KOMPETIBLOG 2013

Kompetisi Blog Neso Indonesia 2013

#038 Belanda, Tanah Rendah dengan Peradaban Tinggi

Leave a comment

Oleh Isman Rahmani Yusron

John Cruyff: “Leder nadeel heb z’n voordeel” (Setiap kekurangan memiliki kelebihannya)

Setiap kekurangan memiliki kelebihannya. Ungkapan tersebut berasal dari seorang mantan pemain sepakbola legendaris ternama Belanda, Johan Cruyff. Ungkapan yang sangat simpel, namun memiliki arti mendalam: mencerminkan karakter negerinya.

Berbicara Belanda, tentunya mengantarkan kita pada sebuah cerita heroik tentang negeri yang berhasil menyulap sebuah kekurangan menjadi kelebihan. Bayangkan, negeri asal bunga tulip ini hanya memiliki wilayah seluas 42.679 Km2, tak lebih luas daripada provinsi Jawa Timur yang mencapai 47.922 Km2.

Namun, seperti kita tahu, Belanda merupakan salah satu negara maju dunia. Pendapatan perkapitanya hampir mencapai US$ 43 ribu. Masuk sepuluh besar negara yang memiliki pendapatan perkapita tertinggi.

Negara yang terletak di sebelah barat Eropa ini, juga kental terkenal dengan kepeloporannya dalam inovasi teknologi. Bahkan, negeri ini disebut-sebut sebagai surganya inovasi dan ilmu pengetahuan.

Kepeloporannya dalam inovasi teknologi terlihat dari bagaimana negeri ini berhasil menyulap kekurangan –yakni wilayahnya yang sempit, menjadi lebih luas dan dimanfaatkan secara tepat guna. Bayangkan saja, bila dibandingkan saat abad pertengahan, Belanda berhasil menambah luas daratannya hingga 40% lebih luas!

Solusi-solusi jenius terlahir dari sebuah kekurangan, mereka mereklamasi tanah yang asalnya lautan menjadi lahan yang dimanfaatkan. Mereka membuat polder yang menghindarkan negara ini dari bencana banjir, meski daratannya rata-rata 1 meter dibawah permukaan laut.

Selama berabad-abad lamanya, Belanda selalu dihantui oleh ancaman bencana dari laut. Tak hanya laut, melainkan sungai-sungai besar seperti Rijn, Maas dan Waal pun ikut menjadi ancaman masyarakat Belanda.

Namun, sebuah ciri khas dari masyarakat Belanda adalah karakternya yang selalu ulet dan penuh inovasi. Berbagai ancaman tak membuat masyarakatnya gentar, melainkan memicu lahirnya solusi inovatif mengatasi ancaman-ancaman tersebut.

Sebagai contoh, pada tahun 1953 Belanda pernah dilanda bencana banjir. Dengan waktu yang hanya beberapa jam saja, badai yang berubah menjadi topan menyebabkan air laut naik dan mengalir melewati barisan bendungan. Kala itu polder-polder terendam, dan mengakibatkan jebolnya bendungan. Hampir 1800 orang tenggelam di tiga provinsi di Belanda akibat bencana itu.

Banjir 1953, menenggelamkan tiga provinsi

Dam jebol dan menenggelamkan 1800 penduduk

Sejak saat itu, berbagai solusi menghindari ancaman bencana dilahirkan. Proyek Delta salah satunya. Melalui proyek fenomenal ini, dibentuklah sebuah gagasan unik dan inovatif yakni membangun sebuah sistem pertahanan laut yang melindungi Belanda dari tingginya air laut.

Oosterscheldedam, garda depan pertahanan laut Belanda

Mereka membangun penahan ombak di Oosterschelde yang mempermudah pembuangan air disaat air meninggi, sekaligus membuat sungai-sungai yang mudah dilayari kala air sedang surut. Penahan gelombang ini ditopang oleh 65 pilar beton raksasa. Silinder hidrolik menggerakan pintu-pintu air untuk menutup luapan saat air laut mencapai ketinggian tiga meter diatas NAP. Sebuah mahakarya teknologi berstandar tinggi yang sangat menginspirasi.

Kecanggihan teknologi ini, menjadi pemicu kemajuan peradaban. Maka tak berlebihan kiranya, jika kita sebut negeri Belanda sebagai pelopor teknologi manajemen air, yang menjadi sumber inspirasi dunia.

Oosterschelde, selain menahan air juga digunakan jalan raya. Multifungsi!

Selama lebih dari setengah abad, negeri ini berhasil membangun sistem pertahanan laut yang tak ada tandingannya di dunia. Bahkan, oleh American Society of Civil Engineers, proyek penaklukan laut ini disebut sebagai satu dari tujuh keajaiban modern dunia!

Belanda berhasil menjadi negara pelopor penaklukan lautan. Koninkrijk der Nederlanden, yang berarti Kerajaan Tanah Rendah ini telah menjadi sumber inspirasi seluruh negeri. Keberhasilan ini berkontribusi pada kemajuan peradaban dunia. Berasal dari tanah rendah, yang menyumbang sebuah kontribusi peradaban tinggi. Menakjubkan!

Author: Admin Kompetiblog

Kompetiblog merupakan kompetisi menulis blog tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia, lembaga non-profit yang didanai oleh pemerintah Belanda untuk menjadi perwakilan pendidikan tinggi Belanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s