KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#081 Bunga Tulip, Simbol Kemajemukan Negeri Belanda

9 Comments

Oleh Maria Yosefina Bengan Korohama 

Tulisan ini dibuat bukan untuk mencoreng hidup liberal Negara Belanda, namun untuk meng-highlight hidup dalam ragam warna. Kebebasan yang bertanggung jawab. Liberalisme dan Pluralisme ala Negeri Tulip.

Berbicara masalah liberalisme dan pluralisme, mungkin semua mata tertuju pada Negara Amerika Serikat. Namun, kali ini, saya ingin melihat perspektif lain, perspektif kemajemukan Negeri Tulip.

Ragam warna tulip di Keukenhof

Tidak asing lagi, jika kita berbicara tentang negeri yang satu ini. Negeri Kincinr Angin, Negeri Tulip. Belanda. Negara Belanda adalah negara kecil, namun  tidak mengurangi semangat menjadi pioneer dalam berbagai bidang.

Liberalisme dan Pluralisme.

Liberalisme merupaka cara pandang yang bersandar pada paham kebebaan dan persamaan hak. Sedangkan Pluralisme merupakan sebuah kerangka dimana ada interaksi beberapa kelompok-kelompok yang menunjukkan rasa saling menghormat dan toleransi satu sama lain.

 Katya Tomasini Abstract art Leisure Contemporary Art Pluralism

Dalam hal ini, Belanda memang mengundang decak kagum  sekaligus kritik pedas terhadap sikap keterbukaannya. Latar belakang masyarakat Belanda sangat beragam, mulai dari etnis, agama, dan cara pandang. Orang Belanda berpikiran terbuka dan pragmatis. Keterbukaan masyarakat Belanda mengundang banyak imigran datang ke sana, maka tidak mengherankan  kalau akulturasi budaya di Belanda sangatlah kental, hampir 50% penduduk Belanda memiliki darah selain darah Belanda.

Lebih dari 30% penduduk Belanda tidak beragama. Bagi kalangan ini  ‘perbuatan baik’ lebih penting ketimbang beragama tapi tak beriman dan tidak diamalkan. Iman dan agama menjadi urusan yang sangat prinsipil. Tidak berpusat pada diri sendiri, pusatnya ialah orang lain. Bagaimana menghargai orang lain dan mencintai orang lain.

Roze Maandag Gay festival Tilburg

Belanda  dikenal akan sikap  tolerannya terhadap aborsi, eutanasia dan penggunaan obat-obatan (jenis tertentu). Pada tahun 2000, prostitusi secara resmi diakui sebagai sebuah profesi  legal dan dibebankan pajak. Tahun 2001, pemerintah Belanda secara resmi melegalkan pernikahan sesama jenis. Dan pada tahun 2009, Pemerintah mengizinkan pasangan sesama jenis untuk mengadopsi anak dengan alasan dewasa ini kebutuhan masyarakat sudah bergeser dan mereka menghargai kebutuhan itu. Di berbagai tempat umum tersedia prasarana memadai, misalnya ruang khusus untuk orang-orang berkebutuhan khusus seperti ruang bagi pengguna kursi roda.

Pernikahan Sesama jenis sudah dilegalkan di Belanda

Upaya Belanda dengan melegalkan beberapa hal yang masih tabu di banyak negara ini, tidak lain untuk menghargai hak dan pendapat mereka yang dikucilkan, termarginalkan. Dan memang, dengan kedewasaan berpikir dan tanggung jawab yang tinggi, kebebasan di Belanda tidak disalahgunakan. Rintangan untuk hidup dalam kemajemukan sangatlah berat, tidak jarang juga dijumpai konflik dan gesekan. Namun, kembali lagi pada nilai sejati yang ada pada keterbukaan, terbuka dengan perbedaan, terbuka terhadap kritik yang membangun.  Inilah Liberalisme dan Pluralisme ala Negeri Tulip.

Terlepas dari pro-kontra kebebasan di Belanda, kehidupan yang majemuk tumbuh subur di Belanda seperti  bunga tulip yang tumbuh subur dengan warna-warnanya yang beraneka ragam. Dengan semakin banyak perbedaan, masyarakat dituntut lebih dewasa dalam pola pikir dan pola pandang. Kedewasaan dan tanggungjawab menjadi kata kunci. Perbedaan menjadi warna yang memberi nuansa keindahan seperti bunga tulip. Perbedaan menjadi unsur konstruktif dan bukan sebaliknya.

 

“semoga semakin banyak orang membuka matanya untuk lebih dewasa dalam menghidupi kemajemukan”

Referensi

http://www.holland.com/global/tourism/holland-information/about-holland.htm
http://www.lonelyplanet.com/the-netherlands
http://news.bbc.co.uk/2/hi/uk_news/magazine/5042418.stm
https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/nl.html

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

9 thoughts on “#081 Bunga Tulip, Simbol Kemajemukan Negeri Belanda

  1. Memang pantas ya negara2 di Eropa maju, tingkat kedewasaan dan cara berpikir mereka patut diacungi jempol. Tidak bermaksud menjelekkan Indonesia, tp negara ini butuh cara berpikir seperti masyarakat belanda yg saling menghargai satu sm lain, apalagi negara kita sebetulnya lebih plural apabila dilihat dr segi agama, budaya, adat istiadat, dll.. kalo semua masyarakat kita cara berpikirnya sm dgn masyarakat belanda, dijamin tidak ada lagi kekerasan dan anarkisme yg sebetulnya menimbulkan banyak kerugian

  2. Setuju Nadhila, Bangsa Indonesia punya potensi besar dari kemajemukannya. Namun perlu usaha lebih untuk mendewasakan padangan kita, agar perbedaan menjadi unsur konstruktif🙂

  3. Dibutuhkan kerja keras yang luar biasa untuk menjadikan Indonesia yang sejak lahir sudah berkarakter “plural dan majemuk” (tetapi tidak dipahami dan dilakukan dengan baik) memiliki toleransi, kemajuan dan kedewasaan seperti Belanda. Sama dengan manusia, setiap negara pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Etnis, agama, prinsip atau cara pandang bukan suatu masalah jika tidak dibesar-besarkan secara provokatif. Keragaman bisa menjadi harta karun berharga bagi suatu negara jika disikapi dan dimanfaatkan dengan baik.

  4. Kemajemukan suatu masyarakat sudah pasti harus kita hadapi dengan bijaksana. Ini adalah proses alami dimana dinamika penduduk nasional dan internasional semakin banyak berinteraksi dan saling mengunjungi

  5. Nice Post nih.. makasih yaa jadi tau saya tentang Hal ini.

    http://ayusitiansa.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s