KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#048 Dutch : Bangsa Pelopor yang Kurang Kerjaan

12 Comments

Oleh Mayang Nira

Belanda, seperti yang kita tahu adalah Negara yang menjadi penemu dan pelopor berbagai hal. Mulai dari pembangunan dam, kincir angin, sampai perusahaan VOC. Tapi tau ga sih ternyata orang Belanda itu kurang kerjaan. Ini nih contohnya…

Pakar Sastra Jawa

Siapa bilang orang pertama yang menjadi pakar sastra Jawa dan penulis kamus Jawa adalah orang Jawa? Tidak. Ternyata sejak tahun 1820-an sudah ada orang Belanda yang jago sastra Jawa. Tau kan, tulisan Jawa kuno “Ha Na Ca Ra Ka” yang tulisannya keriting-keriting itu. Kita aja yang orang Indonesia males belajar gituan, nah ini orang Belanda tahun 1820-an udah jadi pakarnya sastra Jawa.

Pakar sastra Jawa itu adalah Johann Friedrich Carl Gericke, dia mempelajari studi bahasa pada tahun 1823. Gericke menjadi pelopor yang mendirikan Instituut der Javaansche Taal te Soerakarta (Lembaga Bahasa Jawa di Surakarta) pada tahun 1832, dan menerbitkan kamus Jawa-Belanda tahun 1847.

J.F.C Gericke dan Kamus Jawa-Belanda nya

J.F.C Gericke dan Kamus Jawa-Belanda nya

Pakar sastra Jawa yang lain adalah Theodoor Gautier Thomas Pigeaud.

Theodoor Gautier Thomas Pigeaud

Theodoor Gautier Thomas Pigeaud

Sebelum datang ke Pulau Jawa, Pigeaud memang sudah tidak asing lagi dengan kesusastraan Jawa. Bahkan beliau menyunting teks sebuah karya sastra Jawa Pertengahan berjudul Tantu Panggelaran untuk disertasi S3-nya pada tahun 1924.

Wah hebat banget, tahun 1924 ternyata sudah ada Jurusan Sastra Jawa di perguruan tinggi Belanda. Inilah bangsa pelopor yang kurang kerjaan. Mereka orang Belanda, tapi mempelajari sastra Jawa, sampe buka Jurusan Sastra Jawa, sampe bikin kamusnya juga. Padahal di saat yang sama, Bangsa Indonesia sendiri pada tahun segitu masih mati-matian berjuang melawan mereka. Negara penjajah yang ternyata diam-diam ikut andil dalam melestarikan salah satu budaya Indonesia, Sastra Jawa!

Pigeaud juga menerbitkan kamus Jawa-Belanda pada tahun 1938 yang menjadi dasar oleh Bapak Kamus Indonesia yaitu W.J.S Poerwadarminta dalam Baoesastra Djawa (Kamus Jawa-Indonesia). Nah jadi kalo ga ada kamus Jawa-Belanda nya Pigeaud, ya ga akan ada juga tuh kamus Jawa-Indonesia.

Jalan-jalan ke Papua

Pada tahun 1936 seorang geologist (ahli batuan) asal Belanda bernama Jean Jacques Dozy berpetualang ke Papua bersama teman-temannya.

Jean Jacques Dozy (paling kanan)

Mereka mencapai gletser Gunung Jaya Wijaya, suatu tempat yang tinggi, dingin, dan terjal. Kebayang ga, tahun 1936 ke Papua, naik Gunung Jaya Wijaya, cuma mau ngeliat BATUAN? kurang kerjaan banget kan? By the way, puncak tertinggi Jaya Wijaya dinamai Carstenz Pyramid, diambil dari nama petualang Belanda yang melihat puncak salju di daerah tropis tahun 1623 (ga tau gimana caranya orang ini tahun 1623 bisa mencapai Jaya Wijaya).

Nah, namanya aja geologist, sudut pandang Jean Jacques Dozy berbeda dengan orang awam yang hanya melihat keindahan Gunung Jaya Wijaya saja. Sang geologist ini melihat singkapan batuan yang mengandung mineral berharga dan dinamai Ertsberg (Gunung Bijih).

Kemudian penemuan ini menjadi awal dari aktivitas tambang yang bernilai jutaan dollar. Sekarang, Ertsberg dikuasai oleh PT. Freeport dari Amerika.

Teman-teman, dari cerita ini kita bisa tahu bahwa kehebatan Bangsa Belanda datang dari rasa penasaran dan kecintaan mereka dengan ilmu pengetahuan. Mempelajari sastra Jawa dan berpetualang ke Papua untuk meneliti batuan ternyata tidak sia-sia dan malah menjadi rintisan sesuatu yang bermanfaat.

 Saya harap Bangsa Indonesia terinspirasi menjadi penemu dan pelopor karena rasa penasaran dan cinta ilmu pengetahuan J BE A PIONEER!

References
http://id.wikipedia.org/wiki/Johann_Friedrich_Carl_Gericke
http://id.wikipedia.org/wiki/Theodoor_Gautier_Thomas_Pigeaud
http://id.wikipedia.org/wiki/Jean_Jacques_Dozy
http://www.ptfi.co.id/tentang-warisan.php

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

12 thoughts on “#048 Dutch : Bangsa Pelopor yang Kurang Kerjaan

  1. hmmmm, saatnya melihat cermin

  2. bener bgt…
    Sudut pandang yg beda hasilnya pun beda juga.
    Bedanya org luar kbnyakan dg kita,mereka mempelajari smuanya dgn TOTAL yg srg dianggap oleh org kita kurang kerjaan

  3. agar kita paham terkadang kita yng selalu berbinar melihat indahnya yng besar diluar tetapi tak paham akan apa yng menjadi kekuatannya

  4. setiap orang punya sudut pandang yang berbeda. enggak banyak yang melihat dari sisi motivasi dan apresiasi, ditunggu tulisan-tulisan berikutnya. . .

  5. Yang menarik dari tulisan ini adalah: ketidaktahuan mereka akan sesuatu tidak membuat mereka berhenti, malah mendorong mereka untuk terus mencari, dan inilah inti dr ilmu pengetahuan yg bertugas membebaskan manusia, krn manusia cenderung takut pada apa yg mereka tidak ketahui, termasuk takut disebut kurang kerjaan🙂

    • benar sekali kata mas fardan nih, yang penting berani untuk terus mencari tahu. dengan begitu, ilmu pengetahuan akan tetap “hidup”🙂

  6. well,, sudah dipastikan menemukan ato menciptakan sesuatu berdasarkan mencari ilmu pengetahuan yang paten bukan dengan satu orang saja,,tetapi butuh sosok orang lain…

  7. Mari belajar dari apa yang belanda lakukan hhe.,.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s