KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#082 Yuk, Nikah di Belanda!

3 Comments

Oleh Brigitta Engla Aprianti 

 “Bagaimana jika aku ingin menikah dengan kamu? Saya mengerti bahwa kita sesama jenis. Adakah yang salah jika aku ingin menikah dengan seorang yang memiliki gender sama denganku?” –Brigitta Engla Aprianti-

Mencoba meraba apa yang ada di pikiran teman-teman penyuka sesama jenis. Mungkin kata-kata di atas ada di benak mereka, sebuah keinginan untuk memiliki hak sama dengan mereka yang dianggap normal. Sebuah pengakuan akan kehidupan bersama yang dinamakan pernikahan. Hal ini tidaklah mustahil bagi negara yang terkenal dengan kincir anginnya. Belanda dengan semangat pioneer dalam liberalitasnya mampu melegakan hati banyak penyuka sesama jenis.

Wacana mengenai pernikahan sesama jenis ini dimulai pada tahun 1980-an ketika Henk Krol memimpin aktivis-aktivis gay. Perdebatan panjang dilakukan oleh para parlemen yang duduk di kursi pemerintahan Belanda. Terhitung sejak tahun 1998 hubungan sesama jenis telah dilegalkan tetapi hak untuk mengadopsi anak belumlah didapat oleh mereka. Hanya salah satu dari pasangan homoseksual yang mendapat hak penuh untuk mengadopsi anak. Namun, hal ini tidak perlu dikhawatirkan lagi oleh pasangan sesama jenis karena pada tanggal 1 April 2001, pemerintah Belanda melegalkan pernikahan sesama jenis dan mereka diperbolehkan mengadopsi anak.

Een huwelijk kan worden aangegaan door twee personen van verschillend of van gelijk geslacht.

Pernikahan bukan lagi penyatuan antara manusia yang memiliki perbedaan jenis kelamin. Tetapi pernikahan bisa terjadi pada manusia sesama jenis yang saling mencintai. Mereka juga manusia yang memiliki hak untuk mencintai dan dicintai. Undang-undang ini disahkan di bawah Kementrian Pendidikan, Budaya, dan Pengetahuan. Belanda menjadi negara pertama yang melegalkan pernikahan sesama jenis dan dilindungi hak-haknya oleh negara. Perhatian pemerintah Belanda terhaap kaum minoritas menjadikannya sebuah negara yang memiliki tingkat liberalitas tinggi dan sekuler. Sekuler berarti menempatkan peraturan-peraturan agama di bawah peraturan pemerintahan. Meskipun hal ini banyak mendapat kontroversi tetapi sampai sekarang undang-undang ini diterima baik oleh masyarakat Belanda.

Peter Wittebrood-Lemke, Frank Wittebrood, Ton Jansen, Louis Rogmans, Helene Faasen, dan Anne-Marie memotong kue pernikahan, 1 April 2001.

Pengesahan undang-undang ini ditandai dengan dinikahkannya empat pasangan sesama jenis, tiga pasangan laki-laki dan satu pasangan perempuan, oleh walikota Amsterdam, Job Cohen. Seperti yang ditulis dalam BBC, Anne-Marie Thus yang merupakan pasangan dari Helene Faasen mengatakan “We are so ordinary, if you saw us on the street you’d just walk right past us” . Hal ini bisa dikatakan bahwa mereka juga manusia biasa sama seperti kita, tidak ada yang berbeda. Hanya saja mereka mencintai orang lain yang berjenis kelamin sama dengannya. Sembilan bulan setelah undang-undang pernikahan ini disahkan, sekitar 2.400 pasangan sesama jenis menikah di Belanda.

Helene Faasen, and Anne-Marie dalam pesta pernikahannya

Hak Asasi Manusia (HAM) benar-benar diperjuangkan oleh Belanda. Belanda membuktikan bahwa hak-hak kaum minoritas pun wajib diperhatikan. Contohnya saja mereka mempunyai hak untuk mendapatkan akses dalam berbagai fasilitas. Seperti fasilitas kesehatan, keselamatan kerja, perlindungan akan keamanan, dll. PBB pun mengeluarkan resolusi mengenai kelompok-kelompok ini pada bulan Juni 2011. Kelompok minoritas sebaiknya dilindungi berdasarkan HAM. Sebuah pertanyaan refleksi terhadap diri  kita masing-masing. Sudahkah kita melindugi kaum minoritas yang dekat dengan kehidupan kita sehari-hari?

Referensi

http://mycomparativepolitics.blogspot.com/2012/01/perbandingan-kebijakan-publik-di-beland.html
http://news.bbc.co.uk/2/hi/europe/1253754.stm
http://blogs.angloinfo.com/hollywood-2-holland/2013/03/27/same-sex-marriage-holland-vs-u-s-a/
http://www.osv.com/tabid/7621/itemid/10339/Rebuttals-to-arguments-for-samesex-marriage.aspx
http://pleaseconvinceme.com/2012/responding-to-those-who-support-same-sex-marriage/

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

3 thoughts on “#082 Yuk, Nikah di Belanda!

  1. minnn .. tulisannya kok belum dimuat😦

  2. bisa minta data lain tentang upaya yang telah/akan dilakukan pemerintanh belanda untuk
    mengakui hak sosial dan politik kaum minoritas disana?
    bila ada mhon dkirim ke edmail saya

    terimakasih

  3. Pagi Min,

    Pada dasarnya saya juga ingin menikah dengan pasangan sesama jenis saya,
    tapi kami terkendala oleh financial dan keluarga.
    di Indonesia ada Foundation khusus LGBT gag min.
    saya kurang informasi, karena saya jarang bergaul dengan LGBT.

    Thanks Min

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s