KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#080 Gaya Beriklan yang Hemat Biaya dan Ramah Lingkungan

10 Comments

Oleh Maria Yosefina Bengan Korohama 

“The city is our canvas, We can tell a story over the course of two blocks if we want to, without paper, without ink. “ –Mr. Bowes (pendiri GreenGraffiti)

Reverse Graffiti, teknik pembersihan debu

Tak ada habisnya  kita berbicara tentang Negeri Belanda. Keterbukaan masyarakatnya akan  isu-isu global mendorong masyarakatnya untuk terus menggali  inovasi yang terbarukan. Mari kita lihat sisi lain inovasi terbarukan, Gaya Beriklan yang Hemat Biaya dan Ramah Lingkungan yang lahir dari kreativitas masyarakatnya.

Grass Graffiti, teknik menggunakan rumput

 Iklan ditargetkan sebagai sarana komunikasi bisnis. Setiap perusahaan menggunakan berbagai media, bahkan secara khusus mempercayakan kegiatan periklanan kepada pihak lain yang memiliki spesialisasi di bidang ini. Dengan iklan yang menarik, konsumen akan memiliki rasa ingin tahu akan produk yang diiklankan. Iklan bukan hanya bertujuan sebagai sarana promosi produk untuk meningkatkan profit perusahaan, namun juga bertujuan untuk mengkampanyekan agenda khusus atau sebagai sarana transfer informasi bagi masyarakat.

Moss Graffiti, Teknik menggunakan lumut

 GreenGraffiti merupakan sebuah perusahaan advertising yang mengusung konsep hijau. Adalah Jim Bowes, seorang pekerja di bidang advertising, yang sudah menggeluti bidang ini selama 25 tahun. Asam garam dibidang advertising membawanya pada sebuah ide untuk mendirikan sebuah agency bidang jasa periklanan. GreenGraffiti menawarkan solusi advertising outdoor dengan biaya terjangkau, ramah lingkungan, dan dengan penawaran kebebasan kreativitas yang tak terbatas.

Milk Painting, teknik pengecatan menggunakan susu

Alam merupakan media berekspresi yang masih baru. Tim Kreatif GreenGraffiti secara khusus  mengakomodir keinginan  klien  dan menuangkan gagasan dengan menggunakan bahan dan media yang berasal dari alam. Bowes dan timnya telah menangani lebih  dari 300 kampanye dan iklan dari perusahaan besar seperti Starbuck, Range Rover, Sony, INC, Domino’s Pizza, MTV, dan lainnya. GreenGraffiti juga telah melakukan sejumlah kampanye bersama dengan Kepolisian Amsterdam dan membantu PBB dalam mengkampanyekan keanekaragaman hayati di 7 negara di dunia.

Sand Painting, teknik menggambar dengan pasir

No limit to the effectiveness. Pengerjaan iklan yang dilakukan oleh GreenGraffiti tidak memiliki batasan format, bentuk, skala dan kreativitas. Pemilihan lokasi iklan sangat fleksibel,  memungkinkan fokus perhatian masyarakat tertuju pada iklan tersebut. Teknik pengerjaan iklan menggunakan bahan alami yang hampir tidak menyisakan sampah. Teknik yang sudah umum digunakan yaitu reverse graffiti, dengan menggunakan tekanan air tinggi, maka debu di sisi jalan akan membentuk pola yang telah dibentuk sebelumnya pada lempengan cetakan. Bahan alami yang biasa digunakan antara lain susu, kapur, dan lumut. Bahan ini  mudah didapatkan dan ramah lingkungan. Media pengerjaan iklan juga sederhana seperti sisi jalan, rumput, dan lahan bersalju. Dengan teknik ini, iklan GreenGraffiti cenderung lebih efektif karena eye-catching, efisien, dan lebih tahan lama sekitar 2-8minggu dibandingkan iklan konvensional pada umunya.

Snow Stamping, teknik pengecapan pada media salju

Berpikir global, bertindak lokal. GreenGraffiti tidak membatasi  diri untuk menjadikan perusahaannya dengan identitas yang ramah lingkungan. GreenGraffiti mungkin bukan perusahaan iklan  terbesar di dunia, namun nilai sustainability yang diembannya memiliki dampak positif bagi keseimbangan alam.

Chalk Graffiti, teknik menggunakan kapur

Inovasi terbarukan akan terus menjadi bagian kehidupan masyarakat modern dan akan terus demikian hingga di titik tertentu manusia boleh menikmati hasil kreativitas dan inovasinya.

Referensi

http://greengraffiti.com/
http://www.nytimes.com/2010/06/04/business/energy-environment/04iht-rbogad.html?_r=0

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

10 thoughts on “#080 Gaya Beriklan yang Hemat Biaya dan Ramah Lingkungan

  1. Kapan ya indonesia bisa kayak gini? Kalo di Indonesia malah kebalikannya, pasang iklan trus ditempelin di pohon sampe pd bolong2 pohonnya kena paku😥

    • Sedih ya Nadhila melihat perilaku yang seperti itu. Itulah Indonesia, tentu kita tidak mau kan menjadi bagian yang ikut merusak alam, pastinya hanya kita yang bisa menyelamatkan alam ini, dan jangan ditunggu-tunggu, mulai dari diri sendiri dan sekarang🙂

  2. menarik bgt artikelnya! inspiratif bgt ya, keren!

  3. Harus ada perusahaan green graffiti yang baru di Indonesia dan dijamin pasti laku keras. Karena Indonesia bisa disebut sebagai lahan strategis bagi perusahaan sejenis untuk dimanfaatkan berhubung Indonesia sekarang ini tidak hanya punya dua musim, tetapi banyak jenis. Musim liburan sekolah, musim lebaran, musim kampanye, musim banjir dan lain-lain. Terbukti sekarang ini usaha iklan (advertising) tidak hanya terbatas pada ruang lingkup ekonomi semata, tetapi segala aspek bisa dijadikan topik dan dikemas dalam bentuk yang menghibur, eco-friendly sekaligus inspiratif.

  4. may media green grafiti kalo di ruang publik rata-rata di trotoar apa may? rata-rata trotoar di Bandung udah jelek, tinggi, sama banyak pedagang.. tapi kalo green grafiti termasuk kayak grafiti di tembok-tembok termasuk tembok rumah mungkin bisa diimplementasiin may.

    • Ga juga Singgih, ada juga beberapa yang menggunakan media tembok, tapi kebanyakan di trotoar… Iya memang pedagang kaki lima di Indonesia sudah menajdi free rider, susah juga kalau mau dipindah… Ini kan metodenya saja, jadi medianya bisa disesuaikan sama kondisi di Indonesia… saran yang bagus Singgih.. terima kasih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s