KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#112 Dutch Pioneering: Greentech for Green World

1 Comment

Oleh Niken Kusuma Hapsari

Bicara tentang pionir berarti bicara tentang Belanda. Negara yang terletak di bagian barat Eropa ini memang tidak henti-hentinya menjadi pionir di berbagai sektor. Bahkan, jika dikaji lebih dalam, sepak terjang Belanda dalam berinovasi ternyata turut mendukung gerakan go green yang selama ini marak dikampanyekan. Perlu buktinya?

Daur Ulang Hasil Kremasi

Jika selama ini kita mengira hasil kremasi selalu berbentuk abu, nyatanya tidak demikian. Beberapa material dari besi seperti yang terdapat pada implan gigi, sendi buatan, dan plat sambungan tulang seringkali tidak ikut terbakar. Jika dibuang begitu saja, limbah-limbah logam ini tentu akan mencemari lingkungan.

Limbah berbahan dasar metal hasil kremasi

Namun rupanya, OrthoMetals, sebuah perusahaan asal Belanda melihat peluang di bidang ini. Perusahaan yang hingga kini telah aktif bekerjasama dengan lima belas negara di dunia di antaranya Australia, Kanada, dan Jerman ini merupakan perusahaan pertama di dunia yang merintis daur ulang limbah metal hasil kremasi.

OrthoMetals: Perusahaan pionir daur ulang limbah kremasi

Limbah hasil kremasi ini ternyata diyakini berkualitas tinggi. Sebut saja cobalt dan titanium yang merupakan logam berkualitas tinggi yang dapat ditemukan dalam implan gigi. Logam jenis ini dianggap cocok untuk didaur ulang menjadi komponen mesin pesawat terbang. Sementara logam-logam lain yang berkualitas lebih rendah dimanfaatkan untuk bahan baku papan rambu-rambu lalu lintas, pembatas jalan, dan juga lampu lalu lintas.

Daur ulang limbah logam hasil kremasi dilakukan sesuai aturan yang telah ditetapkan oleh Institute of Cemetery and Crematorium Management

Limbah metal yang telah didaur ulang dapat dimanfaatkan menjadi papan rambu-rambu lalu lintas, komponen mesin pesawat terbang serta mobil

Bio-methanol  berbahan baku Bio-coal

Belanda menjadi pionir pembuatan bio-methanol dari bio-coal

Methanol adalah bahan kimia penting yang juga menjadi bahan baku pembuatan zat kimiawi lainnya seperti zat tambahan untuk produksi gasolin, bahan pelarut, dan sebagainya. Methanol diproduksi dari bahan bakar fosil, terutama gas alam. Eksploitasi gas alam untuk produksi methanol ini tentu akan berakibat buruk jika terus-menerus dilakukan. Rupanya, Belanda menciptakan terobosan baru dengan bio-methanol-nya yang dapat dibuat dari bahan baku yang lebih environmentally friendly, yaitu bio-coal. Bio-coal sendiri diproduksi dari biomass dan sampah hasil pertanian.

Biomass: Bahan baku bio-coal

 Kabar baiknya adalah bahwa seperti yang dilansir dalam http://chinaconfidential.blogspot.com, jika bio-methanol digunakan sebagai catalyst dalam pembuatan bio-diesel, emisi CO2 pun dapat dikurangi. Selain itu, bio-methanol yang berbahan dasar bio-coal ini juga dianggap sebagai bahan bakar yang paling murah untuk kendaraan dan pastinya ramah lingkungan.

Smart Highway

Canggih dan ramah lingkungan. Konsep ini lagi-lagi diterapkan para pionir Belanda dalam terobosan barunya, Smart Highway. Diagendakan akan diluncurkan pada pertengahan 2013, teknologi yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan desain asal Belanda ini ternyata dilengkapi dengan berbagai fitur canggih. Mau tahu apa saja teknologi smart-nya?

Glow-in-the dark markings berbentuk snowflakes yang dapat memudahkan pandangan pengendara di malam hari

Di lintasan smart highway, terdapat glow-in-the dark markings berbentuk snowflakes yang dapat memudahkan pandangan pengendara di malam hari. Kemudian, terdapat fitur pengingat tanda bahaya yang dapat mengingatkan pengendara akan bahaya kondisi jalan licin yang mungkin terjadi. Selain itu, ada juga lampu bertenaga angin serta lampu jalan interaktif yang dapat menyala saat ada mobil berjalan mendekat dan otomatis padam ketika mobil bergerak menjauh. Para pengguna mobil listrik pun kini tak perlu takut kehabisan energi di tengah jalan karena di smart highway terdapat lintasan khusus yang dapat digunakan untuk men-charge saat mobil tengah melaju. Keren maksimal!

Lampu bertenaga angin yang mengambil energi dari hempasan angin yang dihasilkan oleh mobil yang melintasinya

Jalur khusus yang dapat digunakan untuk men-charge mobil listrik

Tidak sembarang berinovasi, para pionir Belanda juga selalu mempertimbangkan ‘sisi hijau’ pada setiap karya-karyanya.  Menjadi pionir saja sudah merupakan langkah cerdas. Apalagi menjadi pionir dari berbagai green tech demi bumi yang lebih hijau. Thumbs up for Netherlands!

Referensi

http://health.detik.com/read/2013/04/13/095933/2219307/763/beginilah-nasib-besi-besi-tua-dari-jenazah-yang-dikremasi
http://www.dailymail.co.uk/news/article-2307737/How-metal-cremated-bodies-sold–recycled-road-signs-aircraft-engines.html
http://www.orthometals.com/active-countries
http://chinaconfidential.blogspot.com/2012/12/dutch-pioneering-production-of-bio.html
http://www.irena.org/DocumentDownloads/Publications/IRENA-ETSAP%20Tech%20Brief%20I08%20Production_of_Bio-methanol.pdf
http://www.nydailynews.com/news/world/dutch-smart-highway-green-technology-article-1.1237278
http://www.keepbanderabeautiful.org/biomasssources1.jpg
http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=IBTx87xiscs

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

One thought on “#112 Dutch Pioneering: Greentech for Green World

  1. Pingback: #112 Dutch Pioneering: Greentech for Green World | nickenodeon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s