KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#060 Belanda, Dari Pahlawan “Zat Renik” Menuju Kesehatan Dunia

Leave a comment

Oleh Uchti Akbar

Ingatkah teman dengan alat untuk melihat “benda-benda kecil” dan wajib ada di laboratorium biologi sekolah? Ya, benar sekali, mikroskoplah alat yang dimaksud.

Mikroskop berasal dari bahasa Yunani (micros = kecil ; scopein = melihat), yang artinya adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang (tanpa alat bantu). Jadi, tentu saja mikroskop ini keberadaannya sangat bermanfaat untuk kemajuan ilmu pengetahuan. Ditelisik lebih jauh, yang menemukan mikroskop ini awalnya adalah seorang berkebangsaan Belanda. Ya, perkenalkan Bapak Mikroskop, Antonie van Leeuwenhoek.

Beliau lahir di Delft, 24 Oktober 1632. Delft terletak di antara Kota Rotterdam dan The Hague.

 Beliau sebenarnya bukanlah peneliti murni melainkan seorang pedagang dan bekerja magang di sebuah toko kain. Bermula dari keingintahuan yang besar terhadap kaca yang digunakan para pedagang kain untuk melihat sisa-sisa benang di kainnya, Antonie mulai melakukan observasi mendalam dari kaca tersebut dan mengembangkan kaca tersebut menjadi “mikroskop sederhana”. Dibandingkan dengan mikroskop yang ada saat ini, mikroskop beliau tentu sangat sederhana karena hanya terdiri dari satu lensa, disangga oleh lubang kecil pada lempeng kuningan yang merupakan badan mikroskop. Spesimen (objek yang ingin dilihat) diletakkan di depan lensa dan posisi serta fokus bendanya diatur dengan menggerakkan dua sekrup. Ukuran mikroskopnya hanya sekitar 3-4 inci. Butuh pencahayaan yang cukup dan kesabaran yang besar agar objek bisa terlihat dengan baik.

      

Antonie van Leeuwenhoek dengan mikroskopnya menjadi penemu “zat-zat renik”. Beliau menamakannya animalcules. Zat renik yang pertama ditemukannya adalah alga hijau yang disebut Spirogyra. Beliau juga menemukan zat renik yang sekarang dikenal dengan “bacteria” dan “protozoa”.

 

Dari inspirasi mikroskop sederhana Antonie muncullah ide-ide brilian dari peneliti lain untuk mengembangkannya. Contohnya seorang ilmuwan dari Universitas Berlin yaitu Dr. Ernst Ruska bersama rekannya, Bodo von Borries, menciptakan mikroskop transmisi elektron (TEM) yang pertama pada tahun 1931 dan mengantarkan mereka meraih hadiah Penghargaan Nobel dalam fisika pada tahun 1986. Mikroskop elektron bisa melihat mikroorganisme yang sangat kecil seperti virus. Hal ini berperan besar dalam perkembangan penyakit infeksi seperti penemuan virus smallpox yang menyebabkan penyakit Variola dan telah berhasil dieradikasi sampai penemuan virus flu babi H1N1 yang sempat menjadi pandemi.

     

Berkat semangat keingintahuan yang besar, mikroskop ciptaannya telah memberi dampak luar biasa untuk perkembangan ilmu mikrobiologi. Penyakit-penyakit infeksi saat ini bisa diketahui mikoorganisme penyebabnya. Selain itu, sekarang telah berkembang penelitian tentang alternatif pengobatan penyakit kanker –penyakit  dengan penyebab kematian terbanyak setelah penyakit kardiovaskular– yaitu  Cancer Stem Cell. Tentu saja peran mikroskop sangat besar dalam ilmu ini dan itu semua tidak akan mungkin terjadi jika Antonie van Leeuwenhoek melenyapkan rasa ingin tahunya dan berhenti men-design 500 lebih mikroskopnya.

Jadi, dunia kedokteran sangat terbantu dengan penemuan mikroskop ini. Mulai dari identifikasi mikroorganisme penyebab penyakit, pengembangan ilmu histopatologi dan mikrobiologi, hingga penelitian terhadap pengobatan kanker.

Pemuda Indonesia perlu mencontoh semangat Bapak Antonie van Leeuwenhoek ini. Tidak membuang perasaan ingin tahu terhadap kemajuan pengetahuan dan teknologi serta menjadi pioneer kebaikan. Karena mimpi hari ini adalah kenyataan di masa depan.

“It would be indeed a miracle to get this animalcules by chance”

(Antonie van Leeuwenhoek)

Referensi

http://lensonleeuwenhoek.net/overview.htm
http://inventors.about.com/od/mstartinventions/a/microscope.htm
http://asal-usul-motivasi.blogspot.com/2012/04/asal-usul-sejarah-mikroskop-dan.html
http://www.britannica.com/EBchecked/topic/334699/Antonie-van-Leeuwenhoek
http://www.ucmp.berkeley.edu/history/leeuwenhoek.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Delft
http://ilmuwanmisterius.blogspot.com/2012/12/mikroskop-elektron.html
http://virus.emedtv.com/variola-virus/variola-virus.html
http://www.flexmedia.co.id/antonie-van-leeuwenhoek-penemu-mikroskop/
http://www.ucmp.berkeley.edu/history/leeuwenhoek.html
http://science.nationalgeographic.com/science/photos/smallpox-gallery/smallpox-virus.html
http://www.cdc.gov/h1n1flu/images.htm

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s