KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#085 I-Cane : Inovasi yang Berawal dari Niat Mulia

1 Comment

Oleh Woka Aditama

Kemajuan teknologi dan inovasi yang tiada henti di Belanda, ternyata tidak mengurangi jiwa sosial dan rasa kepedulian masyarakatnya terhadap sesama, terutama kepada kaum difabel, yaitu mereka yang memiliki keterbatasan dalam hal fisik ataupun mental.

Monique de Wilt

Masyarakat Belanda sadar bahwa kecanggihan teknologi yang dicapai umat manusia saat ini, banyak yang belum dapat dirasakan oleh kaum difabel karena teknologi-teknologi tersebut belum mengakomodasi keterbatasan yang mereka miliki. Salah satunya terjadi pada kaum tuna netra. Di saat manusia kini sudah dapat menjelajah  ruang angkasa, kaum tuna netra masih harus menggunakan tongkat kayu biasa untuk menuntunnya berjalan. Keprihatinan terhadap hal ini menginspirasi seorang lulusan Delft University of Technology yang juga seorang atlet lompat galah Belanda, Monique de Wilt untuk membangun konsep I-Cane.

Logo I-Cane

Interactive Cane atau I-Cane sendiri difokuskan untuk mengatasi keterbatasan yang dimiliki oleh anjing penuntun tuna netra. Anjing penuntun memiliki kemampuan dalam membantu tuna netra menghindari halangan yang ada di jalan, namun tidak mampu untuk mengenali nama lokasi maupun rute yang dilaluinya. Hal ini menarik seorang social entrepreneur, Huub Grooten untuk membantu de Wilt merealisasikan dan mengembangkan I-Cane.

Anjing Penuntun Memiliki Beberapa Keterbatasan

Penerapkan teknologi tactile arrow pada I-Cane menjadi awal kerjasama mereka berdua. Hal ini juga menandai didirikannya lembaga non-profit , I-Cane Foundation di bawah inisiasi Huub Grooten sendiri yang kemudian menjadi I-Cane Social Technology BV pada 2008 untuk membantu pengembangan, distribusi serta pemasaran I-Cane secara lebih terencana. Tactile arrow sendiri adalah tombol bergerak yang diposisikan pada pegangan tongkat dimana ibu jari berada. Sistem ini memungkinkan untuk memberi petunjuk arah jalan kepada penggunanya untuk menghindari halangan di depan melalui perputaran secara otomatis dari tactile arrow. Teknologi mengandalkan kepekaan indera perasa pada ibu jari penggunanya.

Simulasi Penggunaan I-Cane

              

Tactile arrow juga terintegrasi dengan inertial sensor (sensor dengan kemampuan pendeteksi gerak) yang berada di bagian depan tongkat yang berfungsi mendeteksi halangan yang ada.

Tampilan I-Cane

Untuk navigasinya, I-Cane dilengkapi dengan sistem Galileo yang jauh lebih akurat daripada menggunakan Global Positioning System(GPS). Ini berguna bagi kaum tuna netra untuk  mengetahui posisi mereka secara tepat, seperti di toko apa dia sedang berada atau sedang berada di rumah nomor berapa posisinya saat itu. Semua informasi dari sistem tersebut akan berupa audio atau suara  yang dapat ditransmisikan pada earphone yang digunakan oleh penggunanya.

Proyek I-Cane pun mendapat perhatian yang luar biasa dari berbagai institusi penelitian dan perusahaan, baik pemerintah maupun swasta  di Belanda. Dana pengembangan yang mencapai EUR 1.385.600  pun sempat menjadi kendala. Tapi manfaat I-Cane yang amat besar bagi kaum tuna netra di seluruh dunia, nampaknya sukses mengajak banyak pihak ikut serta dalam membiayai serta memberikan bimbingan teknikal untuk pengembangannya. Bahkan pada 2012, I-Cane menjadi salah satu finalis dalam RegioStar Award, sebuah penghargaan bagi karya inovatif di daratan eropa.

Berbagai Instansi Yang Mendanai Proyek I-Cane

Instansi Yang Memberi Bimbingan Teknis Pengembangan I-Cane

I-Cane telah menjadi sebuah bukti nyata komitmen pemerintah dan masyarakat Belanda dalam menjunjung nilai-nilai Hak Asasi Manusia, terutama kepada kaum difabel. Penghapusan diskriminasi terhadap kaum difabel pun terus dilakukan tidak hanya melalui retorika semata, tetapi juga melalui  pembangunan fasilitas serta inovasi teknologi yang untuk mempermudah aktivitas mereka. Hal ini tentu membuat kita berkaca diri dan bertanya, apakah Indonesia saat ini sudah mampu memenuhi hak-hak para kaum difabel yang ada?

Referensi

http://www.i-cane.org/en/191
http://home.tudelft.nl/index.php?id=10912&L=1
http://ec.europa.eu/regional_policy/projects/practices/details.cfm?pay=NL&the=85&sto=2452&region=ALL&lan=7&obj=ALL&per=ALL&defL=EN

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

One thought on “#085 I-Cane : Inovasi yang Berawal dari Niat Mulia

  1. Pingback: Finalis Kompetiblog 2013 | KOMPETIBLOG 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s