dalam rumah perahu, fasilitas kamar mandi, ruang makan dan dapur dalam rumah perahu, sambungan gas, air, dan listrik.

Dengan adanya rumah perahu ini semakin membuat Belanda dikunjungi oleh para wisatawan baik asing maupun domestik. Tak berhenti sampai disitu, Belanda pun membuat museum khusus rumah perahu yang bernama woonboot museum. Museum rumah perahu ini berada di seberang Prinsengratch, Amsterdam.

Museum Woonboot, seberang Prinsengratch, Amsterdam

Berkat inisiatif kreatifnya ini, UNESCO mencatat rumah perahu sebagai warisan budaya atas negara Belanda. Wow, tumbuh dan berkembang di atas air, itulah Belanda!

Referensi

http://niadilova.blogdetik.com/index.php/archives/616 http://www.lintas.me/v2/index.php/Dunia/Berita-Dunia/Rumah_perahu—-_Amsterdam http://travel.okezone.com/read/2012/02/10/409/573336/pesona-keunikan-pasar-restoran-di-atas-air http://jilbabtraveler02.wordpress.com/tag/canal/ http://www.berani.co.id/news/15/1005016/Berita-Luar-Negeri/ http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_negara_menurut_luas_wilayah

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s