KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#069 Nuansa Madinah di Rotterdam

2 Comments

Oleh Dimas Mulyawan

Kehidupan masyarakat Muslim di Belanda terus mengalami perkembangan positif dari hari ke hari. Sentimen kelompok anti-Muslim yang beberapa waktu lalu sering melakukan intimidasi kepada kelompok Muslim di Belanda pun perlahan semakin berkurang. Kehidupan antar umat beragama pun kini semakin terasa. Sebuah perkembangan yang menjanjikan dan patut menjadi contoh bagi negara lain di Eropa.

tampak masjid essalam dari dekat

Salah satu wujud yang mewakili keberhasilan tersebut adalah hadirnya Masjid Essalam di kota Rotterdam. Masjid yang diresmikan pada Jum’at 17 Desember 2010 lalu kini menjadi masjid terbesar di Eropa Barat, yang sekaligus mengukuhkan eksistensi Muslim di Belanda. Padahal pembangunan masjid yang dimulai tahun 2003 lalu ini menuai berbagai hambatan hingga pembangunannya pun teramat panjang. Mulai dari pertikaian internal panitia pembangunan, pertentangan dari kelompok yang anti pembangunan masjid, hingga ke masalah finansial. Pada akhirnya setelah tujuh tahun pembangunan, pembangunan masjid yang menghabiskan dana 4 juta Euro ini pun rampung dan berdiri kokoh di Rotterdam. Bahkan masjid yang terletak di taman Varkenoordse di Southbank di selatan Rotterdam ini dianggap sebagai Islamic Center terbesar serta pionir berkembangnya Islam di Eropa dewasa ini.

Penyelesaian pembangunan Masjid Essalam ini pun tak terlepas dari bantuan Yayasan Amal Al-Maktoum, sebuah yayasan amal milik Sheik asal Dubai, yaitu Sheikh Hamad bin Rashid Al-Maktoum, yang kemudian menempatkan satu orang dari yayasannya masuk dalam jajaran kepengurusan masjid tersebut. Al-Maktoum lah yang mengambil alih pembiayaan penyelesaian pembangunan masjid ini.

Jika dilihat, arsitektur bangunan Masjid Essalam ini sungguh luar biasa indahnya. Diarsiteki oleh Wilfried van Winden, dibawah nama Molenaar & Van Winden Architects, masjid ini dibangun empat lantai dengan luas 2.500 meter persegi dan memiliki dua menara yang menjulang setinggi sekitar 50 meter. Lantai dasar dari masjid ini dipakai untuk keperluan aktivitas non religius termasuk tempat wudhu bagi laki-laki, toko, dapur dan ruang umum untuk segala aktivitas pengurus. Selain itu ada juga ruang untuk kantor, ruang kelas, ruang imam, serta ruang makan.

tiang-tiang kokoh tampak terlihat di depan pintu masuk

Dibagian tengah ruang balkon lantai satu dan lantai dua digunakan sebagai ruang sholat jamaah laki laki, sedangkan lantai paling atas dipakai untuk ruang sholat bagi jemaah wanita. Masing masing ruang sholat terkoneksi dengan ruang hampa yang memberikan penerangan alami dari kubah yang berukuran 25 meter di atas masjid.

Eksterior masjid ini dirancang dengan gaya Masjid Nabawi di Madinah dipadu dengan gaya Mesir abad ke 15. Itulah mengapa nuansa Madinah begitu kental terasa di masjid ini. Keseluruhan bangunan tertutup dengan batu alam dengan aksen warna warni batu abu abu kebiruan. Sedangkan lengkungan jendela dibuat dari batu buatan. Pintu utama masjid diletakkan di sebelah barat, dengan ruang mihrab di sisi tenggara masjid.

susunan tangga melingkar sepanjang empat lantai

Rotterdam sendiri dikenal sebagai salah satu kota paling ramah bagi Muslim di Eropa. Dengan jumlah presentase Muslim 40% dari 585.000 penduduk (data tahun 2009), Rotterdam bukan hanya dipimpin oleh Ahmed Aboutaleb, seorang walikota muslim pertama di Rotterdam, tetapi juga telah menjadi tujuan imigran muslim terbesar di Belanda. Di Rotterdam terdapat cukup banyak kios daging halal, masjid, dan organisasi keIslaman setempat.

Kini keberadaan Masjid Essalam seolah menunjukkan bahwa bangunan yang dulu ditentang ini tidak hanya merupakan pionir Islam di Belanda namun simbol kebanggaan seluruh warga Belanda.

masjid essalam tampak kejauhan diselimuti salju

Referensi

http://bujangmasjid.blogspot.com/2011/02/masjid-essalam-rotterdam-terbesar-di.html
http://www.thenational.ae/news/world/europe/essalam-a-symbol-of-pride-opens-its-doors-in-holland
http://iniunic.blogspot.com/2011/09/melihat-essalam-mosque-rotterdam-masjid.html
http://archinect.com/wam-architecten/project/essalam-mosque-rotterdam
http://islamineurope.blogspot.com/2006/08/rotterdam-essalam-mosque-in-progress.html

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

2 thoughts on “#069 Nuansa Madinah di Rotterdam

  1. eksistensi Warga muslim di eropa awalnya memang sangat terbatas, didaerah asia saja muslim juga sulit bereksistensi atau terbatas, misalnya di korea, jepang dll, ditambah lagi tempat pembangunan ibadah yang minim, sehingga sulitnya akses umat muslim untuk beribadah dimesjid.

    di belanda ini dengan dibangunnya mesjid yang megah ini saya rasa menjadi jalan terbuka untuk warga muslim yang berada dieropa untuk berdakwah paling tidak bersilaturahmi antar umat muslim, dan tentunya menjadi lebih “afdol” untuk para lelaki yang solat di mesjid.

  2. Terima kasih atas commentnya Mas Adit. Memang harapannya, dengan semakin banyaknya tempat ibadah agama yang selama ini merupakan minoritas di Eropa, selain memudahkan para pengikutnya beribadah juga akan semakin memperbaiki kerukunan antar umat beragama di Eropa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s